Ford 6.4 Power Stroke Paling Bermasalah, Tahun 2008 Paling Layak Dihindari

Ford 6.4 Power Stroke punya reputasi yang berat bagi pembeli bekas karena biaya kepemilikan yang tinggi dan risiko masalah emisi yang terus berulang. Dari seluruh masa produksinya, model tahun 2008 dinilai sebagai titik terlemah karena memikul beban paling besar dari problem awal mesin ini.

Tahun tersebut menjadi sorotan karena sistem emisi yang mahal untuk ditangani dan kerap memicu keluhan pemilik. Di pasar mobil bekas, kombinasi ini membuat 6.4 Power Stroke jauh kurang menarik dibandingkan beberapa diesel Ford lain yang lebih dikenal tahan lama.

Masalah paling besar ada pada sistem emisi

Mesin 6.4-liter Power Stroke diproduksi singkat, hanya dari 2007 sampai 2010. Salah satu komponen yang paling sering disalahkan adalah diesel particulate filter atau DPF, yaitu filter yang menangkap jelaga agar tidak keluar ke udara.

Namun, proses regenerasi DPF membutuhkan bahan bakar tambahan untuk membersihkan filter tersebut. Akibatnya, konsumsi bahan bakar ikut tertekan dan efisiensinya turun, sesuatu yang langsung dirasakan oleh pemilik harian.

Oil dilution menjadi risiko serius

Masalah lain yang menempel pada 6.4 Power Stroke 2008 adalah oil dilution, yakni kondisi ketika bahan bakar yang belum terbakar bercampur dengan oli. Pada mesin ini, kondisi itu berkaitan langsung dengan sistem DPF dan metode post-injection yang dipakai.

Dalam proses tersebut, diesel disemprotkan di akhir langkah buang untuk membantu regenerasi DPF. Sisa bahan bakar yang tidak terbakar dapat masuk ke oli dan, dalam kasus buruk, memicu kerusakan mesin yang fatal.

Data konsumsi bahan bakar ikut memperkuat reputasi buruknya

Berdasarkan laporan pemilik di Fuelly.com, Ford F-350 2008 dengan 6.4 Power Stroke hanya mencatat rata-rata tertinggi 12 mil per galon. Angka itu memperlihatkan bahwa tenaga besar dari mesin ini datang dengan konsekuensi efisiensi yang tidak ringan.

ModelTahunCatatan UtamaAngka
Ford F-3502008Rata-rata konsumsi bahan bakar tertinggi yang dilaporkan pemilik12 mil per galon

Tenaganya besar, tetapi risikonya ikut besar

Di atas kertas, 6.4 Power Stroke tetap terlihat menarik karena memakai twin turbocharger dan high-pressure common rail fuel injection. Mesin ini juga memiliki torsi puncak 650 lb-ft, angka yang membuatnya tampak kuat untuk tugas berat.

Meski demikian, biaya perawatan dan potensi masalah emisi membuat keunggulan tersebut tidak selalu sebanding dengan risiko kepemilikannya. Inilah alasan mengapa banyak pembeli bekas lebih berhati-hati saat berhadapan dengan mesin ini.

Jejak desain dan penggantinya

Walau berbeda dari 6.0 Power Stroke yang lebih awal, 6.4 tetap membawa beberapa pilihan desain yang dipertanyakan. Warisan itulah yang ikut membuatnya tidak mendapat sambutan sebaik mesin diesel Ford lain.

Ford kemudian menggantinya dengan diesel 6.7-liter pada 2011. Kehadiran mesin baru itu menegaskan bahwa 6.4 memang berada di jalur yang sulit sejak awal produksinya.

Bagi pembeli truk diesel Ford bekas, fokus utama tidak cukup hanya pada tenaga dan torsi. Riwayat perawatan, kondisi sistem emisi, dan tanda-tanda oil dilution menjadi faktor yang jauh lebih penting saat menilai 6.4 Power Stroke.

Berita Terkait