Frame Metal Dan IP68 Naikkan Kesan Premium Samsung Galaxy A57, Mid-Range Rasa Flagship

Author: Redaksi Android62

Samsung Galaxy A57 langsung menarik perhatian bukan karena sekadar membawa nama besar Samsung, melainkan karena cara perangkat ini mendekati pengalaman ponsel kelas atas di rentang harga Rp7 juta—8 jutaan. Kombinasi material, perlindungan bodi, hingga dukungan perangkat lunak membuatnya terasa lebih matang dibanding banyak lawan di kelas menengah.

Dari luar, Galaxy A57 memang dirancang untuk memberi kesan yang lebih solid. Aura premium itu tidak hanya datang dari tampilan, tetapi juga dari detail yang biasanya lebih sering ditemui pada lini flagship Samsung.

Frame metal yang mengubah karakter bodi

Pembaruan yang paling mudah dirasakan ada pada frame metal datar yang dipakai Galaxy A57. Mengacu pada laporan JagatReview dan 91Mobiles, penggunaan rangka aluminium membuat bodi ponsel terlihat lebih meyakinkan sekaligus terasa lebih kokoh ketika digenggam.

Aluminium sendiri dikenal ringan, tetapi tetap kuat untuk pemakaian harian. Ciri seperti ini umumnya melekat pada perangkat kelas premium, sehingga kehadirannya di Galaxy A57 otomatis menaikkan nilai rasa pakai dan kesan visual ponsel.

Perlindungan IP68 ikut memperkuat posisi perangkat

Selain rangka metal, Galaxy A57 juga membawa sertifikasi IP68 menurut Samsung Newsroom. Artinya, perangkat ini punya perlindungan terhadap debu dan mampu bertahan di air sedalam 1,5 meter selama 30 menit.

Sertifikasi seperti ini lazim dijumpai pada ponsel flagship, termasuk Samsung Galaxy S24, Galaxy S24 Plus, dan Galaxy S25 Ultra. Jika dibandingkan dengan Galaxy A56 dan Galaxy A55 yang masih memakai IP67, peningkatan ini menunjukkan Samsung memberi perhatian lebih besar pada sisi ketahanan bodi.

Tampilan depan dibuat lebih rapi

Kesan premium Galaxy A57 tidak berhenti di bagian rangka dan ketahanan. GSMArena menyebut perangkat ini memakai panel Super AMOLED Plus yang membantu menghasilkan bezel lebih tipis, dengan screen to body ratio sekitar 88,8 persen.

Angka tersebut membuat tampilan depan Galaxy A57 terasa lebih modern dan ramping. Sebagai pembanding, Galaxy A56 masih berada di kisaran 87,7 persen, sehingga perubahan pada Galaxy A57 cukup terasa saat layar menyala penuh.

Kaca pelindung yang biasanya hadir di kelas atas

Samsung juga membekali Galaxy A57 dengan Corning Gorilla Glass Victus+ di bagian depan dan belakang. Material ini dikenal sebagai lapisan kaca premium yang juga dipakai pada HP flagship seperti Samsung Galaxy S22 Ultra.

Kehadiran Gorilla Glass Victus+ memberi nilai tambah dari sisi perlindungan terhadap goresan dan risiko retak. Di kelas menengah, banyak perangkat masih mengandalkan back door plastik atau kaca kelas menengah seperti Corning Gorilla Glass 7i, sehingga pilihan material Galaxy A57 terasa lebih serius.

Dukungan software yang lebih panjang

Nilai jual lain datang dari sisi perangkat lunak. Laman SammyFans menyebut Galaxy A57 akan mendapat update hingga 6 tahun, mencakup pembaruan sistem Android dan security patch.

Dukungan selama itu tergolong panjang untuk kelas menengah, karena banyak pesaing hanya menawarkan pembaruan 2-5 tahun. Durasi tersebut memang belum menyamai flagship yang berani memberi dukungan hingga 7 tahun, tetapi cukup menunjukkan bahwa Galaxy A57 disiapkan untuk pemakaian jangka panjang.

Jika dilihat sebagai satu paket, Galaxy A57 menggabungkan frame metal, IP68, Gorilla Glass Victus+, layar dengan bezel yang lebih tipis, dan update software yang panjang. Susunan fitur itu membuatnya terasa seperti mid-range yang menyerap banyak elemen khas flagship tanpa keluar dari kelas harganya.

Source: www.idntimes.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru