Freelander 8 First Edition tampil dengan paket teknologi yang jarang disatukan dalam satu SUV: sistem range extender 800V, baterai 60,331 kWh, dan fokus kuat pada kemampuan off-road premium. Di China, kemunculan model ini langsung menegaskan arah baru kerja sama Chery dan Jaguar Land Rover.
Paket tersebut membuat Freelander 8 tidak hanya menonjol di atas kertas, tetapi juga membawa ambisi besar pada efisiensi energi, jarak jelajah listrik murni, serta kemampuan menghadapi medan berat. Di tengah persaingan SUV premium, kombinasi itu menjadi pembeda utama yang sulit diabaikan.
Teknologi elektrifikasi menjadi pondasi utama
Model ini berdiri di atas platform baru yang dirancang khusus. Sistem penggeraknya memakai teknologi range extender bertegangan tinggi 800V, sementara baterainya dipasok oleh CATL.
Dalam konfigurasi tersebut, Freelander 8 diklaim mampu menempuh jarak hingga 221 km hanya dengan mode listrik murni. Saat daya baterai menurun, mesin pembakaran internal bertugas sebagai pemasok energi tambahan, bukan penggerak utama.
Mesin yang digunakan adalah unit bensin 1.5 liter turbo dengan daya maksimum 115 kW. Perannya lebih ditujukan untuk menjaga suplai energi agar karakter elektrifikasinya tetap konsisten.
Sistem baterai ini juga mendukung pengisian cepat hingga 6C dengan kemampuan menerima daya puncak mencapai 350 kW. Fokusnya tidak hanya pada kecepatan pengisian, tetapi juga pada pengelolaan suhu baterai agar tetap stabil.
Disiapkan serius untuk lintasan off-road
Walau membawa identitas elektrifikasi modern, Freelander 8 tetap diarahkan sebagai SUV off-road premium. Untuk itu, kendaraan ini dibekali sistem i-ATS intelligent all-terrain yang sudah disempurnakan oleh Huawei.
Pengembangan tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan jelajah tidak semata bergantung pada perangkat keras. Kontrol digital juga ikut dipoles agar kendaraan lebih adaptif saat melewati kondisi jalan yang beragam.
Di sektor traksi, Freelander 8 mengandalkan tiga diferensial pengunci. Susunannya terdiri dari pengunci mekanis di depan, electronic limited-slip differential atau e-LSD di belakang, serta virtual center lock.
Kombinasi itu membantu distribusi traksi tetap optimal ketika permukaan jalan memiliki tingkat cengkeram yang berbeda. Pada kendaraan yang disiapkan untuk medan berat, karakter seperti ini menjadi salah satu syarat penting.
Selain itu, Freelander 8 memakai suspensi udara dual-chamber tertutup. Sistem ini dapat menyesuaikan redaman dan ketinggian kendaraan sesuai kebutuhan jalur yang dilalui.
Perangkat elektroniknya ikut menjadi senjata utama
Di luar sisi penggerak dan sasis, Freelander 8 juga menempatkan elektronik sebagai bagian penting dari paket produknya. SUV ini memakai arsitektur kontrol terpusat yang ditenagai chip komputasi Qualcomm Snapdragon 8397.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kendaraan modern kini tak lagi bergantung pada mesin dan sasis saja. Komputasi menjadi fondasi untuk mengelola sistem kendaraan, konektivitas, dan fitur bantuan mengemudi.
Seluruh varian Pro, Max, dan Max+ sudah dibekali sensor LiDAR 896-line yang dipasang di atap. Perangkat ini bekerja bersama sistem bantuan berkendara cerdas Huawei Qiankun ADS 5.
Kombinasi keduanya ditujukan untuk meningkatkan pembacaan situasi di sekitar kendaraan sekaligus mendukung bantuan mengemudi tingkat lanjut. Dengan begitu, Freelander 8 tampil bukan hanya sebagai SUV elektrifikasi, tetapi juga sebagai kendaraan yang sangat bergantung pada sensor dan perangkat lunak.
Debut publiknya di China memperlihatkan arah produk yang sangat jelas. Dari platform baru, range extender 800V, baterai 60,331 kWh, jarak tempuh listrik murni hingga 221 km, mesin 1.5 turbo 115 kW, hingga dukungan i-ATS, tiga pengunci diferensial, suspensi udara, LiDAR 896-line, dan Huawei Qiankun ADS 5, Freelander 8 datang dengan paket yang serius untuk menantang peta SUV off-road premium.
Source: otodriver.com






