Fregat Rusia Tembak Peringatan Dekat Yacht Inggris, Ketegangan Selat Inggris Meningkat

Author: Redaksi Android62

Fregat Rusia Admiral Grigorovich melepaskan tembakan peringatan di dekat sebuah yacht berbendera Inggris di Selat Inggris setelah kedua kapal berada dalam jarak yang sangat dekat. Insiden itu memicu penyelidikan Kementerian Pertahanan Inggris dan menambah sorotan pada lalu lintas laut yang padat di kawasan tersebut.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, kejadian itu merupakan “insiden terisolasi” dan tidak terkait dengan penyitaan sebuah tanker armada bayangan Rusia di Selat Inggris pada hari Minggu sebelumnya. Otoritas Inggris juga menegaskan tembakan itu tidak diarahkan ke kapal pesiar dan dilakukan untuk mencegah kemungkinan tabrakan.

Insiden berlangsung di luar perairan teritorial Inggris

Peristiwa tersebut terjadi di antara Isle of Wight dan Normandia, sekitar 20 mil laut atau 23 mil biasa di selatan Isle of Wight. Laporan yang diterima pejabat Inggris menyebut kapal perang Rusia menembakkan suar peringatan dari jarak sekitar 500 yard, atau 457 meter, sehingga dianggap sangat dekat untuk standar pelayaran laut.

BBC memahami yacht kecil tanpa mesin itu sebelumnya melayang ke arah kapal perang dalam kondisi berkabut setelah berangkat dari Inggris. Pejabat Inggris menduga Admiral Grigorovich berupaya memberi sinyal bahwa kapal pesiar itu hanyut dan bukan bergerak dengan mesin, sehingga lebih sulit bermanuver.

Versi Rusia dan penjelasan Inggris

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut yacht tersebut bergerak dengan “pendekatan berbahaya” ke arah kapal perang. Rusia mengatakan awak kapal berulang kali mencoba menghubungi yacht lewat radio sebelum akhirnya meluncurkan suar peringatan dan menembakkan senjata ke arah jalurnya.

Dalam pernyataannya, pihak Rusia menyatakan para pelaut bertindak sesuai dengan “peraturan pelayaran internasional” yang berlaku. Di sisi lain, pihak Inggris menilai tembakan itu merupakan langkah untuk menghindari benturan di tengah situasi jarak dekat di laut.

Pengalaman penumpang di atas yacht

Di atas yacht itu ada pasangan berusia 60-an, Jane dan Alan Kelvey. Jane Kelvey mengatakan kepada BBC Newsnight bahwa kapal perang itu membunyikan lima kali klakson yang menurutnya berarti “apakah Anda melihat kami?”.

Ia mengatakan mereka segera mengubah haluan dua derajat ke kiri agar menunjukkan bahwa mereka menyadari keberadaan kapal perang itu. Beberapa saat kemudian, menurut Jane, terdengar lima kali klakson lagi yang langsung diikuti empat hingga lima tembakan senjata ringan ke udara.

Jane Kelvey menegaskan tembakan itu tidak diarahkan ke mereka. Ia menyebutnya sebagai tembakan peringatan yang naik ke udara menurut pemahaman mereka.

Respons kapal patroli Inggris

Sebuah perahu dari HMS Tyne dikirim ke yacht tersebut untuk mengumpulkan detail dan memeriksa keselamatan awaknya. Langkah itu diambil setelah laporan dari orang-orang di kapal pesiar diterima oleh otoritas Inggris.

Admiral Grigorovich sendiri sedang dibayangi HMS Mersey, yang telah mengikuti kapal itu selama beberapa hari setelah terlihat di lepas pantai Brest, Prancis. Royal Navy menyebut pengawasan tersebut sebagai operasi rutin.

Latar operasi kapal perang Rusia

Kapal perang Rusia secara rutin melintas di Selat Inggris di perairan internasional dan biasanya diawasi oleh kapal Royal Navy. Dalam kasus ini, Admiral Grigorovich disebut telah beroperasi di kawasan itu cukup lama.

BBC Verify sebelumnya mendapat informasi dari sumber NATO bahwa kapal itu diperintahkan Moskow untuk mengawal kapal-kapal armada bayangan melewati Selat Inggris. Citra satelit yang ditinjau BBC Verify juga menunjukkan kapal perbaikan PM-82 beroperasi antara Selat Inggris dan Laut Utara dalam beberapa bulan terakhir.

Pejabat NATO menilai PM-82 memasok makanan, air, dan perlengkapan lain ke Admiral Grigorovich agar kapal itu bisa tetap berada di laut dalam waktu lebih lama. Kapal itu juga diduga membantu memimpin konvoi Rusia melalui Selat Inggris.

Pada April, fregat tersebut dilaporkan mengawal enam kapal armada bayangan melalui jalur air itu sambil diawasi Royal Navy. Angkatan Laut Kerajaan sebelumnya juga mengatakan Grigorovich mengawal kapal berbendera Rusia yang menuju dan dari Atlantik, Mediterania, dan Baltik, termasuk satu kapal selam serta sekitar enam kapal dagang dan pendukung.

Reaksi dan konteks ketegangan

Mantan rear admiral Royal Navy James Parkin mengatakan penggunaan kekuatan bersenjata adalah pilihan terakhir dan hanya untuk membela diri. Ia tidak akan terkejut jika insiden itu merupakan salah hitung, bukan tindakan sengaja untuk menembaki yacht Inggris di dekat perairan Inggris.

Parkin juga menyebut penyitaan tanker armada bayangan Rusia pada akhir pekan itu sebagai “aib besar” bagi Moskow. Menurutnya, ada kapal angkatan laut Rusia di Selat Inggris yang memang berada di sana untuk mencegah peristiwa semacam itu.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Inggris dan Rusia. Peristiwa itu juga muncul pada hari ketika dua menteri pertahanan Inggris yang akan mundur, dalam pidato pengunduran diri mereka, memperingatkan meningkatnya perilaku agresif Rusia.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru