Galaxy A37 Kini Lebih Masuk Akal Di Rp5 Jutaan, Daya Tahan Nyaris 15 Jam Menjadi Andalan Utama

Author: Redaksi Android62

Di tengah persaingan kelas menengah yang makin padat, Samsung Galaxy A37 justru mulai terlihat lebih menarik karena banderolnya turun ke kisaran Rp5 jutaan. Perubahan harga ini membuat perangkat tersebut lebih mudah dipertimbangkan, terutama bagi pengguna yang mencari ponsel dengan baterai awet, layar AMOLED, dan dukungan software panjang.

Penurunan harga juga membuat pilihan kapasitas internalnya terasa lebih penting. Varian 8/128GB kini ada di Rp5,6 juta dari sebelumnya Rp6,5 juta, sedangkan varian 8/256GB turun dari Rp7,3 juta menjadi Rp5,9 juta.

Kapasitas lebih besar jadi opsi yang lebih masuk akal

Bagi banyak pengguna, varian 256GB terlihat paling aman untuk dipilih. Alasannya sederhana, Galaxy A37 tidak menyediakan slot MicroSD, sehingga ruang penyimpanan bawaan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan sejak awal.

Kondisi ini membuat varian yang lebih lega terasa lebih relevan untuk pemakaian jangka panjang. Pengguna yang gemar menyimpan banyak aplikasi, foto, dan video akan lebih terbantu dengan ruang internal yang lebih besar.

Baterai hampir 15 jam jadi daya tarik utama

Salah satu alasan Galaxy A37 masih menonjol ada pada ketahanan dayanya. Dalam pengujian PCMark, perangkat ini mampu bertahan hingga 14 jam 55 menit, nyaris menyentuh 15 jam.

Hasil itu membuat Galaxy A37 cocok untuk aktivitas luar ruangan dan mobilitas tinggi. Untuk kebutuhan harian seperti komunikasi, streaming, dan media sosial, pengguna tidak perlu terlalu sering mencari colokan.

Desain masih tipis, tetapi belum paling modern

Samsung membekali Galaxy A37 dengan bodi setebal 7,4 mm dan bobot 196 gram. Ukurannya masih terasa nyaman digenggam dan tidak terlalu berat untuk penggunaan harian.

Meski begitu, kesan premiumnya belum sepenuhnya kuat karena material yang dipakai masih plastik. Bagian depan juga masih menampilkan bezel yang tebal, sehingga tampilannya belum sejalan dengan tren layar bezel tipis simetris yang banyak muncul di kelasnya.

Layar AMOLED tetap jadi nilai jual khas Samsung

Jika ada sektor yang tetap kuat, layar menjadi salah satunya. Panel Super AMOLED milik Samsung menghadirkan warna yang vibrant, hitam pekat, dan akurasi warna sRGB yang hampir 100%.

Tingkat kecerahannya berada di angka 460 nits. Artinya, layar ini masih aman untuk penggunaan harian, meski visibilitas bisa turun saat dipakai di bawah sinar matahari terik.

Performa cukup aman untuk harian, bukan untuk game berat

Di bagian dapur pacu, Galaxy A37 memakai Exynos 1480, chipset yang juga dipakai pada Galaxy A55. Skor AnTuTu-nya berada di kisaran 1 jutaan, sehingga tenaganya tergolong biasa saja jika dilihat dari performa mentah.

Untuk gim berat, hasilnya juga belum terlalu meyakinkan. Genshin Impact pada setelan terendah hanya mencatat rata-rata 44 FPS, sementara Wuthering Waves masih terasa tersendat di beberapa momen.

Namun, untuk kebutuhan harian dan gim populer, hasilnya masih tergolong aman. PUBG dan Mobile Legends berjalan lancar, sementara stabilitas perangkat juga cukup kuat dengan hasil stress test 99,7 persen dan suhu yang terjaga di 41 derajat Celsius.

Sistem operasi panjang dan fitur AI sudah disiapkan

Galaxy A37 langsung berjalan dengan One UI 8.5 berbasis Android 16 saat keluar dari boks. Samsung juga menjanjikan dukungan software hingga 6 tahun, yang menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin memakai ponsel dalam waktu lama.

Antarmukanya disebut berjalan mulus dan bebas iklan sampah. Sejumlah fitur AI juga sudah tersedia, termasuk Circle to Search, Object Eraser, dan Auto Trim video untuk membantu kebutuhan konten media sosial.

Kamera utama paling konsisten, ultrawide paling lemah

Pada sektor kamera, Galaxy A37 mengandalkan kamera utama 50MP dengan OIS. Hasil fotonya punya karakter khas Samsung, dengan detail tajam, warna langit yang biru matang, dan output yang relatif siap unggah tanpa banyak edit.

Kamera depan 12MP juga dinilai lebih layak diandalkan karena skin tone terlihat natural. Sementara itu, fitur Nightography disebut solid untuk pemakaian harian dan membantu saat memotret di kondisi minim cahaya.

Dari tiga kamera yang tersedia, kamera ultrawide 8MP menjadi bagian yang paling lemah. Detailnya minim, sehingga perannya lebih cocok sebagai pelengkap daripada andalan utama untuk kebutuhan foto.

Berita Terbaru