Galaxy AI 2.0 Dan Animasi 144Hz Di One UI 9, HP Galaxy Lawas Bisa Terasa Lebih Segar

Samsung tengah menyiapkan One UI 9 berbasis Android 16 dengan fokus yang tidak hanya terlihat di tampilan, tetapi juga terasa langsung pada cara ponsel bekerja. Pembaruan ini diarahkan untuk membuat perangkat Galaxy yang kompatibel, termasuk model lawas, lebih responsif, lebih hemat tenaga, dan lebih nyaman dipakai sehari-hari.

Bagian yang paling menonjol dari pembaruan ini ada pada Galaxy AI 2.0. Sistem kecerdasan buatan itu dikabarkan akan bekerja lebih dekat dengan inti perangkat, sehingga bisa membaca kebiasaan pengguna secara real-time tanpa memberi beban berlebihan pada baterai.

Pendekatan tersebut membuat ponsel tidak sekadar menjalankan perintah, tetapi ikut menyesuaikan diri dengan rutinitas pemiliknya. One UI 9 disebut mampu memprediksi aplikasi yang kemungkinan dibuka berdasarkan lokasi dan waktu, lalu menyiapkan sumber daya agar aplikasi terasa terbuka lebih cepat.

Dengan cara kerja seperti itu, AI pada Galaxy tidak lagi hanya muncul di fitur tertentu. Fungsinya bergeser menjadi bagian dari sistem inti yang membantu penggunaan harian terasa lebih praktis dan lebih cepat.

Tampilan dibuat lebih modern

Di sisi visual, Samsung juga menyiapkan perubahan besar lewat bahasa desain baru. Konsep “Glassy Design” yang disebut berasal dari rantai pasokan perangkat lunak akan memberi nuansa lebih transparan pada panel notifikasi dan Quick Settings.

Perubahan ini ditujukan untuk memberi kesan yang lebih modern tanpa mengorbankan kenyamanan navigasi. Pada saat yang sama, Samsung disebut memaksimalkan layar dengan refresh rate tinggi agar perpindahan antarmuka terasa lebih mulus.

Animasi sistem di One UI 9 dioptimalkan untuk stabil di 144Hz. Efek gulir, perpindahan menu, dan multitasking berat pun diharapkan terasa lebih halus dari sebelumnya.

Bagi pengguna HP Galaxy yang sudah berumur, bagian ini bisa menjadi peningkatan yang paling mudah dirasakan. Perangkat yang mulai kehilangan kelancaran visual berpeluang tampil lebih segar tanpa perlu diganti ke model baru.

Keamanan ikut diperkuat

Samsung tidak hanya menaruh perhatian pada kecepatan dan visual. Bersamaan dengan hadirnya Android 16, perusahaan juga menyiapkan lapisan keamanan baru untuk melindungi data pengguna.

Salah satunya adalah fitur AI Encryption yang dirancang mengenkripsi data sensitif secara dinamis. Pengguna juga disebut akan mendapat kontrol yang lebih detail atas akses kontak dan lokasi.

Di sisi lain, Samsung Knox memperoleh peningkatan penting. Sistem keamanan ini dikabarkan mampu mendeteksi ancaman siber lebih awal, bahkan sebelum malware sempat menginfeksi perangkat.

Kombinasi tersebut membuat One UI 9 tidak hanya berorientasi pada tampilan dan performa. Samsung tampak ingin membangun sistem yang lebih cerdas sekaligus lebih siap menghadapi ancaman digital yang semakin rumit.

Perangkat yang lebih dulu mendapat giliran

Meski masih berada pada tahap uji coba awal, jalur distribusi pembaruan ini sudah mulai terlihat. Seri Galaxy S26 dipastikan menjadi perangkat pertama yang mencicipi versi beta publik pada pertengahan tahun ini.

Setelah itu, giliran lini foldable terbaru serta seri flagship generasi sebelumnya seperti Galaxy S25 dan S24 disebut akan menyusul. Pola ini menunjukkan Samsung ingin memastikan transisi ke Android 16 berjalan mulus di seluruh perangkat yang diprioritaskan.

Jika optimasi yang dijanjikan berjalan konsisten, One UI 9 punya peluang membuat HP Galaxy lawas terasa lebih segar, lebih cerdas, dan lebih dekat ke pengalaman flagship 2026. Bagi pengguna yang ingin bertahan lebih lama dengan perangkatnya, pembaruan ini menjadi salah satu yang paling menarik untuk ditunggu.

Berita Terkait