Ponsel supertipis ternyata tidak selalu harus datang dari kelas flagship terbaru. Dari deretan perangkat yang pernah hadir, ada model yang justru mampu menembus angka ketebalan di bawah Galaxy S25 Edge, bahkan ada yang masih mempertahankan jack audio 3,5 mm.
Hal itu terlihat dari sejumlah nama yang menonjol karena pendekatan desainnya berbeda-beda. Sebagian memilih memangkas fitur demi bodi yang lebih ramping, sementara yang lain memanfaatkan format lipat untuk tetap membawa baterai besar, kamera mumpuni, dan penyimpanan lega.
Opsi yang lebih tipis dari Galaxy S25 Edge
Galaxy S25 Edge sendiri hadir dengan ketebalan 5,8 mm dan bobot 163 gram. Di kelas yang sama soal desain ramping, Apple iPhone Air justru sedikit lebih tipis karena hanya 5,6 mm, meski bobotnya mencapai 165 gram.
Apple meluncurkan iPhone Air pada 19 September 2025. Untuk menjaga bodi setipis itu, perangkat ini tidak membawa lensa telefoto dan ultra-wide.
Pembatasan lain juga diterapkan pada perekaman video. iPhone Air hanya mendukung 4K hingga 60 fps tanpa ProRes.
Masih lebih tipis lewat format lipat
Jika ponsel lipat ikut dihitung, Samsung Galaxy Z Fold 7 masuk daftar dengan cara yang berbeda. Saat dibuka, ketebalannya hanya 4,2 mm, meski ketika tertutup bodinya menjadi 8,9 mm.
Format lipat memberi ruang lebih longgar untuk komponen di dalam perangkat. Karena itu, Galaxy Z Fold 7 masih dibekali kamera utama setara Galaxy S25 Ultra, lensa telefoto, baterai 4.400 mAh, dan penyimpanan hingga 1 TB.
Samsung juga punya Galaxy Z Trifold yang lebih ekstrem dalam urusan ketipisan. Saat dibuka, perangkat ini hanya setebal 3,9 mm, tetapi berubah menjadi 12,9 mm saat dilipat.
Model tersebut dipasarkan dengan harga premium USD 2.899. Meski sangat tipis saat terbuka, Samsung tetap menanamkan baterai 5.600 mAh dan mempertahankan lensa telefoto di dalamnya.
Pendahulu yang lebih dulu mengejar bodi ramping
Sebelum tren ponsel premium yang sangat tipis kembali ramai, Oppo R5 sudah lebih dulu mencuri perhatian pada 2014. Ketebalannya hanya 4,85 mm, jauh di bawah Galaxy S25 Edge.
Namun, desain itu datang dengan sejumlah pengorbanan. Oppo menghapus audio jack 3,5 mm, slot kartu SD, dan hanya menyisakan satu slot nano-SIM.
Dari periode yang sama, Vivo X5 Max tampil lebih tipis lagi dengan ketebalan 4,75 mm. Yang menarik, Vivo tetap mempertahankan audio jack 3,5 mm, dua slot SIM, dan slot MicroSD.
Vivo X5 Max juga memiliki tonjolan kamera yang sangat minim. Meski begitu, spesifikasinya kini sudah tertinggal jauh untuk standar 2026.
Daftar ini menunjukkan bahwa ponsel supertipis bisa lahir dari strategi yang berbeda. Ada yang memangkas fitur demi bodi ramping, ada pula yang tetap membawa fitur lengkap sambil mengandalkan desain lipat.
