Galaxy S26 memang membuka penjualan dengan lebih cepat daripada Galaxy S25, tetapi keunggulan itu ternyata tidak bertahan lama. Data terbaru menunjukkan momentum awal seri ini mulai melemah hanya dalam beberapa pekan, sampai akhirnya posisi penjualannya dibalik oleh pendahulunya pada perbandingan waktu yang setara.
Counterpoint mencatat penjualan kumulatif Galaxy S26 dalam enam pekan pertama masih 15% lebih tinggi dibanding Galaxy S25 pada periode yang sama. Angka itu menunjukkan respons awal pasar yang kuat, namun tren mingguan sesudahnya memberi sinyal yang lebih hati-hati.
Pekan keenam menjadi titik penting karena laju penjualan Galaxy S26 sudah turun di bawah Galaxy S25 jika dilihat pada periode yang setara setelah masing-masing peluncuran. Bagi lini flagship, perubahan seperti ini biasanya langsung dibaca sebagai tanda bahwa dorongan awal mulai mereda.
Sujeong Lim dari Counterpoint menyoroti pertanyaan yang kini mengemuka, yaitu apakah seri Galaxy S26 mampu mempertahankan momentum awalnya. Fokus pun bergeser dari besarnya lonjakan penjualan di awal ke daya tahan permintaan dalam minggu-minggu berikutnya.
Pasar besar masih jadi penopang utama
Kenaikan paling besar datang dari wilayah yang mencatat pertumbuhan dua digit. Amerika Serikat dan Korea Selatan menjadi penopang utama performa awal Galaxy S26 secara keseluruhan.
Eropa juga disebut memberikan hasil yang baik. Jan Stryjak, Associate Director Counterpoint, mengaitkan capaian itu dengan Galaxy S26 Ultra, kehadiran Privacy Display baru, serta keputusan Samsung untuk tidak menaikkan harga.
Kombinasi fitur dan strategi harga tersebut membantu menjaga minat konsumen di segmen premium. Tanpa kenaikan harga, Samsung tidak menambah hambatan bagi calon pembeli di tengah pasar yang tetap ketat.
Namun performanya belum merata
Di sisi lain, pertumbuhan Galaxy S26 tidak berjalan mulus di semua negara. Counterpoint mencatat seri ini justru kesulitan di Jepang dan China.
Kedua pasar itu dikenal sangat kompetitif dan sensitif terhadap merek, harga, serta preferensi lokal. Karena itu, hasil global Galaxy S26 masih sangat bergantung pada beberapa pasar inti yang performanya lebih kuat.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa keunggulan awal Galaxy S26 belum bisa dianggap sepenuhnya stabil. Jika wilayah yang kuat mulai melambat sementara pasar yang lemah belum pulih, tekanan pada total penjualan bisa muncul lebih cepat.
Samsung tetap tumbuh, tetapi ruang aman mulai mengecil
Meski demikian, Samsung masih bisa menunjukkan hasil positif secara keseluruhan. Counterpoint juga mencatat penjualan smartphone Samsung secara kumulatif naik 5% dibanding periode awal peluncuran Galaxy S25.
Itu berarti portofolio Samsung secara umum masih bergerak ke arah yang positif. Namun, laju Galaxy S26 sendiri mulai kehilangan tenaga lebih cepat dari yang diharapkan, sehingga margin keunggulan terlihat makin tipis.
Untuk sementara, Galaxy S26 tetap memulai langkah lebih baik daripada Galaxy S25. Tetapi setelah efek peluncuran awal mereda, ketahanan permintaan, kekuatan masing-masing varian, dan performa di tiap wilayah akan jauh lebih menentukan hasil akhirnya.
