Bagi banyak pembeli, selisih antara Galaxy S26 dan Galaxy S25 justru tidak cukup besar untuk membuat model terbaru otomatis jadi pilihan paling masuk akal. Keunggulan Galaxy S26 memang ada, tetapi sebagian besar peningkatannya terasa seperti penyempurnaan, bukan lompatan besar yang mengubah pengalaman memakai ponsel setiap hari.
Itulah sebabnya Galaxy S25 masih terlihat menarik, terutama saat harga menjadi pertimbangan utama. Dengan selisih sekitar €150 atau $150, banyak orang mungkin lebih nyaman memilih model lama karena karakter dasar keduanya tetap sangat mirip.
Perbedaan yang paling terasa ada di baterai dan pengisian daya
Galaxy S26 membawa baterai 4.300 mAh, naik dari 4.000 mAh pada Galaxy S25. Kenaikan ini memberi dampak langsung pada daya tahan, terutama saat ponsel dipakai untuk browsing dan streaming video.
Dalam pengujian, keduanya memang mencatat hasil yang mirip untuk panggilan dan gaming. Namun Galaxy S26 mulai menunjukkan jarak lebih jelas saat dipakai untuk aktivitas yang lebih berat, meski selisihnya tetap tidak mengubah karakter perangkat secara total.
Di sektor pengisian, keduanya sama-sama mendukung 25W wired charging melalui Power Delivery. Meski angka resminya sama, Galaxy S26 mengisi lebih cepat dalam praktik, dengan 34 persen dalam 15 menit pertama dan 62 persen setelah 30 menit.
Galaxy S25 tertinggal di angka 28 persen pada 15 menit dan 56 persen pada 30 menit. Untuk pengisian penuh, Galaxy S26 membutuhkan 64 menit, sedangkan Galaxy S25 perlu 77 menit.
Chipset baru memberi dorongan, tetapi bukan kejutan besar
Samsung kembali memakai pendekatan dua chipset di Galaxy S26. Di Eropa dan Korea Selatan, ponsel ini memakai Exynos 2600, sementara di Amerika Serikat, China, dan Jepang Samsung menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.
Galaxy S25 sendiri memakai Snapdragon 8 Elite for Galaxy di seluruh dunia. Exynos 2600 dibuat dengan proses 2nm dan menggunakan GPU Xclipse 960 rancangan AMD, sedangkan Snapdragon 8 Elite dibuat dengan proses 3nm dan memakai GPU Adreno 830.
Hasil benchmark menempatkan Galaxy S26 di depan, tetapi tidak dengan jarak yang jauh. Galaxy S26 mencatat AnTuTu 10 sebesar 2.441.481, Geekbench 6 sebesar 10.824, dan 3D Mark Wild Life 7.230.
Galaxy S25 membukukan 2.193.701 di AnTuTu 10, 10.050 di Geekbench 6, dan 6.703 di 3D Mark Wild Life. Selisihnya berada di kisaran sekitar 8 persen di Geekbench 6, 8 persen di 3DMark Wild Life Extreme, dan 11 persen di AnTuTu 10.
Keduanya sama-sama dibekali RAM 12GB. Untuk penyimpanan, Galaxy S25 mulai dari 128GB, sementara Galaxy S26 di banyak pasar dimulai dari 256GB, walau versi 128GB masih ada meski tidak tersebar luas.
Desain dan layar nyaris tidak memberi alasan besar untuk upgrade
Dari luar, kedua ponsel ini memang sangat mirip. Keduanya memakai Gorilla Glass Victus 2 di bagian depan dan belakang, serta frame Aluminum Armor 2.
Galaxy S26 sedikit lebih besar dengan ukuran 149,6 x 71,7 x 7,2 mm dan bobot 167 gram. Galaxy S25 punya ukuran 146,9 x 70,5 x 7,2 mm dengan bobot 162 gram, jadi perbedaannya terasa tipis saat digenggam.
Layar juga tidak berubah jauh. Galaxy S26 memakai panel LTPO OLED 6,3 inci 120Hz dengan resolusi 1080 x 2340 piksel dan kecerahan 1.383 nits.
Galaxy S25 menggunakan LTPO OLED 6,2 inci 120Hz dengan resolusi yang sama dan kecerahan 1.395 nits. Secara praktis, kualitas visual keduanya sangat dekat, dengan PPI 411 pada Galaxy S26 dan 416 pada Galaxy S25.
Kamera depan jadi pembeda, kamera belakang tetap sangat akrab
Kamera belakang Galaxy S26 pada dasarnya masih mengikuti formula yang sama. Kamera utama tetap 50MP dengan sensor format optik 1/1,56 inci dan lensa setara 23mm yang sudah dilengkapi stabilisasi.
Kamera telefoto juga masih memakai sensor 3K1, sedangkan ultrawide tetap memakai sensor RGB format optik 1/2,55 inci tanpa autofocus. Dalam foto siang hari, hasil keduanya sangat mirip, meski Galaxy S26 cenderung memberi warna yang lebih hangat dan detail yang sedikit lebih halus.
Pada zoom 2x dan 3x, perbedaannya juga tipis. Untuk ultrawide di siang hari, detailnya praktis setara, sementara pada kondisi cahaya rendah tidak ada pemenang mutlak.
Perubahan paling jelas justru hadir di kamera depan. Galaxy S26 memakai lensa selfie setara 23mm, lebih lebar dibanding 25-26mm pada model lama, dan hasilnya disebut lebih tajam serta lebih fleksibel.
Audio dan video menambah poin, tetapi tidak cukup untuk mengubah gambaran besar
Di sisi perekaman video, kemampuan dasar keduanya hampir sama. Keduanya mendukung 4K60 di semua kamera, 8K30 di kamera utama belakang, dan mode Pro video yang sama-sama mumpuni.
Galaxy S26 menambahkan Horizon lock stabilization serta LUTs untuk preview real-time saat merekam Log. Pada siang hari, kualitas video kedua ponsel nyaris identik, sementara pada malam hari Galaxy S26 unggul di ultrawide dan Galaxy S25 lebih baik pada 3x.
Speaker Galaxy S26 sedikit lebih pelan dibanding Galaxy S25. Meski begitu, suaranya dinilai lebih baik karena terasa lebih berisi, bass lebih kuat, dan vokal tetap jelas.
Keduanya juga sama-sama mendukung wireless charging hingga 15W melalui Qi2. Untuk aksesori wireless charging magnetik, keduanya tetap membutuhkan casing magnetik.
