Galaxy S26 Ultra diposisikan Samsung sebagai ponsel yang tidak sekadar menunggu perintah, melainkan lebih dulu membantu pengguna dalam aktivitas harian. Arah ini terlihat dari lima fitur AI yang disiapkan untuk bekerja lebih proaktif, mulai dari merapikan informasi harian sampai membantu pengolahan foto dan audio.
Perubahan itu membuat pengalaman Galaxy AI terasa lebih dekat dengan rutinitas sehari-hari. Bukan cuma saat membuka aplikasi tertentu, tetapi juga ketika pengguna baru mengangkat ponsel dan ingin langsung melihat hal yang paling penting.
Audio yang lebih bersih saat konten diputar
Salah satu pembaruan yang paling praktis ada pada Audio Eraser. Fitur ini tidak lagi hanya berguna untuk membersihkan kebisingan dari video yang direkam sendiri, tetapi juga bisa dipakai secara real-time saat menonton video di aplikasi pihak ketiga.
Samsung menyebut dukungannya mencakup YouTube, Netflix, Instagram, TikTok, dan aplikasi lain yang kompatibel. Pengguna juga bisa mengaktifkannya dari Quick Panel tanpa harus keluar dari aplikasi yang sedang digunakan.
Di dalamnya tersedia slider pengurang noise dan tombol Voice Focus. Sistem ini berjalan langsung di perangkat dan bisa mendeteksi enam jenis suara, yaitu voices, music, wind, nature, crowd, dan noise.
Ringkasan harian yang langsung siap dibaca
Now Brief tetap menjadi pusat pengalaman Galaxy, tetapi fungsinya dibuat lebih personal di Galaxy S26 Ultra. Fitur ini menggabungkan agenda mendatang, cuaca, dan energy score dari Samsung Health dalam satu tampilan singkat.
Samsung menempatkan informasi itu agar siap terlihat saat ponsel pertama kali diangkat. Hasilnya, pengguna tidak perlu berpindah-pindah aplikasi hanya untuk memeriksa hal dasar di pagi hari.
Fitur ini memerlukan login akun Samsung dan koneksi jaringan. Untuk pengguna yang mengandalkan ponsel sebagai pusat aktivitas, Now Brief menjadi salah satu elemen AI yang paling terasa manfaatnya.
Notifikasi panjang tidak lagi harus dibaca satu per satu
Galaxy S26 Ultra juga membawa Notification Highlights di One UI 8.5. Fitur ini memakai AI untuk meringkas notifikasi yang panjang, termasuk pesan dari grup chat yang ramai.
Ringkasan hanya muncul saat notifikasi masih tertutup. Saat pesan dibuka, isi aslinya tetap tersedia penuh sehingga konteks percakapan tidak hilang.
Samsung menyebut fitur ini bekerja otomatis tanpa pengaturan awal. Sistem akan aktif ketika dianggap berguna, terutama saat panel notifikasi terlalu padat untuk dibaca cepat.
Edit foto dibuat lebih lengkap
Photo Assist naik kelas di One UI 8.5 dan tidak lagi sebatas alat penghapus objek. Pengguna tetap bisa menghapus objek yang tidak diinginkan atau photobomber dengan AI eraser, tetapi kini ada tambahan yang membuat proses edit lebih fleksibel.
Salah satunya adalah riwayat edit, sehingga hasil bisa dikembalikan ke tahap sebelumnya bila diperlukan. Samsung juga menambahkan opsi privasi agar pemrosesan penghapusan objek bisa dilakukan sepenuhnya di perangkat.
Tab Create membuka ruang yang lebih luas lewat AI generatif. Melalui bagian ini, pengguna bisa mengubah suasana foto secara menyeluruh dengan perintah suara atau teks, sementara fitur Style bisa dipakai untuk membuat tampilan kartun 3D, komik, atau figur tanah liat.
Photo Assist memerlukan koneksi jaringan dan login akun Samsung. Samsung juga menyebut hasil gambar AI akan diberi watermark yang terlihat dan akurasinya tidak dijamin.
Creative Studio untuk kebutuhan visual cepat
Selain Photo Assist, Samsung menyiapkan Creative Studio sebagai alat AI generatif mandiri di Galaxy S26 Ultra. Fungsinya mencakup pembuatan stiker, wallpaper, kartu ucapan, kartu profil, dan undangan dari prompt teks.
Pengguna dapat membukanya dari app drawer, memilih template, lalu menuliskan deskripsi visual yang diinginkan. Fitur ini juga mendukung kombinasi sketsa tangan, foto yang sudah ada, dan prompt teks dalam satu proses.
Integrasi dengan Samsung Notes menjadi nilai tambah yang menarik. Hasil kreasi seperti stiker atau kartu bisa langsung disisipkan ke catatan tanpa perlu berpindah aplikasi.
Creative Studio memerlukan koneksi jaringan dan login akun Samsung. Sama seperti fitur generatif lain, Samsung menyatakan akurasi hasil tidak dijamin.
Di atas kertas, rangkaian fitur itu menunjukkan arah yang jelas: Galaxy S26 Ultra dibangun agar AI bekerja lebih cepat, lebih dekat, dan lebih proaktif dalam keseharian. Dari ringkasan pagi hingga pengolahan suara video, Samsung tampaknya ingin ponsel ini terasa lebih sigap sebelum pengguna sempat meminta.
Source: www.sammobile.com






