Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan rangkaian mode kamera yang jauh lebih lengkap daripada sekadar Photo dan Video standar. Di antara yang paling menonjol, pengguna bisa mengaktifkan perekaman log video, Expert RAW, hingga fitur tambahan yang tersedia gratis lewat Galaxy Store.
Fokus utama perangkat ini tidak hanya pada hasil otomatis, tetapi juga pada kontrol yang lebih dalam untuk foto dan video. Karena itu, Galaxy S26 Ultra terasa ditujukan bagi pengguna yang ingin memanfaatkan kemampuan kamera secara lebih serius, baik untuk perekaman harian maupun proyek yang menuntut pengaturan manual.
Kontrol video yang paling luas
Di sisi video, Pro Video menjadi mode paling fleksibel karena memberi kendali atas ISO, shutter speed, white balance, fokus, hingga level mikrofon saat merekam. Mode ini juga membuka pilihan frame rate yang lebih beragam, termasuk 8K 24fps, 4K 120fps, dan FHD 120fps.
Pro Video juga menjadi jalur utama untuk perekaman log video. Hasilnya dibuat datar dengan kontras rendah agar lebih mudah diolah lewat colour grading pada tahap penyuntingan.
Samsung menyediakan preview LUT secara real-time, sehingga pengguna bisa melihat gambaran hasil warna saat merekam sebelum menerapkannya penuh saat editing. Selain itu, mode ini mendukung codec APV yang diaktifkan terpisah melalui Camera Settings > Video format > APV.
Codec tersebut mempertahankan lebih banyak warna dan detail dibanding format kompresi standar, meski ukuran file menjadi besar. Samsung juga memungkinkan perekaman langsung ke penyimpanan eksternal, sedangkan kontrol zoom yang lebih halus membantu transisi terlihat lebih sinematik.
Video standar tetap penting untuk pemakaian harian
Untuk kebutuhan yang lebih praktis, mode Video standar tetap membawa fungsi yang kuat. Salah satu yang paling berguna adalah Super Steady dengan Horizontal Lock, yang menjaga rekaman tetap stabil dan garis horizon tetap rata meski ponsel bergerak atau miring.
Fitur ini cocok untuk walking shot, adegan aksi, atau situasi saat tangan sulit benar-benar diam. Cara mengaktifkannya cukup masuk ke mode Video lalu mengetuk ikon Super Steady di toolbar viewfinder dan menyesuaikan Horizontal Lock sesuai kebutuhan.
Ada konsekuensi kecil saat fitur ini dipakai, karena Samsung memakai bidang pandang yang sedikit lebih sempit agar stabilisasi punya ruang kerja yang cukup. Meski begitu, hasilnya lebih aman untuk rekaman yang membutuhkan kestabilan ekstra.
Mode Video standar juga menjalankan Nightography secara otomatis ketika kamera mendeteksi cahaya rendah. Sistem akan menyesuaikan eksposur, pengurangan noise, dan pemrosesan detail secara real-time untuk membantu rekaman tetap bersih.
Kamera wide f/1.4 pada Galaxy S26 Ultra disebut mampu menangkap 47% lebih banyak cahaya dibanding kamera setara pada Galaxy S25 Ultra. Dalam kondisi gelap, kemampuan ini memberi ruang lebih besar bagi Nightography untuk menghasilkan video yang lebih detail.
Mode ini mendukung 4K hingga 60fps dan 8K pada 30fps. Opsi Auto FPS juga layak digunakan karena dapat menurunkan frame rate otomatis saat cahaya minim agar setiap frame menerima lebih banyak cahaya.
Mode foto khusus untuk hasil yang lebih terkontrol
Di ranah foto, mode Pro memberi kebebasan penuh untuk mengatur ISO, shutter speed, exposure compensation, fokus, dan white balance secara terpisah. Mode ini juga mendukung perekaman RAW bersama JPEG, sehingga file mentahnya lebih mudah diolah setelah pemotretan.
Samsung menempatkan mode Pro di menu More pada aplikasi kamera. Mode ini cocok untuk long exposure di malam hari, membekukan gerakan cepat dengan shutter tinggi, atau memakai bukaan f/1.4 sambil menjaga ISO tetap rendah.
Untuk kebutuhan yang lebih spesialis, Expert RAW tersedia sebagai aplikasi terpisah di Galaxy Store. Aplikasi gratis ini menggunakan multi-frame RAW capture dan menghasilkan file RAW dengan dynamic range lebih lebar dibanding output RAW dari mode Pro bawaan.
Expert RAW juga membawa Astro-photography mode untuk eksposur panjang saat memotret langit malam. Fitur ini dilengkapi Sky Guide overlay yang dapat mengenali konstelasi secara real-time.
Selain itu ada Virtual Aperture untuk mensimulasikan aperture berbeda demi mengatur depth of field, serta mode ND filter untuk mengurangi cahaya masuk agar long exposure tetap bisa dilakukan di kondisi terang. Galaxy S26 Ultra juga mendapat Virtual Reflector yang mensimulasikan reflektor profesional untuk memantulkan cahaya ke subjek.
Virtual Reflector berguna untuk portrait backlit atau pemotretan indoor ketika salah satu sisi wajah berada dalam bayangan. Pengguna dapat mengatur warna, intensitas, dan arah cahaya pantul buatan itu, dan Expert RAW bisa dipakai di keempat kamera Galaxy S26 Ultra.
Mode cepat untuk hasil instan yang tetap menarik
Portrait mode masih menjadi pilihan mudah untuk menghasilkan foto dengan latar belakang blur. Samsung menilai lensa telefoto 3x dan 5x memberi hasil wajah yang lebih natural dibanding portrait 1x, karena pemotretan dari jarak dekat di 1x bisa menimbulkan distorsi wajah.
Dengan focal length yang lebih panjang, proporsi wajah terlihat lebih wajar. Intensitas blur bisa diatur sebelum atau sesudah pemotretan, sementara efek pencahayaan seperti Studio, Stage, dan High-Key Mono juga tersedia.
Portrait Video turut disediakan lewat menu More, dengan blur yang bisa diatur saat perekaman. Untuk adegan bergerak cepat, slow motion tetap relevan karena Galaxy S26 Ultra mendukung 240fps di FHD dan 120fps di UHD 4K.
Mode ini cocok untuk air, olahraga, hewan, atau gerakan lain yang terlalu cepat dilihat jelas pada kecepatan normal. Ada juga Single Take dan Dual Rec, tetapi keduanya baru muncul setelah diaktifkan lewat Camera Assistant dari Galaxy Store.
Single Take mengambil burst foto dan klip video singkat dari beberapa lensa dalam satu kali tekan, lalu memilih hasil terbaik sebagai satu paket. Dual Rec merekam dari kamera depan dan belakang secara bersamaan, lalu hasilnya bisa disimpan sebagai video split-screen gabungan atau dua file terpisah melalui Camera Settings > Dual recordings.
