Samsung Akui Divisi Foundry Masih Berat, Laba Baru Diproyeksikan Tercapai 2028

Author: Redaksi Android62

Samsung kini menilai jalan menuju profitabilitas untuk divisi foundry masih panjang, dengan target yang dianggap lebih realistis baru pada 2028. Sinyal ini memperlihatkan bahwa pemulihan bisnis manufaktur chip kontrak perusahaan berjalan lebih lambat dari perkiraan banyak pihak.

Han Jin-man, Presiden sekaligus Head of the Foundry Business, disebut menyampaikan bahwa membuat divisi itu untung bahkan pada tahun depan tidak akan mudah. Pembaruan tersebut disampaikan dalam sebuah briefing manajemen kepada karyawan, sebagaimana dikutip Business Korea.

Kerugian masih membayangi bisnis non-memori

Perkiraan industri menyebut divisi non-memori Samsung, termasuk foundry dan System LSI, masih berpotensi mencatat kerugian sekitar 2 triliun hingga 3 triliun won pada tahun ini. Meski nilai kerugian itu diperkirakan menurun, tekanannya tetap besar bagi kinerja perusahaan.

Dengan kondisi seperti itu, target impas pada tahun depan kini terlihat semakin sulit dicapai. Samsung tampaknya memilih menata ulang ekspektasi sambil memperbaiki fondasi bisnis sebelum mengejar pertumbuhan yang lebih agresif.

Biaya dan struktur bisnis masih menjadi hambatan

Salah satu beban utama datang dari biaya. Sistem bonus kinerja baru yang dikaitkan dengan hasil divisi semikonduktor diperkirakan akan menekan margin, meski kebijakan itu juga dapat membantu mempertahankan talenta.

Situasi tersebut menunjukkan dilema yang sedang dihadapi Samsung. Perusahaan perlu menjaga sumber daya manusia di sektor chip, tetapi pengeluaran tambahan membuat jalan menuju laba menjadi lebih berat.

Masalahnya tidak berhenti pada biaya. Bisnis foundry masih sangat bergantung pada permintaan yang terkait dengan perangkat mobile, sehingga basis permintaannya belum cukup beragam.

Selain itu, pesanan dengan margin rendah ikut membebani profitabilitas. Strategi pada node lawas juga belum banyak membantu meningkatkan efisiensi operasional secara berarti.

Arah strategi bergeser ke node canggih

Untuk merespons tekanan tersebut, Samsung kini mengalihkan fokus ke penguatan node canggih. Pada saat yang sama, perusahaan juga berupaya membangun basis yang lebih stabil untuk proses mature node.

Langkah itu menandai upaya reset yang lebih luas. Samsung tampaknya ingin mengurangi titik lemah yang selama ini menekan profitabilitas, sambil menyiapkan landasan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Menariknya, segmen 8 inci yang selama ini disebut menguntungkan justru bisa dikurangi secara bertahap. Persaingan yang makin intens di area itu dinilai dapat mengubah daya tarik bisnisnya ke depan.

Jika langkah tersebut benar-benar diterapkan, Samsung akan semakin menaruh bobot pada lini yang dianggap lebih strategis. Namun perubahan seperti ini juga menuntut eksekusi yang rapi agar tidak menimbulkan tekanan baru pada pendapatan.

Fasilitas 2nm dan klien besar masih memberi harapan

Di tengah tantangan itu, Samsung masih memiliki beberapa faktor pendukung. Perusahaan disebut mulai menunjukkan kemajuan dalam mendapatkan klien dengan kualitas yang lebih baik, yang penting untuk meningkatkan margin dan reputasi teknologinya.

Fasilitas 2nm Samsung di Taylor, Texas, juga menjadi bagian penting dari rencana tersebut. Pabrik itu diperkirakan memulai operasi awal pada akhir tahun ini, sementara produksi massal direncanakan pada tahun depan.

Kehadiran fasilitas baru itu dapat membantu Samsung memperkuat posisi pada node paling maju. Jika berjalan sesuai rencana, kapasitas baru tersebut bisa menjadi sarana untuk menarik proyek bernilai lebih tinggi.

Kemitraan dengan pemain besar seperti Tesla dan perusahaan lain juga disebut dapat memperbaiki prospek jangka panjang. Bagi Samsung, pelanggan besar bukan hanya sumber volume, tetapi juga penopang kredibilitas di pasar foundry global.

Meski begitu, Han Jin-man menegaskan bahwa manfaat dari langkah-langkah tersebut tidak akan langsung terasa pada laba. Samsung masih memandang pemulihan sebagai proses bertahap, dengan 2028 kini menjadi patokan yang dinilai paling masuk akal untuk membawa bisnis foundry kembali menghasilkan keuntungan.

Source: sammyguru.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru