Galaxy Z Flip 7 Lebih Ringan Dan Lebih Lama Didukung, Razr Ultra 2026 Justru Lebih Mahal

Samsung Galaxy Z Flip 7 dan Motorola Razr Ultra 2026 sama-sama bermain di kelas ponsel lipat model flip, tetapi arah yang dipilih keduanya tidak sama. Samsung terlihat lebih aman untuk kebanyakan pembeli, sementara Motorola mendorong Razr Ultra 2026 ke wilayah yang lebih ekstrem dengan spesifikasi yang jauh lebih agresif.

Harga jadi pembeda paling cepat terasa

Selisih harga langsung membuat posisi keduanya berbeda di mata calon pembeli. Razr Ultra 2026 dibanderol mulai $1,500 di AS, sedangkan Galaxy Z Flip 7 mulai $1,100 untuk varian 256GB dan $1,219 untuk versi 512GB.

Perbedaan itu membuat Galaxy Z Flip 7 tampak lebih mudah dijangkau, apalagi Samsung memberi opsi penyimpanan yang lebih fleksibel. Motorola justru hanya menjual Razr Ultra 2026 dalam satu konfigurasi, yaitu 16GB RAM dan 512GB storage.

Motorola mengejar angka spesifikasi yang lebih tinggi

Di atas kertas, Razr Ultra 2026 memang tampil lebih brutal. Motorola membekalinya dengan Snapdragon 8 Elite, baterai 5,000mAh, pengisian kabel 68W, dan pengisian nirkabel 30W.

Galaxy Z Flip 7 memakai Exynos 2500, baterai 4,300mAh, pengisian kabel 25W, dan pengisian nirkabel 15W. Dalam kategori ponsel flip yang sering dikritik soal daya tahan baterai, bekal Razr Ultra 2026 terasa lebih dekat ke ponsel flagship biasa yang kebetulan bisa dilipat.

Samsung lebih ringan dan lebih ringkas dibawa

Walau kalah di banyak angka performa, Galaxy Z Flip 7 unggul dalam aspek yang sering lebih terasa dalam pemakaian harian. Bobotnya 188 gram dengan ketebalan 13.7 mm saat dilipat, sementara Razr Ultra 2026 berbobot 199 gram dan setebal 15.7 mm.

Samsung juga menempuh pendekatan desain yang lebih mudah diterima banyak orang. Galaxy Z Flip 7 hadir dalam pilihan Blue Shadow, Jet Black, Coral Red, dan Mint, sedangkan Motorola menawarkan PANTONE Orient Blue dengan finishing Alcantara serta PANTONE Cocoa dengan finishing kayu.

Layar keduanya sama-sama kuat, tetapi fokusnya berbeda

Motorola membawa layar utama 7 inci LTPO AMOLED dengan refresh rate hingga 165Hz, dukungan Dolby Vision, dan peak brightness 3,000 nits. Cover screen-nya berukuran 4 inci dan juga mendukung refresh rate 165Hz.

Galaxy Z Flip 7 memakai layar utama 6.9 inci LTPO AMOLED 2X dengan refresh rate hingga 120Hz dan peak brightness 2,600 nits. Layar luarnya sedikit lebih besar, yakni 4.1 inci, sehingga memberi ruang ekstra untuk interaksi cepat saat perangkat tertutup.

Secara ukuran layar internal, refresh rate, dan tingkat kecerahan, Motorola unggul di atas kertas. Namun Samsung menawarkan cover screen yang sedikit lebih lega, yang bisa terasa lebih praktis untuk penggunaan singkat sehari-hari.

Kamera Motorola lebih ambisius di atas kertas

Motorola membekali Razr Ultra 2026 dengan kamera utama 50MP berbasis sensor LOFIC, kamera ultrawide 50MP, dan kamera depan 50MP. Galaxy Z Flip 7 memakai kamera utama 50MP, ultrawide 12MP, dan kamera depan 10MP.

Untuk video, Razr Ultra 2026 mendukung perekaman hingga 8K 30fps dan 4K hingga 120fps, lengkap dengan Dolby Vision dan HDR10+. Galaxy Z Flip 7 berhenti di 4K 60fps.

Meski begitu, angka yang lebih tinggi tidak otomatis berarti hasil akhirnya selalu lebih baik. Kualitas foto dan video tetap perlu pengujian lebih lanjut di berbagai kondisi untuk melihat siapa yang benar-benar paling konsisten.

Samsung unggul di umur pakai software

Kedua perangkat sama-sama berjalan dengan Android 16 sejak awal. Galaxy Z Flip 7 hadir dengan One UI 8.5, sementara Razr Ultra 2026 juga membawa Android 16 dengan sentuhan fitur khas Motorola.

Di sisi dukungan jangka panjang, Samsung memegang keunggulan yang penting bagi pembeli yang ingin memakai ponsel lebih lama. Galaxy Z Flip 7 dijanjikan mendapat hingga tujuh pembaruan Android besar.

Motorola tetap punya identitas sendiri lewat fitur seperti Daily Drop, yang merangkum kalender, berita, cuaca, dan memori Google Photos dalam satu tampilan. Ada juga Wardrobe, fitur yang mengubah perpustakaan foto menjadi semacam lemari digital bergaya personal stylist.

Dua pendekatan untuk dua tipe pembeli

Keduanya sama-sama membawa desain lipat vertikal, dua kamera di area cover screen, dan rating IP48 untuk perlindungan debu serta air. Untuk pelindung layar luar, Motorola memakai Gorilla Glass Ceramic 3, sedangkan Samsung memilih Gorilla Glass Victus 2 pada Galaxy Z Flip 7.

Pada akhirnya, Galaxy Z Flip 7 terlihat lebih masuk akal bagi pembeli yang mengejar harga awal lebih rendah, bodi yang lebih ringan, dan dukungan software yang lebih panjang. Razr Ultra 2026 tetap menarik bagi pengguna yang ingin ponsel flip dengan rasa flagship penuh, lewat Snapdragon 8 Elite, baterai 5,000mAh, pengisian 68W, dan kamera yang lebih agresif di atas kertas.

Source: www.androidcentral.com

Berita Terkait