Saat Kebaikan Berujung Hukuman Mati, Satire Sorrentino Menggugat Kewajaran

Tindakan menolong perempuan yang dicintai justru membawa seorang insinyur ke ruang tunggu hukuman mati. Premis ganjil dalam “Buku Catatan Insinyur Sismondi” itu menjadi salah satu cara Fernando Sorrentino menyentil logika kekuasaan melalui absurditas yang disampaikan tanpa banyak gaduh.

Situasi tersebut tidak dibangun sebagai fantasi besar yang jauh dari keseharian. Sorrentino membuat kemustahilan masuk perlahan, lalu membiarkan tokoh dan pembaca berhadapan dengan dunia yang menerima keganjilan sebagai hal biasa.

Satire yang Berangkat dari Paradoks

“Buku Catatan Insinyur Sismondi” merupakan salah satu cerpen terpanjang dalam Upah dari Takhayul dan Cerita-Cerita Lainnya. Cerita ini menempatkan kebaikan dan pengingkaran dalam posisi yang berlawanan, sehingga hukuman atas tindakan baik terasa semakin ironis.

Latar Republik Otonom pada mulanya dapat tampak sebagai negeri rekaan yang jauh dari pembaca Indonesia. Namun, latar itu berfungsi sebagai cermin yang dipelintir untuk menampilkan persoalan kekuasaan dalam bentuk yang ganjil tetapi tetap mudah dikenali.

Satire juga hadir dalam “Rawa Pesisir Cubeli” melalui mitologi raja dan ratu buaya di Laguna Kaiman Penari. Cerita tersebut mempermainkan logika sambil menunjukkan kecenderungan manusia membangun keyakinan dari sesuatu yang sulit diterangkan.

Takhayul sebagai Kebiasaan yang Tak Digugat

Dalam kumpulan cerpen ini, takhayul tidak hanya tampil sebagai kepercayaan mistis. Ia menjadi metafora untuk kebiasaan dan keyakinan yang diwariskan, diterima ramai-ramai, atau berulang kali dianggap benar tanpa pernah diuji.

Tokoh-tokoh Sorrentino bukan sosok luar biasa, melainkan orang-orang dengan kehidupan yang dekat dengan pengalaman sehari-hari. Dari ruang yang akrab itulah perubahan logika muncul sedikit demi sedikit hingga hal mustahil tampak wajar.

Gaya bertutur yang sederhana dan nyaris datar membuat ironi dalam cerita bekerja lebih tajam. Humor muncul tanpa penekanan berlebihan, kerap mengantar pembaca pada penutup yang tidak mudah diduga.

Ulasan lifestyle.bisnis.com menilai kekuatan Sorrentino terletak pada kemampuannya memelintir realitas yang telah dikenal pembaca. Peristiwa yang mula-mula tampak mustahil kemudian berubah menjadi pantulan tentang cara manusia memberi makna pada hal yang belum tentu dapat dijelaskan.

18 Cerpen dalam Terjemahan Langsung

Edisi Indonesia memuat 18 cerpen yang diterjemahkan langsung dari bahasa Spanyol. Sebagian karya Sorrentino memang tersedia dalam bahasa Inggris melalui laman pribadinya, tetapi terjemahan langsung ini dimaksudkan menjaga nuansa, ritme, dan kelucuan khas pengarangnya.

DataKeterangan
JudulUpah dari Takhayul dan Cerita-Cerita Lainnya
PenulisFernando Sorrentino
PenerjemahAstrid Wasistyanti, Fransiskus Pascaries, dan Ronny Agustinus
Tahun terbitJuni 2026
Jumlah halaman152 halaman
PenerbitMarjin Kiri
QRCBN62-6771-4050-671

Setiap cerita berdiri sendiri sehingga pembaca dapat memilih urutan baca secara acak. Cerpen-cerpen yang dapat selesai dalam beberapa menit itu meninggalkan pertanyaan tentang berbagai kewajaran yang mungkin bertahan hanya karena tidak pernah dipersoalkan.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terkait