Harga Galaxy Z Fold 8 justru menjadi sorotan paling besar di tengah kabar perangkat ini akan hadir lebih ringan dan lebih tipis. Di saat Samsung disebut berupaya memperbaiki kenyamanan genggam, banderol yang naik diperkirakan menjadi hambatan utama bagi banyak calon pembeli.
Laporan yang beredar menyebut varian 512GB Galaxy Z Fold 8 bisa dibanderol sekitar $2,300 hingga $2,400. Sementara itu, model 1TB disebut dapat menembus lebih dari $2,700, sehingga posisinya makin masuk ke kelas yang sangat eksklusif untuk ukuran ponsel lipat premium.
Beban harga yang naik di saat desain dibuat lebih ramah
Kenaikan harga itu dikaitkan dengan isu pasokan komponen dan gangguan rantai pasok. Konsumen juga disebut perlu bersiap menghadapi biaya yang lebih tinggi akibat kelangkaan komponen serta persoalan suplai yang berhubungan dengan perang di Iran.
Situasi ini membuat Galaxy Z Fold 8 tampak bergerak ke arah yang bertolak belakang. Di satu sisi, Samsung ingin membuat perangkat lipat ini terasa lebih nyaman digunakan, tetapi di sisi lain harga justru berpotensi menjauhkan perangkat dari lebih banyak konsumen.
Bobot turun, ketebalan ikut menipis
GSMArena menyebut Galaxy Z Fold 8 diperkirakan memiliki bobot sekitar 210 gram. Angka itu lebih ringan dibanding Galaxy Z Fold 7 yang berada di 215 gram, meski selisihnya terlihat kecil di atas kertas.
Ketebalannya juga disebut turun menjadi 4,1 mm saat dibuka. Galaxy Z Fold 7 tercatat setebal 4,2 mm dalam kondisi terbuka, sehingga peningkatan yang dibawa memang tidak besar, tetapi tetap berarti untuk perangkat lipat.
Andy Boxall dari AP pernah menilai dalam ulasannya untuk Galaxy Z Fold 7 bahwa beberapa milimeter dan beberapa gram bisa memberi perbedaan besar pada pengalaman penggunaan. Penilaian itu membuat perubahan tipis pada Fold 8 terasa relevan, terutama bagi pengguna yang menginginkan ponsel lipat yang lebih mudah digenggam.
Baterai justru naik cukup jauh
Di balik bodi yang makin ramping, Galaxy Z Fold 8 dikabarkan membawa baterai 5.000mAh. Kapasitas itu naik dari 4.400mAh pada Galaxy Z Fold 7, sehingga ada upaya jelas untuk memperpanjang daya tahan perangkat.
Kombinasi bobot yang turun, bodi yang menipis, dan baterai yang membesar menjadi salah satu bagian paling menarik dari rumor ini. Pada ponsel lipat, keseimbangan antara ukuran fisik, ruang internal, dan kapasitas baterai memang selalu jadi tantangan utama.
Perubahan kamera tampak berjalan pelan
Sektor kamera sejauh ini belum menunjukkan perombakan besar. Laporan yang sama menyebut Galaxy Z Fold 8 masih memakai kamera selfie 10MP dan kamera utama 200MP di bagian belakang.
Satu peningkatan yang paling menonjol justru ada pada kamera ultrawide, yang dikabarkan naik menjadi 50MP. Arah ini memberi kesan Samsung lebih memilih penyempurnaan bertahap ketimbang perubahan besar-besaran pada sistem kamera.
Bagi pengguna yang berharap lompatan jauh di sektor fotografi, rumor yang beredar belum mengarah ke sana. Perangkat ini tampaknya lebih fokus pada penyesuaian desain dan efisiensi, bukan revisi total pada sisi kamera.
Ada juga nama Galaxy Z Fold Wide
Selain Galaxy Z Fold 8, muncul pula rumor tentang perangkat bernama Galaxy Z Fold Wide. Nama ini belum dikonfirmasi secara resmi, sehingga keberadaannya masih belum pasti.
Spesifikasi awal yang beredar menyebut bobotnya sekitar 200 gram, rasio aspek 4:3, dan layar bagian dalam 7,6 inci. Perangkat ini juga dikabarkan hanya membawa dua kamera belakang, yakni kamera utama 50MP dan kamera ultrawide 50MP, serta baterai 4.800mAh.
Jika benar hadir, model Wide bisa menjadi opsi berbeda di lini foldable Samsung. Pendekatannya terlihat lebih sederhana, tetapi tetap menawarkan arah yang unik dibanding Galaxy Z Fold 8.
Samsung diperkirakan akan memperkenalkan Galaxy Z Fold 8, dan kemungkinan juga Galaxy Z Fold Wide, pada bulan Juli. Hingga pengumuman resmi tiba, kabar yang paling menonjol tetap sama: perangkat ini diarahkan agar lebih ringan dan nyaman dipakai, tetapi dengan harga yang justru berpotensi naik.
Source: www.androidpolice.com