Samsung membuka pre-order Galaxy Z Fold8 Ultra di Indonesia dengan harga awal Rp30.499.000. Ponsel lipat premium ini mengandalkan kamera utama 200MP, layar utama 8 inci, serta kemampuan AI untuk pekerjaan dan produksi konten.
Harga tersebut menempatkan Galaxy Z Fold8 Ultra di jajaran perangkat Samsung dengan posisi tertinggi. Pilihan memorinya juga mencapai 1TB, yang ditujukan bagi pengguna dengan kebutuhan aplikasi, video, dan file berukuran besar.
Pilihan Harga hingga Rp40 Jutaan
Samsung menyediakan tiga konfigurasi RAM dan penyimpanan untuk Galaxy Z Fold8 Ultra. Selisih harga paling besar terlihat pada varian tertinggi yang membawa RAM 16GB dan penyimpanan internal 1TB.
| Varian | Harga |
|---|---|
| 12GB/256GB | Rp30.499.000 |
| 12GB/512GB | Rp34.499.000 |
| 16GB/1TB | Rp40.499.000 |
Varian 256GB menjadi titik masuk bagi calon pengguna Galaxy Z Fold8 Ultra. Sementara itu, opsi 1TB memberi kapasitas lebih luas untuk menyimpan konten beresolusi tinggi dan menjalankan kebutuhan multitasking yang lebih intensif.
Kamera 200MP untuk Konten Resolusi Tinggi
Kamera utama 200MP menjadi salah satu fokus perangkat ini karena telah mendukung High Dynamic Range atau HDR pada resolusi penuh. Samsung menyatakan dukungan tersebut ditujukan untuk menghasilkan detail yang lebih kaya serta warna yang lebih natural.
Perangkat ini juga dibekali kamera ultra-wide 50MP untuk kebutuhan lanskap dan makro. Teknologi Nightography generasi terbaru disiapkan untuk membantu pencahayaan foto maupun video dalam kondisi minim cahaya.
Untuk perekaman, Galaxy Z Fold8 Ultra mendukung video hingga 8K melalui codec APV terbaru. Samsung turut menyediakan Cine LUT yang memungkinkan pengguna membentuk tone warna sinematik langsung dari ponsel.
Layar Besar dalam Bodi Lipat yang Tipis
Galaxy Z Fold8 Ultra membawa layar utama berukuran 8 inci sebagai ruang kerja untuk membuka beberapa aplikasi sekaligus. Samsung menyebutnya sebagai Galaxy Z Fold paling tipis hingga saat ini, dengan ketebalan 4,1 mm ketika dibuka.
Bobot perangkat mencapai 215 gram. Kombinasi bodi yang lebih tipis dan layar besar memperlihatkan arah Samsung untuk menjadikan ponsel lipat ini sebagai perangkat komputasi mobile, bukan hanya ponsel dengan desain berbeda.
Chip Kencang dan Baterai 5.000mAh
Untuk menopang pekerjaan berat, Samsung menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Chipset tersebut ditujukan untuk menangani multitasking, pengeditan video, dan aplikasi AI generatif yang berjalan di perangkat.
Samsung memasangkan chip itu dengan baterai 5.000mAh dan teknologi dual-path 45W Fast Charging. Sistem pengisian tersebut dirancang untuk mempercepat distribusi daya selama perangkat diisi ulang.
Perusahaan juga memperluas sistem pendingin berbasis grafit dengan konduktivitas termal yang lebih baik. Pendinginan ini ditujukan untuk menjaga suhu perangkat ketika menjalankan beban komputasi tinggi dalam durasi panjang.
Dalam peluncuran di London pada Rabu, 22 Juli 2026 waktu setempat, TM Roh, Chief Executive Officer, President and Head of Device eXperience Division Samsung Electronics, menekankan arah pengembangan AI mobile. “Seiring AI berkembang menjadi semakin agentic, perangkat mobile akan menjadi titik masuk paling personal menuju pengalaman yang mampu memahami dan beradaptasi dengan setiap pengguna,” ujarnya.
Source: www.suara.com






