Gangguan di Panton Labu Cepat Ditangani, Arus Logistik Aceh Utara Dijaga Tetap Lancar

Author: Redaksi Android62

Kerusakan pada Jembatan Panton Labu di KM 328, Aceh Utara, langsung ditangani pemerintah untuk menjaga kelancaran arus barang di jalur pantai utara Aceh. Jembatan ini menjadi salah satu titik penting bagi mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah tersebut.

Tim teknis Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR telah turun ke lapangan setelah menerima laporan adanya gangguan lokal pada bagian lantai jembatan. Pemeriksaan awal menunjukkan struktur utama jembatan masih aman, sehingga penanganan difokuskan pada perbaikan bagian permukaan yang terdampak.

Kerusakan terjadi pada lantai segmental

Berdasarkan laporan yang diterima Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Safrizal ZA, kerusakan muncul pada lantai segmental akibat beton yang keropos di area expansion joint. Bagian yang terdampak diperkirakan berukuran sekitar 0,7 meter x 2,7 meter.

Jembatan tipe RBA tersebut dibangun pada 1992 dengan panjang bentang 93 meter dan lebar 9,1 meter. Meski ada kerusakan pada lantai, kondisi struktur utamanya disebut tetap aman untuk dipantau lebih lanjut selama proses perbaikan berlangsung.

Perbaikan darurat dikebut dengan beton fast track

Setelah asesmen lapangan dilakukan, tim teknis Bina Marga menyiapkan perbaikan darurat menggunakan metode beton fast track. Cara ini dipilih agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan gangguan terhadap lalu lintas dapat ditekan.

Safrizal menyampaikan apresiasi atas gerak cepat tersebut karena jembatan ini memiliki peran besar dalam konektivitas pantai utara Aceh. Jalur itu bukan hanya menopang mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi penghubung penting bagi aktivitas ekonomi setempat.

Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas

Pemerintah terus memantau proses perbaikan sampai pekerjaan selesai dan jembatan dapat beroperasi kembali secara optimal. Selama penanganan berlangsung, masyarakat diminta mengikuti pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi agar aktivitas tetap tertib dan aman.

Informasi terkini mengenai kondisi jembatan disampaikan Safrizal setelah menerima laporan langsung dari Dirjen Bina Marga, Roy Rizali Anwar. Respons cepat ini dinilai penting untuk memastikan jalur utama di Aceh Utara tidak mengalami gangguan yang lebih luas.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru