Mitchell Hashimoto memutuskan memindahkan Ghostty dari GitHub setelah gangguan layanan dianggap terlalu sering mengganggu pekerjaan penting. Langkah ini menonjol karena datang dari sosok yang sudah sangat lama memakai GitHub dan bahkan termasuk pengguna awal platform tersebut.
Hashimoto membuat akun GitHub pada 2008 dan menyebut GitHub sudah menjadi bagian dari rutinitas hariannya selama lebih dari 18 tahun. Kedekatan itu membuat keputusannya terasa lebih berat, tetapi ia menilai kondisi belakangan sudah tidak bisa lagi dipandang sebagai gangguan kecil.
Masalah yang paling disorot adalah reliabilitas GitHub yang disebut semakin sering memotong alur kerja. Hashimoto mengatakan gangguan bisa muncul nyaris setiap hari dan menghentikan pekerjaan selama berjam-jam.
Dalam catatan yang ia tulis di blognya, Hashimoto mengatakan selama sebulan terakhir ia mencatat setiap hari ketika gangguan GitHub berdampak negatif pada kemampuannya bekerja. Dari catatan itu, hampir selalu ada tanda gangguan yang langsung terasa pada proses kerja.
Pada hari ketika tulisan itu dibuat, ia bahkan mengaku tidak bisa melakukan review pull request selama sekitar dua jam karena gangguan GitHub Actions. Bagi pengembang yang bergantung pada kolaborasi, otomasi, dan pemeriksaan kode, situasi seperti ini langsung memangkas produktivitas.
Hashimoto menilai kondisi tersebut membuat GitHub tidak lagi cocok untuk pekerjaan serius jika akses ke alur kerja bisa terblokir berjam-jam setiap hari. Penilaian itu datang dari seseorang yang justru sangat dekat dengan platform tersebut.
Meski begitu, sikap Hashimoto terhadap GitHub tidak sejak awal bernada negatif. Ia menggambarkan GitHub sebagai tempat yang paling membuatnya senang dalam bekerja, dan ia juga mengaku sudah terbiasa memantau issue di sana jauh sebelum istilah “doom scrolling” menjadi populer.
Karena itu, keputusan pindah ini terlihat bukan sebagai reaksi spontan terhadap satu insiden. Langkah tersebut lebih tampak sebagai akumulasi frustrasi akibat masalah stabilitas yang berulang dan terus berdampak pada pekerjaan inti.
Ghostty sendiri akan dipindahkan ke platform lain, tetapi Hashimoto belum menentukan layanan mana yang akan menjadi rumah baru proyek tersebut. Ketidakjelasan itu menunjukkan bahwa keputusan meninggalkan GitHub diambil lebih dulu karena masalah keandalan yang dianggap mendesak.
Hashimoto juga menegaskan bahwa proyek-proyek pribadinya akan tetap berada di GitHub. Namun, untuk saat ini ia tidak ingin menempatkan pekerjaan yang dianggap kritis di platform yang sama.
Pembedaan itu menegaskan batas antara proyek santai dan proyek yang menuntut keandalan tinggi. Untuk pekerjaan personal, gangguan mungkin masih bisa ditoleransi, tetapi untuk proyek besar, waktu henti berjam-jam menjadi persoalan yang jauh lebih serius.
Gangguan reliabilitas GitHub disebut juga berdampak pada banyak kalangan, mulai dari pengembang hobi sampai perusahaan besar. Situasi ini bukan sekadar soal ketidaknyamanan, melainkan juga menyangkut akses ke kode, proses integrasi, dan ritme kerja tim.
Ada pula laporan bahwa OpenAI sempat mempertimbangkan membuat variannya sendiri agar tetap memiliki akses ke kode setiap saat. Rincian lebih lanjut tidak dijelaskan, tetapi konteks itu memperlihatkan bahwa kekhawatiran terhadap kestabilan GitHub tidak datang dari satu pihak saja.
Di tengah kondisi seperti itu, langkah Hashimoto bisa dibaca sebagai sinyal penting bagi komunitas pengembang. Jika pengguna yang sudah bersama GitHub sejak masa awal mulai memindahkan proyek vital, maka isu reliabilitas sudah naik dari keluhan teknis biasa menjadi pertimbangan yang lebih strategis.
Source: www.xda-developers.com






