Rencana Grab untuk memperbesar kendali atas Superbank semakin jelas setelah pengalihan saham milik Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. kepada GXS Bank Pte. Ltd. disiapkan untuk segera dijalankan. Jika proses ini tuntas, total hak suara Grab di PT Super Bank Indonesia Tbk. berpotensi melampaui ambang 50% melalui kepemilikan langsung dan tidak langsung.
Superbank menyebut kedua pihak telah menandatangani perjanjian pengalihan saham tersebut. Manajemen perseroan juga mengatakan tahap berikutnya adalah menyiapkan implementasi transaksi dengan target penyelesaian paling lambat Juni 2026.
Di tengah rencana itu, status PT Elang Media Visitama atau EMV tetap tidak berubah sebagai pemegang saham pengendali langsung Superbank. Perseroan menegaskan pengalihan saham ini tidak menggeser posisi EMV sebagai pengendali langsung perusahaan.
Superbank juga menyampaikan bahwa sejauh pengetahuannya, perjanjian pengalihan saham memang sudah ada. Perseroan menilai belum terlihat faktor yang dapat menggagalkan proses pengalihan tersebut.
Porsi suara Grab berpotensi melewati 50%
Saat ini, Grab tercatat memegang saham langsung di Superbank sebesar 32,81% melalui PT Kudo Teknologi Indonesia dan A5-DB Holdings Pte. Ltd. Di luar itu, Grab juga punya kepemilikan tidak langsung sebesar 17,66% lewat GXS Bank.
Jika keduanya digabung, total kepemilikan langsung dan tidak langsung Grab akan melewati 50%. Superbank menjelaskan perhitungan itu juga memperhitungkan 60% hak suara Grab di GXS Bank, sehingga seluruh hak suara GXS Bank dapat ikut dihitung sebagai hak suara Grab.
Struktur tersebut membuat pengaruh Grab di Superbank semakin besar tanpa harus mengubah posisi EMV sebagai pengendali langsung. Dalam praktiknya, penilaian pengendalian untuk kebutuhan konsolidasi akan bertumpu pada total hak suara yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung.
GXS Bank akan menambah kepemilikan di Superbank
Setelah transaksi rampung, porsi GXS Bank di Superbank akan naik menjadi 17,66% dari sebelumnya 10,44%. Jumlah saham yang dipegang juga akan bertambah menjadi 5,99 miliar saham dari sebelumnya 3,54 miliar saham.
Kenaikan itu menjadi bagian penting dalam susunan kepemilikan yang sedang dibentuk. Melalui jalur ini, kendali tidak langsung Grab atas Superbank ikut menguat seiring bertambahnya saham yang berada di bawah GXS Bank.
Perubahan tersebut juga relevan bagi pelaporan keuangan Grab. Bila seluruh proses berjalan sesuai rencana, posisi Grab di Superbank akan semakin dekat untuk memungkinkan konsolidasi kinerja keuangan Superbank ke dalam laporan keuangan Grab.
Source: finansial.bisnis.com






