Garudafood Bagi Dividen Rp350 Miliar Saat Laba Tumbuh 10,1 Persen dan Penjualan Menguat

Author: Redaksi Android62

Garudafood akan menyalurkan dividen tunai sebesar Rp350.337.208.123 atau Rp9,5 per saham kepada pemegang saham. Pembagian itu menjadi sorotan setelah emiten makanan dan minuman ini mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025.

Langkah tersebut disepakati dalam RUPST di Jakarta. Di saat yang sama, Garudafood juga membukukan laba bersih Rp756,2 miliar, naik 10,1 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Nilai dividen yang dibagikan setara sekitar 50,9 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp688.650.503.307. Jadwal pembayaran dividen ditetapkan pada 20 Mei 2026 bagi pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 6 Mei 2026.

Porsi pembagian laba ini menunjukkan bahwa perusahaan tetap memberi ruang bagi pemegang saham sekaligus menjaga kekuatan bisnis. Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan menantang, Garudafood justru mampu menjaga kinerja tetap bergerak positif.

Pertumbuhan itu juga tercermin dari penjualan bersih yang naik 7,2 persen menjadi Rp13,1 triliun dari Rp12,2 triliun pada 2024. Capaian ini memperlihatkan bahwa mesin usaha Garudafood masih kuat, terutama ketika konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama.

Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja, menyebut hasil tersebut lahir dari sinergi antarunit kerja dan pelaksanaan berbagai inisiatif strategis. Ia juga menilai perseroan berhasil memanfaatkan momentum konsumsi domestik secara optimal pada 2025.

Segmen andalan masih dominan

Kontributor terbesar pertumbuhan datang dari segmen makanan dalam kemasan. Segmen ini menyumbang 89,9 persen dari total penjualan dan tumbuh 9,9 persen secara tahunan.

Pola bisnis itu menunjukkan bahwa lini produk inti masih menjadi tulang punggung Garudafood. Di sisi lain, dominasi segmen utama juga memberi bantalan penting saat kondisi pasar bergerak cepat.

Penjualan domestik tetap menjadi sumber pendapatan terbesar dengan kontribusi 97,2 persen terhadap total pendapatan bersih. Kinerja di pasar dalam negeri tersebut tumbuh 7,6 persen, didorong penguatan distribusi di berbagai wilayah, efektivitas program penciptaan nilai yang konsisten, serta permintaan yang masih terjaga terhadap produk perseroan.

Selain makanan dalam kemasan, kontribusi tambahan datang dari kategori Ready to Serve atau RTS, biskuit, serta keju dan susu atau dairy. Ketiga kategori ini ikut memperkuat posisi Garudafood di pasar makanan dan minuman nasional.

Penguatan bisnis tidak hanya dari penjualan

Untuk menjaga laju pertumbuhan, Garudafood menjalankan inovasi produk unggulan baru, pengembangan saluran distribusi, transformasi digital, optimalisasi operasional, dan kolaborasi strategis lintas fungsi. Rangkaian langkah ini menunjukkan bahwa perbaikan kinerja perusahaan tidak hanya bertumpu pada pasar, tetapi juga pada pembenahan proses internal.

Dalam industri barang konsumsi, efisiensi dan distribusi yang kuat sering menjadi pembeda utama. Karena itu, penguatan di sisi operasi menjadi penting saat persaingan semakin ketat dan perubahan permintaan berlangsung cepat.

Perseroan juga melakukan penyegaran pada jajaran pengawas. RUPSLB menyetujui pengangkatan E. Maurits Klavert sebagai Komisaris Independen untuk menggantikan Dorodjatun Kuntjoro Jakti.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola perusahaan yang baik. Hardianto pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi Dorodjatun dan berharap kehadiran E. Maurits Klavert mampu memperkuat fungsi pengawasan perseroan.

Arah strategi menuju 2026

Menatap 2026, Garudafood menyiapkan strategi untuk menangkap peluang dari konsumsi domestik yang diperkirakan tumbuh di kisaran 5,0 persen hingga 5,4 persen. Perseroan juga menyiapkan diversifikasi bahan baku dan bahan kemas untuk meredam fluktuasi harga komoditas global.

Selain itu, perusahaan akan mempercepat transformasi digital dan memperkuat komitmen keberlanjutan atau ESG. Dengan fundamental keuangan yang disebut kokoh serta efisiensi operasional yang terus ditingkatkan, Garudafood berupaya menjaga pertumbuhan sekaligus mempertahankan posisinya di industri makanan dan minuman Indonesia.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru