Geely EX2 Pro dan BYD Atto 1 Paling Menarik, 6 Mobil Listrik di Bawah Rp250 Juta Ini Bikin Bimbang

Geely EX2 Pro dan BYD Atto 1 tampil sebagai dua model yang paling kuat di kelas mobil listrik di bawah Rp250 juta. Keduanya menawarkan kombinasi yang sulit diabaikan, mulai dari jarak tempuh panjang, tenaga besar, hingga kenyamanan berkendara yang dinilai menonjol.

Di tengah makin ketatnya persaingan mobil listrik murah di Indonesia, calon pembeli kini punya enam pilihan utama dengan karakter berbeda. Mulai dari city car mungil, mobil lincah untuk perkotaan, sampai SUV listrik mini, tiap model membawa keunggulan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan harian.

Geely EX2 Pro paling menonjol untuk kenyamanan

Geely EX2 Pro dipasarkan pada masa peluncuran dengan harga Rp229,9 juta dan dibekali baterai 40,8 kWh. Dengan bekal itu, mobil ini mampu menempuh 395 km, sementara tenaganya mencapai 85 kW dengan torsi 150 Nm.

Ridwan Hanif menilai EX2 Pro sangat kuat di sisi kenyamanan. Ia bahkan menyebut model ini sebagai salah satu mobil di bawah Rp300 juta dengan suspensi paling enak, sedangkan Mamang Ican menyoroti visibilitas kabin yang luas berkat dashboard yang rendah.

BYD Atto 1 menawarkan rasa berkendara yang matang

BYD Atto 1 hadir dalam dua tipe, yaitu Dynamic seharga Rp195 juta dengan jarak tempuh 300 km dan Premium Rp235 juta dengan jarak tempuh 380 km. Keduanya memakai Blade Battery, dengan tenaga 55 kW dan torsi 135 Nm.

Menurut Ridwan Hanif, Atto 1 memberikan pengalaman berkendara yang terasa matang seperti mobil konvensional. Mobil ini juga dilengkapi fitur seperti V2L, meski suspensinya disebut agak keras pada kecepatan rendah.

Bila yang dicari adalah keseimbangan antara harga, fitur, dan rasa berkendara, Atto 1 menjadi salah satu kandidat terkuat. Varian Dynamic juga masih berada jauh di bawah batas Rp250 juta, sehingga tetap relevan bagi pembeli yang ingin masuk ke mobil listrik tanpa naik kelas harga terlalu tinggi.

Mobil kecil yang paling masuk akal untuk kota

Wuling Air ev Lite tetap menjadi opsi paling murah di kelompok ini. Varian Standard Range dijual sekitar Rp184 jutaan dengan jarak tempuh 200 km, sedangkan Long Range dibanderol Rp195 jutaan untuk 300 km.

Mobil ini memiliki tenaga 30 kW dan torsi 110 Nm. Ridwan Hanif menyebut Air ev sangat lincah untuk bermanuver dan cocok untuk penggunaan perkotaan, meski ban kecilnya membuat guncangan lebih terasa saat melewati jalan bergelombang seperti tol layang.

Seres E1 juga bermain di rentang harga rendah dengan dua tipe. B-Type dibanderol Rp189 juta dengan jarak tempuh 180 km, sementara L-Type dijual Rp219 juta dan dapat menempuh 220 km.

Tenaganya berada di kisaran 25-30 kW dengan torsi 100 Nm. Ridwan menilai suspensinya cenderung kaku tetapi stabil, karena mobil ini mengorbankan kenyamanan demi handling yang lebih baik dibanding Wuling, sementara desain interiornya justru dinilai unik.

Handling dan karakter berkendara jadi pembeda

Changan Lumin dijual Rp222 juta dalam satu varian dengan jarak tempuh 301 km berdasarkan NEDC. Mobil mungil ini memiliki tenaga 35 kW dan torsi 93 Nm.

Ridwan Hanif menilai salah satu nilai jual terkuat Lumin ada pada pengendalian. Ia memuji handling dan bobot setirnya sebagai yang paling pas, meski desain gagang pintunya dianggap kurang praktis karena mekanisme manualnya terasa berat dan sulit dibuka anak-anak.

VinFast VF3 juga membawa pendekatan berbeda sebagai SUV listrik mini. Mobil ini dijual Rp227,65 juta sudah termasuk baterai, dengan jarak tempuh 215 km, tenaga 40 HP, dan torsi 110 Nm.

Ridwan menilai handling VF3 sangat mengejutkan untuk ukuran mobil kecil dua pintu listrik. Ban yang tebal juga membuat mobil ini lebih percaya diri saat melewati jalan rusak atau berbatu, sesuatu yang tidak selalu dimiliki city EV dengan ban kecil.

Kenapa pasar mobil listrik murah makin ramai

Persaingan mobil listrik murah di Indonesia kian ketat pada pertengahan 2026. Konsumen kini tidak hanya melihat harga, tetapi juga kenyamanan, handling, fitur, dan jarak tempuh sebagai penentu utama.

Perubahan itu terjadi karena mobil listrik tidak lagi identik dengan barang mahal. Di segmen terjangkau, biaya operasional harian yang lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar minyak ikut membuatnya makin menarik untuk mobilitas perkotaan.

Di saat yang sama, dukungan infrastruktur pengisian daya yang makin merata juga mengurangi kekhawatiran soal jarak tempuh. Masuknya banyak merek baru pun membuat pasar lebih kompetitif, sehingga pembeli punya lebih banyak ruang untuk memilih sesuai kebutuhan.

Jika yang diprioritaskan adalah harga paling rendah untuk pemakaian harian di dalam kota, Wuling Air ev Lite dan Seres E1 masih sangat kuat. Namun bila fokusnya kenyamanan, jarak tempuh, atau rasa berkendara yang lebih meyakinkan, Geely EX2 Pro dan BYD Atto 1 terlihat paling sulit diabaikan.

Source: www.suara.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer