Geely menempatkan pengujian keselamatan sebagai salah satu fondasi utama sebelum teknologi diterapkan pada mobil produksi. Langkah itu didukung Geely Safety Centre di Ningbo, Tiongkok, yang disebut sebagai fasilitas pengujian keselamatan kendaraan terbesar di dunia.
Fasilitas tersebut dibangun dengan investasi lebih dari RMB 2 miliar dan menangani pengujian yang melampaui simulasi tabrak biasa. Kendaraan juga harus melewati validasi baterai, sistem transmisi listrik, fitur keselamatan aktif, cuaca ekstrem, hingga keamanan siber.
Ruang Uji untuk Risiko Kendaraan Modern
Perkembangan kendaraan elektrifikasi membuat cakupan pengujian tidak lagi hanya berpusat pada struktur bodi saat benturan. Paket baterai dan sistem kelistrikan perlu divalidasi agar tetap andal dalam berbagai kondisi penggunaan.
Geely Safety Centre menjalankan simulasi tabrak berkecepatan tinggi sebagai bagian dari proses tersebut. Pengujian juga mencakup ketahanan komponen dan kemampuan sistem kendaraan bekerja secara konsisten.
| Model atau Fasilitas | Fokus Pengembangan | Catatan Utama |
|---|---|---|
| Geely Safety Centre | Keselamatan kendaraan | Berada di Ningbo dengan investasi lebih dari RMB 2 miliar |
| Geely Starray EM-i | Keselamatan kendaraan | Termasuk model awal yang lolos protokol Euro NCAP 2026 |
| ZEEKR 7GT | Keselamatan kendaraan | Termasuk model awal yang lolos protokol Euro NCAP 2026 |
Catatan Euro NCAP
Menurut informasi yang dihimpun Oto.com, Geely Group kini memiliki sembilan model dengan Euro NCAP Five-Star Safety Rating. Geely Starray EM-i dan ZEEKR 7GT juga tercatat sebagai salah satu model awal yang memenuhi protokol pengujian Euro NCAP 2026 yang lebih ketat.
Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan keselamatan menjadi bagian dari strategi produk grup, termasuk untuk kendaraan berbasis energi baru. Validasi dilakukan pada teknologi yang berkaitan langsung dengan perlindungan penumpang dan keandalan sistem mobil.
Lintasan Balap sebagai Pengujian Tambahan
Di luar laboratorium keselamatan, Geely memakai kompetisi touring sebagai ruang pengujian pada kondisi yang lebih ekstrem. Fokusnya mencakup karakter pengendalian, stabilitas sasis, ketahanan material, serta kinerja komponen ketika bekerja pada batas maksimal.
Geely Preface TCR mencatat kemenangan perdana pada debut musim di Sirkuit Misano, Italia. Mobil tersebut lalu melanjutkan hasil kuat pada seri Portugal dan Spanyol bersama pembalap Santiago Urrutia.
Urrutia membawa Geely menyapu tiga kemenangan dalam satu akhir pekan balap. Catatan itu menjadikan Geely sebagai pabrikan pertama dalam sejarah balap touring dunia yang meraih tiga kemenangan sekaligus dalam satu pekan balapan tersebut.
Hasil itu turut memperpanjang rekam jejak Lynk & Co Cyan Racing yang mendominasi gelar juara dunia sejak 2019. Program tersebut menunjukkan peran portofolio merek Geely dalam kompetisi internasional.
Pengembangan Mesin Metanol
Sirkuit juga dimanfaatkan Geely untuk mengembangkan strategi multi-energy, terutama mesin berbahan bakar metanol. Dengan riset lebih dari dua dekade, perusahaan menguji performa, efisiensi termal, dan durabilitas jangka panjang mesin tersebut melalui lingkungan kompetisi.
Teknologi metanol dikembangkan bersamaan dengan portofolio Battery Electric Vehicle atau BEV serta Plug-in Hybrid atau PHEV. Geely juga berkolaborasi secara global dengan Renault Group melalui Horse Powertrain Limited untuk mempercepat pengembangan solusi mesin rendah emisi.
Arah untuk Pasar Indonesia
Riset keselamatan, elektrifikasi, dan balap itu menjadi landasan pengembangan produk Geely di berbagai negara, termasuk Indonesia. Fokusnya bukan hanya teknologi kendaraan, melainkan konsistensi performa dalam kondisi berkendara yang beragam.
Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, menyatakan, “Teknologi dinilai dari bagaimana sebuah produk bekerja dalam penggunaan sehari-hari dan di berbagai kondisi berkendara.” Geely menargetkan kendaraan yang nyaman dan terpercaya, dengan dukungan jaringan penjualan serta layanan purnajual.
Source: www.oto.com






