Google mulai membuka akses gratis ke salah satu fitur gambar paling canggih di Gemini bagi pengguna di Amerika Serikat. Fitur itu terhubung dengan Personal Intelligence dan memungkinkan pembuatan gambar memanfaatkan konteks dari layanan Google milik pengguna, termasuk Google Photos.
Perubahan ini membuat proses membuat gambar di Gemini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada prompt teks. Sistem dapat membaca petunjuk visual yang sudah tersimpan di akun pengguna, lalu menggunakannya untuk membantu menyusun hasil gambar yang lebih sesuai dengan kebutuhan pribadi.
Foto yang sudah ada bisa jadi bahan awal
Dengan dukungan Nano Banana 2 yang diintegrasikan pada April, Gemini bisa memanfaatkan foto-foto dari pustaka Google Photos sebagai konteks. Dalam praktiknya, pengguna cukup memberi ide sederhana, lalu sistem melengkapi detail visual dari koleksi yang sudah tersimpan.
Contohnya, ketika pengguna meminta Gemini untuk merancang rumah impian, sistem dapat memeriksa foto rumah yang ada di Google Photos. Dari sana, Gemini bisa menangkap preferensi gaya interior dan isyarat visual lain sebelum membuat gambar baru.
Pendekatan serupa juga berlaku untuk orang, objek, atau suasana tertentu yang sudah dikenali di Google Photos. Gemini disebut mampu memanfaatkan label dan tag untuk memahami konteks gambar yang diminta pengguna.
| Fitur | Fungsi | Keterangan |
|---|---|---|
| Personal Intelligence | Personalisasi respons Gemini | Menghubungkan Gemini ke Gmail, Photos, Search, dan layanan Google lain |
| Nano Banana 2 | Pembuatan gambar | Menggunakan konteks relevan dan foto dari Google Photos |
| Google Photos | Sumber konteks visual | Membantu Gemini memahami preferensi, orang, hewan peliharaan, dan tempat |
Google menilai cara ini membuat pengalaman pembuatan gambar terasa lebih ringan untuk pengguna kasual. Mereka tidak perlu menyiapkan banyak materi manual untuk mendapatkan hasil yang tetap dekat dengan kehidupan atau gaya visual pribadi.
Lebih sedikit prompt, lebih banyak konteks
Alih-alih meminta penjelasan panjang, Gemini dapat bekerja dari petunjuk singkat lalu mengisi detail yang belum disebutkan. Misalnya, jika pengguna meminta gambar dirinya bersama ayahnya di kolam renang, Gemini dapat mengidentifikasi sosok ayah dari pustaka Google Photos.
Dengan begitu, pengguna tidak perlu mengunggah foto ayah tersebut secara terpisah sebagai referensi. Prosesnya menjadi lebih efisien karena konteks visual sudah tersedia di ekosistem akun Google yang sama.
Google menempatkan Google Photos sebagai sumber inspirasi visual bagi Gemini dalam fitur ini. Personal Intelligence juga membuat respons Gemini lebih personal sesuai kebutuhan dan preferensi pengguna, karena sistem terhubung dengan beberapa layanan Google sekaligus.
Masih opsional dan terbatas wilayah
Meski lebih personal, fitur ini tetap bersifat opt-in. Artinya, pengguna harus mengaktifkannya secara sukarela jika ingin Gemini mengakses data dari layanan Google mereka.
Jika pengguna tidak nyaman memberi akses ke data pribadi, fitur tersebut tidak perlu diaktifkan. Google juga menyatakan bahwa pustaka Google Photos pengguna tidak dipakai untuk melatih model AI-nya.
Perusahaan itu menyebut model hanya menggunakan prompt yang dimasukkan pengguna untuk membantu menyempurnakan model pembuatan gambar. Pernyataan ini menjadi penting di tengah kekhawatiran soal privasi dan penggunaan data pribadi dalam layanan AI.
Untuk saat ini, akses gratis ke Nano Banana 2 yang dipadukan dengan Personal Intelligence masih terbatas bagi pengguna Google di Amerika Serikat. Belum ada keterangan mengenai perluasan ke wilayah lain, sehingga ketersediaannya belum bersifat global.
Namun bagi pengguna di AS, langkah ini memperluas akses ke fitur AI gambar Gemini yang sebelumnya hanya tersedia untuk pelanggan AI Pro dan Ultra. Dengan pembukaan gratis ini, Google semakin menonjolkan Gemini sebagai alat kreasi visual yang memadukan perintah teks dan konteks kehidupan digital pengguna.
