China kembali menarik perhatian setelah mesin satelit baru diuji dengan daya tahan desain operasi dorong kontinu hingga 14 jam di orbit. Dalam pengujian itu, mesin menghasilkan dorong 169 pounds-force atau 750 Newton dan dijalankan dalam lima manuver dengan total pembakaran 3,2 jam.
Pencapaian tersebut penting karena tahap akhir penempatan satelit sering menentukan apakah wahana benar-benar siap menjalankan misi. Dalam kasus ini, uji mesin membantu Communications Technology Experiment Satellite 26A mencapai orbit Bumi yang stabil sekitar 22.000 mil atau 35.800 kilometer dari orbit transfer elips pengantarnya.
Mesin yang menentukan posisi akhir satelit
Mesin satelit seperti ini dipakai untuk menyelesaikan penyebaran wahana setelah tiba di ruang angkasa. Fungsinya juga mencakup koreksi kecil agar satelit berada pada posisi yang tepat, mirip kendaraan pengantar yang membawa penumpang sampai tujuan akhir.
Setelah berada di orbit, mesin pendorong kecil tetap berguna untuk menjaga posisi satelit selama bertahun-tahun. Dalam kondisi tertentu, komponen yang sama dapat dipakai untuk memindahkan satelit ke lokasi lain sesuai kebutuhan operasi.
Uji perdana langsung di misi peluncuran
Satelit tersebut diluncurkan pada 23 Juni menggunakan roket Long March-7A dari Wenchang Spacecraft Launch Site, Provinsi Hainan. Pengujian mesin berlangsung pada penerbangan perdananya di bulan Juni, sehingga hasilnya sekaligus menjadi pembuktian kemampuan sistem satelit baru itu.
Dorongan 750 Newton memang jauh lebih kecil dibanding mesin roket yang biasanya berada di kisaran kilonewton. Namun di luar atmosfer Bumi, wahana sudah melaju sangat cepat sekitar 17.448 mph atau 7,8 km/detik karena kecepatan orbit Bumi, sehingga dorongan kecil dan berkelanjutan tetap efektif untuk mengubah posisi.
Angka rekor perlu dibaca cermat
Uji mesin satelit sangat krusial karena komponen seperti ini harus bekerja sempurna di vakum tanpa peluang perbaikan atau penyelamatan. Mesin juga harus tahan pada suhu sangat tinggi dan mampu dinyalakan ulang berkali-kali tanpa gangguan.
Media negara China menyebut hasil uji itu sebagai bukti bahwa kemampuan baru tersebut meninggalkan rival Amerika Serikat “jauh di belakang”. Klaim itu terdengar terlalu jauh, karena angka yang paling relevan justru menunjukkan desain daya tahan total sekitar 14 jam, sementara sebagian besar mesin yang ada saat ini dirancang untuk sekitar 7 jam.
| Fakta Utama | Detail | Keterangan |
|---|---|---|
| Dorong mesin | 169 pounds-force / 750 Newton | Digunakan untuk manuver orbit |
| Total pembakaran uji | 3,2 jam | Dalam lima manuver |
| Daya tahan desain | 14 jam | Lebih panjang dari banyak mesin yang ada saat ini |
| Orbit tujuan | 22.000 mil / 35.800 kilometer | Orbit Bumi yang stabil |
Implikasi strategis bagi China
Di balik aspek teknisnya, perhatian terbesar justru ada pada potensi penggunaan militer. Mesin yang lebih andal dapat membantu satelit militer mencapai orbit lebih cepat, membawa lebih banyak muatan alih-alih bahan bakar, dan bermanuver lebih leluasa untuk menghindari ancaman atau bergeser posisi.
Pencapaian ini juga menunjukkan dorongan China untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi impor. Meski sebagian klaim terdengar berlebihan, uji tersebut tetap menjadi capaian teknis yang menonjol bagi tim pengembang dan bagi arah kemandirian teknologi antariksa China.
