589 Tewas, La Guaira Jadi Titik Paling Kritis Usai Gempa Kembar Venezuela

Jumlah korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela telah mencapai 589 orang, sementara 2.980 orang lainnya terluka. Data terbaru itu disampaikan Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, dalam pertemuan yang disiarkan televisi teleSUR.

Kondisi paling parah masih dilaporkan terjadi di Negara Bagian La Guaira. Wilayah itu menanggung jumlah korban tewas dan luka terbanyak dibanding daerah lain yang terdampak rangkaian guncangan tersebut.

Ratusan Korban dan Kerusakan Meluas

Gempa besar itu terdiri dari dua guncangan dengan magnitudo 7,2 dan 7,5. Setelah itu, sekitar 30 gempa susulan ikut mengguncang sejumlah wilayah di Venezuela.

Rangkaian gempa tersebut memicu kerusakan yang meluas. Sejumlah rumah hancur, infrastruktur terdampak, dan rumah sakit ikut lumpuh dalam kondisi bencana yang masih menyisakan dampak besar di berbagai daerah.

Fokus Penanganan Darurat di Wilayah Terdampak

Menteri Kesehatan Carlos Alvarado menyebut mekanisme tanggap darurat nasional langsung diaktifkan setelah gempa terjadi. Pemerintah juga mengerahkan lebih dari 5.000 tenaga medis, termasuk lebih dari 1.200 dokter, untuk menangani para korban di lokasi terdampak.

Bandara utama negara itu juga ditutup menyusul dampak kerusakan yang ditimbulkan. Penutupan ini menambah beban penanganan karena layanan publik penting ikut terganggu di tengah upaya penyelamatan korban.

Hingga kini, perhatian pemerintah Venezuela masih terpusat pada penyelamatan, perawatan medis, dan pemulihan fasilitas di wilayah yang paling parah terdampak. Situasi darurat belum mereda karena jumlah korban dan kerusakan masih menunjukkan besarnya tekanan yang dihadapi berbagai daerah.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait