38 Persen Gen Z dan Milenial Tunda Nikah, Kecemasan Finansial Makin Menguat

Author: Redaksi Android62

Menunda pernikahan kini menjadi pilihan yang semakin banyak diambil oleh Gen Z dan Milenial Indonesia. Dalam Indonesia Millennial & Gen Z Report 2025, sebanyak 38 persen responden mengaku menunda menikah karena alasan finansial.

Angka itu menunjukkan bahwa keputusan menikah tidak lagi dipandang hanya dari sisi kesiapan emosional. Bagi banyak anak muda, kesiapan ekonomi terasa semakin menentukan di tengah biaya hidup yang terus menekan.

Biaya hidup dan pekerjaan yang belum stabil

Tekanan itu juga terlihat dari kondisi pasar kerja yang belum sepenuhnya pulih. Data BPS Sakernas 2025 mencatat jumlah pengangguran terbuka per Agustus 2025 mencapai 7,46 juta orang, naik dari 7,28 juta orang pada Februari 2025.

Selain itu, dari 146,5 juta orang yang bekerja, sebanyak 47,9 juta orang atau 32,7 persen masuk kategori tidak bekerja penuh dan terjebak di pekerjaan informal, musiman, atau dengan jam kerja rendah. Situasi ini membuat biaya hidup terasa lebih berat untuk ditanggung.

Kekhawatiran finansial sudah masuk ke keputusan harian

Survei Indonesia Millennial and Gen Z Report 2027 oleh IDN Research Institute memperlihatkan bahwa kecemasan finansial telah memengaruhi kebiasaan sehari-hari. Sebanyak 65,8 persen responden mengaku cenderung menahan atau menunda pengeluaran karena khawatir kondisi finansial mereka bisa memburuk.

Di sisi lain, sebagian responden memilih pembelian kecil sebagai cara untuk merasa punya kendali jangka pendek. Pola ini menunjukkan bahwa banyak anak muda berusaha menjaga rasa aman di tengah masa depan yang terasa sulit diprediksi.

Stabilitas finansial tak lagi dianggap semata soal usaha pribadi

Perubahan cara pandang itu juga tercermin dari penilaian mereka terhadap sebab kemiskinan. Sebanyak 46,4 persen responden setuju kemiskinan lebih disebabkan faktor sistemik, seperti kondisi ekonomi, akses pendidikan, peluang kerja, dan struktur sosial.

Bagi mereka, stabilitas finansial tidak sepenuhnya dipahami sebagai hasil kerja keras individu. Pertanyaan yang muncul bergeser menjadi apakah sistem benar-benar memberi peluang yang adil untuk berhasil.

Konten pengelolaan uang tetap diminati

Di tengah kecemasan tersebut, Gen Z dan Milenial tidak sepenuhnya pasif. Sebanyak 69,1 persen responden lebih tertarik pada konten financial management yang praktis dan bisa langsung diterapkan dibanding konten yang menekankan risiko jatuh miskin.

Minat ini memperlihatkan keinginan untuk tetap mengendalikan kondisi finansial mereka sendiri. Tantangannya adalah ekosistem yang mendukung, mulai dari kualitas pekerjaan yang membaik hingga akses terhadap informasi finansial yang relevan.

Temuan ini sejalan dengan survei Deloitte Gen Z & Millennial 2025, yang mencatat 39 persen Gen Z menganggap biaya hidup sebagai kekhawatiran utama. Angka tersebut bahkan lebih tinggi daripada isu kesehatan mental dan pengangguran.

Dalam konteks itu, menunda nikah menjadi langkah yang dipandang rasional oleh banyak anak muda. Keputusan tersebut mencerminkan kehati-hatian saat biaya hidup naik, pekerjaan belum stabil, dan rasa aman finansial sulit dicapai.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru