Genangan Mulai Meluas Di Demak, Cuaca Ekstrem Mengancam Hampir Seluruh Jawa Tengah

Dampak cuaca ekstrem mulai terasa di Jawa Tengah, terutama di jalur Pantura Semarang-Demak, saat genangan air muncul di Sayung, Kabupaten Demak. Kondisi ini memperlihatkan bahwa ancaman tidak hanya datang dari hujan deras, tetapi juga dari luapan air dan rob yang dapat mengganggu mobilitas warga serta aktivitas harian di kawasan pesisir.

BMKG memperkirakan cuaca ekstrem masih berpotensi meluas hampir ke seluruh Jawa Tengah hingga Kamis pagi. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Haritz Syahid Hakim, menyebut hujan lebat, angin kencang, dan sambaran petir dapat terjadi merata di banyak wilayah dan memicu banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.

Wilayah terdampak tersebar luas

Risiko cuaca buruk tidak hanya mengarah ke daerah pegunungan atau kawasan yang sejak lama dikenal rawan bencana. Sejumlah wilayah di bagian selatan, tengah, timur, barat, Solo Raya, hingga Pantura masuk dalam daftar daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

Daerah yang disebut berpotensi terdampak meliputi Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Surakarta, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, dan Majenang. Sebaran ini menunjukkan bahwa hujan berintensitas tinggi bisa muncul hampir serempak dan menimbulkan dampak berbeda di tiap wilayah, mulai dari longsor di perbukitan sampai genangan di kawasan perkotaan.

Warga lereng dan bantaran sungai diminta waspada

BMKG mengingatkan warga yang tinggal di lereng bukit dan dekat aliran sungai agar lebih berhati-hati. Tanah yang sudah jenuh air lebih mudah bergerak saat hujan turun terus-menerus, sehingga potensi longsor dan banjir lokal meningkat.

Dalam situasi seperti ini, perubahan cuaca bisa berlangsung mendadak dan langsung berdampak pada keselamatan. Karena itu, warga di daerah rawan perlu memantau kondisi sekitar, terutama ketika hujan ringan hingga sedang yang turun sejak sore mulai menguat menjelang malam.

Pantura Demak mulai merasakan dampaknya

Di Sayung, Kabupaten Demak, genangan air yang muncul sejak sore membuat aktivitas warga terganggu. Warga setempat menyebut tinggi air terus meningkat ketika hujan makin deras menjelang malam dan sungai mulai meluap.

Kondisi tersebut diperparah oleh rob yang merendam sejumlah desa dan belum menunjukkan tanda surut. Dalam keadaan seperti itu, sebagian warga bahkan harus menggunakan perahu untuk keluar-masuk permukiman, menunjukkan betapa cepat cuaca ekstrem memengaruhi kawasan yang memang rentan terhadap banjir dan air pasang.

Ancaman hidrometeorologi perlu diantisipasi sejak dini

Hujan lebat, angin kencang, dan petir menjadi rangkaian faktor yang mendorong munculnya bencana hidrometeorologi. Banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung dapat muncul di wilayah yang berbeda pada waktu yang hampir bersamaan, tergantung pada kondisi medan dan intensitas hujan.

Situasi ini membuat kewaspadaan perlu dijaga di banyak titik sekaligus, bukan hanya di daerah yang biasa menghadapi bencana serupa. Warga yang tinggal di bantaran sungai, kawasan perbukitan, dan wilayah langganan genangan perlu merespons lebih cepat karena kondisi cuaca dapat berubah dalam waktu singkat.

Angin, suhu, dan kondisi laut ikut dipantau

BMKG mencatat angin bertiup dari arah timur laut ke barat daya dengan kecepatan 3-25 kilometer per jam. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 14-30 derajat Celsius, dengan kelembaban udara 75-95 persen.

Dari sisi kelautan, perairan selatan berpotensi mengalami gelombang 0,5-3 meter, sedangkan perairan utara berada pada kisaran 0,1-0,5 meter. Kondisi ini menunjukkan bahwa kewaspadaan juga diperlukan di wilayah pesisir dan perairan yang mendukung pelayaran, perikanan, dan transportasi laut.

Di tengah hujan yang meluas dan genangan yang mulai muncul di beberapa daerah, masyarakat Jawa Tengah diminta terus mengikuti informasi cuaca secara berkala agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi sebelum dampaknya semakin besar.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terkait