Blibli menempatkan generasi muda sebagai motor utama perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan lewat Langkah Membumi Market 2026. Sekitar 90 persen audiens program Langkah Membumi sejak 2023 diketahui berasal dari Generasi Z dan milenial muda, sehingga pendekatan yang dipilih dibuat lebih praktis, partisipatif, dan dekat dengan keseharian mereka.
Perubahan itu tidak hanya berhenti pada kampanye kepedulian. Blibli kini mengubah Langkah Membumi menjadi platform yang mempertemukan edukasi, pengalaman interaktif, dan ruang bagi pelaku usaha untuk menampilkan inovasi yang mendukung gaya hidup hijau.
Fokus pada tindakan, bukan sekadar kesadaran
Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Blibli, Lisa Widodo, menegaskan bahwa Langkah Membumi Market 2026 hadir untuk menjembatani kesenjangan antara kepedulian dan tindakan nyata. Menurut dia, pendekatan baru dibutuhkan agar isu lingkungan bisa lebih mudah diakses dalam aktivitas sehari-hari.
Langkah ini sejalan dengan perubahan perilaku konsumen di Indonesia yang mulai lebih selektif terhadap produk ramah lingkungan. Survei PwC yang dikutip dari Money menunjukkan 62 persen konsumen Indonesia peduli terhadap perubahan iklim.
Dari kelompok itu, 57 persen memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan, sementara 71 persen bersedia membayar lebih untuk mendukung isu lingkungan. Data tersebut memperlihatkan bahwa pasar untuk produk berkelanjutan tidak lagi berada di pinggir, melainkan makin mendapat tempat di keputusan belanja.
Tiga pilar dalam format baru
Dalam format Langkah Membumi Market, Blibli menyusun tiga pilar utama untuk memperluas jangkauan program. Inspiring Talks menghadirkan diskusi bersama pemimpin industri dan komunitas, Eco Labs berisi workshop interaktif, dan Curated Market menjadi ruang kurasi bagi brand serta pelaku usaha.
Susunan itu dirancang agar pengunjung tidak hanya mendengar pesan keberlanjutan, tetapi juga mencoba langsung pengalaman yang mendukung green lifestyle. Dengan cara tersebut, kepedulian diharapkan berubah menjadi kebiasaan yang lebih konkret.
Kolaborasi lintas sektor semakin diperluas
Sejak diperkenalkan pada 2022, Langkah Membumi berkembang menjadi wadah kolaborasi yang melibatkan pemerintah, perusahaan, komunitas, organisasi nonpemerintah, ecopreneur, kreator, akademisi, dan masyarakat. Blibli menilai perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan membutuhkan sinergi banyak pihak, bukan kampanye satu arah.
Rangkaian menuju Langkah Membumi Market 2026 diawali dengan Langkah Membumi Networking Dinner 2026 yang bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Acara itu mempertemukan sekitar 60 pemimpin industri, pelaku bisnis, komunitas, dan pegiat perubahan.
Luke Ariefiandi, Strategic Communications and Brand Head UOB Indonesia, menyampaikan bahwa membangun masa depan berkelanjutan memerlukan kolaborasi lintas sektor. UOB mengapresiasi Langkah Membumi sebagai wadah yang mempertemukan dunia usaha, institusi keuangan, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk berbagi perspektif serta mendorong aksi nyata.
Dampak juga diukur secara terstandar
Selain memperluas partisipasi, Langkah Membumi juga mengukur dampak dari setiap kegiatan dengan mengacu pada standar internasional ISO 14040 dan ISO 14044 melalui metodologi Life Cycle Assessment atau LCA. Evaluasi ini mencakup jejak karbon, emisi, pengelolaan limbah, dan aspek keberlanjutan lain yang dihasilkan dari setiap aktivitas.
Puncak kegiatan Langkah Membumi Market 2026 dijadwalkan berlangsung pada 8-11 Oktober 2026 di Grand Indonesia, Jakarta. Agenda itu akan menghadirkan edukasi, keterlibatan komunitas, dan pameran produk yang mendukung gaya hidup lebih ramah lingkungan.







