Gibran Janjikan Rumah Sakit Tipe C di Asmat, Dorongan Baru untuk Layanan Kesehatan Papua

Author: Redaksi Android62

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menjanjikan pembangunan rumah sakit Tipe C di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan di wilayah 3T. Janji itu disampaikan saat kunjungan ke Asmat, di tengah dorongan pemerintah pusat untuk mempercepat pemerataan layanan dasar di daerah yang masih terbatas akses medisnya.

Gibran menegaskan pemerintah akan melakukan intervensi agar layanan kesehatan di Asmat bisa berkembang lebih cepat. Ia juga menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu fokus utama pemerintahan.

Peninjauan langsung ke RSUD Perpetua H. Safanpo

Dalam kunjungan itu, Gibran meninjau RSUD Perpetua H. Safanpo beserta fasilitas pelayanannya. Ia juga berdialog dengan sejumlah pasien untuk melihat kondisi layanan yang berjalan di rumah sakit tersebut.

Di lokasi itu, Gibran menyampaikan, “Saya janji nanti akan ada pembangunan rumah sakit tipe C di Asmat ini, jadi nanti untuk masalah kesehatan akan kita lakukan intervensi juga.” Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat memberi perhatian pada kebutuhan layanan medis di wilayah yang jauh dari pusat rujukan.

Status rumah sakit dan harapan percepatan

Direktur RSUD Perpetua H. Safanpo, Yenny Yokung Yong, menilai kunjungan tersebut dapat mempercepat peningkatan kelas rumah sakit dari Tipe D menjadi Tipe C. Rumah sakit itu sendiri dibangun bertahap sejak 2016 dan kini menjadi salah satu fasilitas yang masuk perhatian pemerintah.

Menurut Yenny, RSUD Perpetua H. Safanpo termasuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming di sektor kesehatan. Status itu membuat dorongan peningkatan layanan diharapkan berjalan lebih cepat dan lebih terarah.

Kebutuhan alat medis dan layanan rujukan

Pihak RSUD juga berharap ada tambahan alat kesehatan penting, termasuk CT scan, agar kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah bisa dikurangi. Ketersediaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk menekan beban biaya dan logistik pasien maupun keluarga.

Yenny menjelaskan bahwa pembiayaan pasien Orang Asli Papua, khususnya orang Asmat, selama ini ditanggung melalui dana otsus. Biaya itu tidak hanya mencakup perawatan, tetapi juga pendampingan medis hingga fasilitas rumah singgah di lokasi rumah sakit rujukan.

Layanan rujukan tersebut mencakup sejumlah daerah, termasuk Jayapura, Merauke, dan Makassar. Skema ini menjadi penopang penting bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan ketika layanan lokal belum sepenuhnya lengkap.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru