Kasus gangguan internet akibat tikus memperlihatkan bahwa risiko pada jaringan digital tidak selalu datang dari kerusakan alam atau kegagalan sistem. Di London, kabel fiber optik milik G.Network dilaporkan digigit tikus hingga menimbulkan kerusakan serius dan berujung pada pengajuan kebangkrutan perusahaan, sementara rencana akuisisi oleh Community Fibre ikut batal.
Peristiwa itu menyoroti betapa rentannya infrastruktur komunikasi ketika jalur utama transmisi disasar hewan pengerat. Satu titik kabel yang rusak bisa memutus layanan internet untuk satu kawasan, lalu memicu dampak bisnis yang jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Ancaman yang sering luput dari perhatian
Tikus memiliki gigi seri yang tumbuh terus-menerus, sehingga mereka perlu mengunyah benda keras secara rutin untuk menjaga bentuk giginya. Kebiasaan itu memang membantu mereka bertahan hidup, tetapi di wilayah perkotaan justru menjadikan kabel, pipa, dan berbagai instalasi lain sebagai target.
Kerentanan ini menjadi lebih besar ketika kabel memakai lapisan luar berbahan biodegradable. Dalam kasus G.Network, artikel referensi menyebut jaket kabel berbahan dasar kedelai atau jagung, sehingga material tersebut diduga dapat tercium seperti makanan oleh tikus dan kemudian digigit.
Kerusakan yang bukan hanya terjadi di satu tempat
Kasus serupa pernah dilaporkan di Tring, Hertfordshire, ketika seluruh akses internet mati setelah tikus bersarang dan menggerogoti kabel. Teknisi Openreach yang dikutip BBC menyebut lapisan luar kabel itu sangat kuat dan biasanya perlu bor untuk menembusnya.
Meski demikian, tikus tetap mampu merusaknya, yang memperlihatkan bahwa ancaman dari hewan pengerat terhadap jaringan modern bukan sekadar gangguan kecil. Di Doncaster, gangguan internet juga dilaporkan muncul setelah kabel rusak akibat gigitan hewan pengerat, sehingga pola kasus ini terlihat berulang.
Dampak yang menjalar ke layanan dan keuangan
Kerusakan pada jalur fiber optik tidak berhenti pada putusnya koneksi rumah tangga. Bisnis bisa terganggu, layanan publik ikut terhambat bila tidak ada jalur cadangan, dan operator harus mengeluarkan biaya besar untuk mencari titik kerusakan serta mengganti kabel.
Berikut rangkaian dampak yang umumnya muncul saat kabel digigit tikus:
- Akses internet terputus di satu wilayah.
- Aktivitas bisnis dan layanan publik ikut terganggu.
- Proses perbaikan membutuhkan pencarian titik kerusakan dan penggantian kabel.
- Biaya pemulihan menumpuk bila insiden terjadi berulang.
- Beban finansial dapat memengaruhi kelangsungan usaha penyedia layanan.
Dalam kasus yang menimpa G.Network, efek akhirnya bahkan merembet ke urusan korporasi, dari pengajuan kebangkrutan hingga batalnya akuisisi oleh Community Fibre.
Hewan lain juga bisa mengganggu jaringan
Ancaman terhadap kabel bawah tanah tidak hanya datang dari tikus. Gopher juga diketahui dapat menggerogoti kabel listrik, pipa air, saluran irigasi, hingga kabel fiber optik yang ditanam di bawah tanah.
Tupai pun pernah menjadi masalah besar karena kemampuan memanjatnya. Time Warner Cable disebut pernah mengganti 87 mil kabel di New York akibat kerusakan yang dikaitkan dengan tupai, dan hewan itu juga dapat masuk ke gardu listrik serta merusak isolasi kabel.
Langkah pencegahan yang perlu dijaga operator
Untuk menekan risiko gangguan serupa, operator jaringan perlu memprioritaskan beberapa langkah berikut:
- Memakai pelapis kabel yang lebih tahan gigitan dan tidak mudah menarik perhatian hewan pengerat.
- Melakukan inspeksi rutin di titik rawan, terutama jalur bawah tanah dan area masuk jaringan.
- Memasang penghalang fisik tambahan di lokasi yang sering dilalui tikus.
- Menyiapkan jalur cadangan agar satu gangguan tidak langsung memutus layanan satu wilayah.
- Menjaga kebersihan area infrastruktur agar tikus tidak mudah bersarang di sekitar kabel.
Di tengah dorongan memakai material ramah lingkungan, operator jaringan perlu menyeimbangkan inovasi dengan ketahanan lapangan agar kabel fiber optik tidak terus menjadi sasaran hewan pengerat. Tanpa perlindungan yang memadai, gangguan internet berisiko menjadi masalah infrastruktur yang semakin sering muncul di kota-kota besar.
