Partai Golkar Sulawesi Selatan memasang target minimal enam kursi DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan pada Pemilu 2029. Sasaran ini menjadi agenda utama Ilham Arief Sirajuddin atau IAS setelah terpilih memimpin DPD I Golkar Sulsel periode 2026-2031.
Target tersebut berarti kenaikan dari empat kursi DPR yang saat ini diperoleh Golkar dari Sulawesi Selatan. Selain parlemen pusat, partai juga mengincar penambahan kursi di DPRD provinsi serta DPRD kabupaten dan kota.
| Tingkat Legislatif | Perolehan Saat Ini | Target 2029 |
|---|---|---|
| DPR dari Sulawesi Selatan | 4 kursi | Minimal 6 kursi |
| DPRD Sulawesi Selatan | 14 kursi | 21 kursi |
| DPRD kabupaten/kota | 138 kursi | Hampir 200 kursi |
IAS menilai kenaikan perolehan suara dan kursi tidak dapat ditanggung oleh satu lapisan organisasi. Ia menekankan perlunya kerja bersama antara pengurus pusat, pengurus provinsi, serta DPD II Golkar di kabupaten dan kota.
Struktur Partai Jadi Tumpuan
Langkah awal yang disiapkan adalah menuntaskan musyawarah daerah Golkar di seluruh kabupaten dan kota Sulawesi Selatan. Agenda tersebut ditargetkan selesai pada November 2026.
Setelah itu, kepengurusan tingkat kecamatan ditargetkan terbentuk paling lambat Maret 2027. Pembentukan struktur kemudian dilanjutkan ke tingkat kelurahan agar organisasi memiliki jangkauan lebih luas menjelang agenda politik berikutnya.
IAS memandang konsolidasi yang rampung pada 2027 akan memberi ruang bagi struktur partai untuk berkonsentrasi menghadapi Pemilu 2029. Ia juga meminta pemilihan pemimpin Golkar di tingkat daerah mempertimbangkan figur yang tepat.
Para pengurus yang masih ingin membangun partai diajak untuk duduk bersama dalam proses penataan kepengurusan. IAS telah menandatangani pakta integritas yang direncanakan berlaku hingga tingkat kabupaten dan kota.
Terpilih sebagai Calon Tunggal
IAS ditetapkan sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan dalam rapat pleno Musyawarah Daerah XI di Hotel Claro Makassar, Minggu (19/7/2026). Penetapan secara aklamasi terjadi karena ia menjadi satu-satunya calon yang memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.
Munafri Arifuddin yang sebelumnya disebut sebagai bakal calon lain tidak menghadiri musda dan tidak mengembalikan formulir pendaftaran. Situasi itu menjadikan IAS sebagai calon tunggal dalam pemilihan ketua DPD I.
Dalam pernyataannya setelah penetapan, IAS menyebut aspirasi pengurus DPD II akan menjadi pijakan kepengurusan baru. “Saya berharap teman-teman DPD II, sebagaimana amanat dalam rekomendasi komisi A dan komisi B, menjadi rujukan kami dan akan kami jalankan sesuai dengan harapan bersama,” kata IAS.
Menurut Beritasatu yang mengutip Antara, kepengurusan IAS juga berkomitmen menjalankan arahan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia terkait peningkatan kursi legislatif. Masa kepemimpinan baru itu ditandai dengan penyerahan pataka Partai Golkar oleh pimpinan sidang dari DPP Partai Golkar, Mustafa Raja.
