Golkar Surabaya Gaspol ke Akar Rumput, Muslur XI Libatkan 32 Kelurahan

DPD Partai Golkar Kota Surabaya menargetkan lahirnya kepengurusan kelurahan yang solid melalui Musyawarah Kelurahan XI Tahun 2026. Forum itu menjadi bagian dari konsolidasi organisasi yang diarahkan hingga tingkat akar rumput.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menegaskan bahwa penguatan struktur di kelurahan menjadi fondasi penting bagi mesin partai. Ia menyebut seluruh Musyawarah Kelurahan harus rampung pada bulan Juli dan hasilnya akan dilaporkan ke DPD Partai Golkar Jawa Timur sebagai dasar melanjutkan agenda berikutnya.

32 kelurahan dari 6 kecamatan ikut digelar

Pelaksanaan Muslur XI berlangsung pada awal Juli dengan melibatkan enam kecamatan dan 32 kelurahan. Panitia membagi kegiatan ke dalam dua ruangan agar musyawarah tetap berjalan efektif dan kondusif.

Dalam kegiatan itu, Akmarawita menyampaikan apresiasi kepada pengurus, senior partai, anggota DPRD, Ketua Pengurus Kecamatan, Ketua Pengurus Kelurahan, organisasi sayap, dan seluruh kader yang hadir. Ia menilai konsolidasi ini merupakan arahan organisasi yang harus dituntaskan sesuai target DPD Partai Golkar Jawa Timur.

Rakerda disiapkan setelah Muslur selesai

Setelah rangkaian Musyawarah Kelurahan berakhir, DPD Partai Golkar Kota Surabaya berencana menggelar Rapat Kerja Daerah. Forum itu akan melibatkan seluruh pengurus PK dan PL untuk menyusun strategi organisasi serta memperkuat kapasitas kader.

Akmarawita berharap Raker dapat terlaksana sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Partai Golkar pada 20 Oktober. Meski demikian, ia menegaskan pelaksanaannya tetap menyesuaikan arahan dari DPD Provinsi.

Ia juga menekankan pentingnya satu visi dan satu langkah dalam menjalankan program kerja di kecamatan maupun kelurahan. Menurutnya, keseragaman arah kerja menjadi kunci agar struktur partai bergerak lebih solid.

Program harus punya dampak yang terukur

Akmarawita meminta agar program partai tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Setiap kegiatan, kata dia, harus memiliki target yang jelas dan dapat diukur, terutama dalam menambah simpati masyarakat serta memperluas dukungan.

Ia menilai ukuran keberhasilan program harus terlihat dari dampaknya terhadap kepercayaan publik dan suara Partai Golkar. Karena itu, pembahasan dalam Raker nanti akan diarahkan pada evaluasi manfaat program di tengah masyarakat.

Di sisi lain, ia mendorong pengurus PK dan PL aktif mempublikasikan kegiatan partai melalui media online, media sosial, dan media cetak. Publikasi dinilai penting agar masyarakat mengetahui kader Golkar hadir dan bekerja di tengah warga.

Menurutnya, informasi kegiatan dari kelurahan maupun kecamatan perlu dipublikasikan secara rutin setiap bulan. Dengan cara itu, aktivitas kader dapat terlihat dan kedekatan partai dengan masyarakat semakin kuat.

Harapan untuk pengurus yang kompak

Menutup arahannya, Akmarawita berharap Musyawarah Kelurahan XI melahirkan kepengurusan yang solid, kompak, dan siap menjalankan amanah organisasi. Ia juga mengajak seluruh kader menjaga semangat persatuan dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan Partai Golkar melalui Ikrar Satria Garuda.

Ia menegaskan bahwa pengurus kelurahan yang terbentuk harus menjadi kekuatan utama partai di tingkat akar rumput. Menurutnya, kerja nyata, program yang bermanfaat, dan konsolidasi yang solid menjadi cara untuk mengambil hati arek-arek Suroboyo.

Melalui Musyawarah Kelurahan XI, Golkar Surabaya menargetkan organisasi yang semakin kuat hingga tingkat kelurahan. Arah itu juga disiapkan untuk memperkuat pelayanan politik dan kedekatan partai dengan masyarakat menjelang berbagai agenda politik mendatang.

Source: kabarjawatimur.com
Berita Terkait