Good Duck Hadirkan Ruang Refleksi Tanpa Nasihat, Dibangun Lewat LEGO® SERIOUS PLAY®

Di tengah banyaknya ruang pengembangan diri yang serba mengarahkan, Good Duck memilih jalur yang berbeda. Lewat program Ducks After Dark, peserta diajak menemukan jawaban mereka sendiri tanpa ceramah, tanpa kesimpulan siap pakai, dan tanpa dorongan untuk mengikuti satu keputusan tertentu.

Pendekatan itu menjadi pembeda utama karena proses yang ditawarkan bersifat personal dan reflektif. Alih-alih menerima nasihat, peserta diminta berhenti sejenak untuk menata pikiran dan melihat kembali persoalan hidup yang sedang dihadapi.

Berpikir dengan tangan lewat LEGO® SERIOUS PLAY®

Good Duck memakai metode LEGO® SERIOUS PLAY®, pendekatan yang dikembangkan di IMD Business School Swiss bersama The LEGO Group. Metode ini lazim dipakai di lingkungan korporat, tetapi Good Duck mengadaptasinya untuk refleksi personal yang lebih ringan dan mudah diakses.

Peserta tidak diminta menulis jawaban panjang. Mereka diajak membangun model dari bricks sebagai representasi pikiran, perasaan, atau situasi yang sedang mereka hadapi.

Dengan cara itu, gagasan yang sulit diucapkan bisa muncul dalam bentuk konkret. Prosesnya membuat refleksi terasa lebih ringan karena tangan sibuk menyusun bentuk, sementara pikiran bergerak menafsirkan makna di balik model yang dibangun.

Fasilitator tidak mengarahkan hasil

Founder Good Duck, Dyah Oetari, menegaskan bahwa Good Duck bukan workshop. Tidak ada jawaban yang ditentukan sejak awal, karena inti prosesnya adalah membantu peserta sampai pada kejernihan yang lahir dari dirinya sendiri.

Peran fasilitator juga dibuat terbatas. Mereka tidak memberi saran atau mengarahkan peserta ke satu keputusan tertentu, melainkan memancing narasi dari model yang telah dibuat.

Peserta menerima prompt reflektif, lalu menanggapinya dengan menyusun bricks. Dari sana, percakapan berkembang untuk membantu peserta memahami makna di balik bentuk yang mereka bangun sendiri.

Dyah menyebut pengalaman lebih dari lima tahun memfasilitasi peserta dari beragam latar belakang menunjukkan pola yang serupa. Kesadaran tentang kehidupan yang dijalani saat ini dan kemungkinan pilihan yang bisa diambil kerap muncul dari proses tersebut.

Dua format sesi dengan suasana berbeda

Saat ini Good Duck hadir dalam dua format. Ducks After Dark merupakan sesi offline bulanan dengan slot terbatas yang menggabungkan refleksi komunal, musik pengiring, dan makan malam bersama.

Format ini dirancang untuk menghadirkan suasana hangat dan intim. Unsur komunal memberi kesempatan bagi peserta untuk berbagi ruang dengan orang lain yang juga sedang mencari kejernihan, tanpa menghilangkan sifat personal dari proses refleksinya.

Selain itu, ada The Afternoon Room yang digelar secara online setiap Sabtu melalui Google Meet. Sesi ini dibatasi maksimal 12 peserta agar interaksi tetap fokus dan pengalaman refleksi tetap terjaga.

Sebelum sesi online dimulai, peserta menerima brick kit dan kartu refleksi yang dikirim langsung ke rumah. Dengan begitu, pengalaman membangun model tetap menjadi bagian utama meski peserta berada di lokasi yang berbeda.

Biaya pendaftaran Ducks After Dark dipatok Rp980 ribu per orang. Sementara The Afternoon Room dibanderol Rp680 ribu, dengan pendaftaran melalui situs goodduck.id minimal seminggu sebelum acara.

Sertifikasi fasilitator menjadi penopang kualitas

Untuk menjaga kualitas proses, fasilitator Good Duck telah mengantongi sertifikasi resmi dari The Association of Master Trainers in LEGO® SERIOUS PLAY® Method di Billund, Denmark. Sertifikasi ini penting karena metode yang digunakan menuntut kemampuan memandu refleksi tanpa mendominasi hasilnya.

Dalam media experience yang digelar di SUBO FAMILY Cipete, para jurnalis juga diajak melihat langsung cara kerja ruang reflektif tersebut. Pengalaman yang ditawarkan tidak berbentuk materi satu arah, tetapi serangkaian prompt yang memancing peserta menelaah pertanyaan yang belum terjawab dalam hidup mereka.

Di tengah tekanan transisi karier, perubahan prioritas, dan pertanyaan tentang masa depan, ruang seperti ini memberi alternatif yang lebih tenang. Good Duck menempatkan refleksi sebagai proses yang aman, ringan, dan tetap menyenangkan, tanpa membuat peserta merasa harus segera mendapat jawaban dari luar.

Source: www.suara.com

Berita Terkait