Google Home Perluas Automasi Besar-Besaran, Nest Camera Lama Kini Lebih Cerdas Dengan Gemini

Google Home mendapat dorongan besar lewat pembaruan musim semi, dan perubahan paling menonjol terasa di sisi automasi rumah. Pengguna kini bisa menyusun skenario yang jauh lebih detail karena Google menambah lebih banyak pemicu, kondisi, dan aksi untuk berbagai perangkat rumah pintar.

Pembaruan ini juga memperluas fungsi yang sebelumnya hanya dinikmati sebagian pengguna Early Access. Sejumlah kemampuan kini mulai dibuka lebih luas, sementara peserta Early Access turut mendapat peningkatan pada model AI lewat Gemini 3.1 untuk performa yang lebih baik dan penalaran yang lebih maju.

Di sisi keamanan rumah, Google menambahkan lebih banyak opsi kontrol ke dalam automasi. Sistem kini dapat dipakai untuk mengaktifkan atau menonaktifkan keamanan rumah, sekaligus memeriksa apakah statusnya sedang armed.

Pemantauan pintu juga ikut diperinci. Google Home sekarang dapat mengenali kondisi locked, unlocked, jammed, forced open, atau ajar, sehingga status pintu bisa dipantau dengan lebih spesifik lewat automasi.

Untuk sensor biner, sistem kini mendukung status sederhana seperti true dan false. Dukungan ini mencakup contact atau no contact, leak atau no leak, serta freeze atau no freeze, yang membuat pembacaan kondisi perangkat jadi lebih fleksibel.

Kategori perangkat rumah tangga juga tidak luput dari perluasan. Google Home kini dapat mengontrol mesin cuci, pengering, dan mesin kopi dengan status operasi seperti Start, Stop, Pause, dan Resume.

Robot vacuum mendapat pengaturan yang lebih rinci. Pengguna kini bisa memakai perintah untuk dock, pause, dan resume saat mengatur sesi pembersihan.

Di bagian pencahayaan, Google menambahkan kontrol yang lebih lengkap untuk automasi. Pengguna bisa mengatur tingkat kecerahan, menyalakan atau mematikan lampu, serta mengelola efek cahaya.

Lampu berwarna juga mendapat dukungan tambahan. Google Home kini dapat mengubah warna perangkat dan temperatur warna, sehingga pengaturan suasana ruangan terasa lebih fleksibel.

Untuk penutup jendela, Google memperluas kemampuan kontrol blinds. Sistem dapat membuka dan menutup tirai, serta memeriksa persentase posisi spesifiknya.

Pemantauan iklim rumah ikut diperkuat lewat thermostat. Google Home kini dapat memeriksa tingkat kelembapan relatif untuk membantu pengaturan lingkungan rumah.

Perangkat media juga masuk ke daftar yang diperluas. Google menambahkan status pemutaran seperti playing, paused, dan buffering, disertai kontrol volume untuk memantau dan mengelola tingkat suara.

Di bagian daya, Google menambahkan pemantauan level baterai dan status pengisian daya. Fitur ini melengkapi dukungan power management yang makin luas di dalam automasi.

Google juga memperkenalkan switch events untuk smart switch. Input seperti initial press, long press, dan release event kini dapat dipakai sebagai pemicu automasi.

Perubahan besar lain terjadi pada Nest Camera, terutama untuk notifikasi dan peninjauan rekaman. Antarmuka kamera tampil lebih modern dan responsif, sementara pengalaman scrubbing video dibuat lebih lancar dengan detail yang lebih lengkap.

Notifikasi kamera kini juga lebih praktis. Sistem dapat melakukan zoom otomatis ke subjek yang terdeteksi, sehingga pengguna langsung melihat orang atau objek pemicu peringatan tanpa harus memperbesar gambar secara manual.

Bagi pelanggan Google Home Premium Advanced, timeline kamera kini menampilkan deskripsi kejadian. Fitur ini membantu menemukan momen penting dalam rekaman tanpa perlu memeriksa video satu per satu.

Google juga menambahkan filter kejadian yang lebih spesifik. Pengguna bisa menyaring peristiwa berdasarkan kategori seperti Person seen, Package seen, dan Activity Zone untuk memudahkan pengawasan rumah.

Peningkatan berbasis AI tidak hanya menyasar kamera baru. Pengguna Nest Camera generasi lama yang berlangganan Google Home Premium Advanced juga ikut menerima deskripsi kejadian yang didukung Gemini, sehingga ringkasan aktivitas kamera menjadi lebih cerdas dan mudah dipahami.

Deteksi wajah turut mendapat pembaruan penting. Google mengatakan sistem seharusnya kini bisa mengenali wajah yang sudah dikenal dengan akurasi yang lebih baik.

Jika hasil pengenalan masih keliru, pengguna dapat langsung memberi masukan lewat tombol jempol naik atau jempol turun. Cara ini memberi jalur cepat untuk koreksi sekaligus membantu peningkatan sistem.

Google juga merapikan pengelolaan pustaka wajah. Face library management tidak lagi menampilkan wajah yang buram atau berkualitas rendah, sehingga daftar wajah yang tersimpan menjadi lebih bersih dan mudah dikelola.

Secara keseluruhan, pembaruan musim semi Google Home menunjukkan arah yang makin kuat ke kontrol rumah pintar yang lebih detail. Untuk pengguna Nest Camera, kombinasi notifikasi yang lebih cerdas, deskripsi kejadian berbasis AI, dan pengenalan wajah yang ditingkatkan menjadi bagian yang paling terasa dari paket perubahan ini.

Source: www.androidpolice.com

Berita Terkait