Google sudah menegaskan bahwa AI Mode tidak akan menjadi tujuan default pencarian dari Chrome. Penegasan ini muncul setelah sebuah uji coba di Chrome Canary sempat membuat banyak orang menduga bilah alamat Chrome akan langsung mengirim kueri ke pengalaman pencarian berbasis AI.
Kabar itu bermula dari temuan flag eksperimental bernama “Fulfill Searchbox Queries in AI Mode”. Saat flag ini aktif, pencarian yang diketik di address bar diarahkan ke hasil AI Mode untuk kueri yang dimasukkan.
Perubahan seperti ini dianggap penting karena omnibar adalah pintu masuk utama bagi banyak pengguna Chrome saat mencari di web. Jika perilaku itu dijadikan standar, alur pencarian di browser bisa berubah cukup besar bagi jutaan pengguna.
Yang menarik, tombol “AI Mode” tetap terlihat di bilah alamat meski flag tersebut diaktifkan. Hal itu menunjukkan antarmuka Chrome belum sepenuhnya mengikuti perilaku baru yang sedang diuji.
Rajan Patel, Vice President Google, kemudian menepis anggapan bahwa perusahaan berencana menjadikan AI Mode sebagai tujuan default pencarian di Chrome. Pernyataan itu menjadi jawaban langsung atas kekhawatiran bahwa address bar akan otomatis mengarah ke pencarian berbasis AI.
Di deskripsi commit Chromium yang memperkenalkan flag itu, fitur tersebut memang disebut sebagai bagian dari eksplorasi. Pada keterangan yang sama juga tertulis bahwa tidak ada rencana untuk meluncurkannya secara resmi.
Meski begitu, label eksplorasi tidak selalu berarti arah pengembangan berhenti di sana. Dalam pengujian produk digital, kanal eksperimental kerap dipakai untuk melihat kesiapan teknis sekaligus membaca reaksi pengguna.
Pengujian yang ditemukan WindowsReport itu juga menunjukkan perhatian pada kebiasaan dasar pengguna Chrome. Sistem tetap menghormati tombol modifier seperti Ctrl atau Command ketika hasil dibuka di tab baru.
Detail tersebut memberi kesan bahwa integrasi yang diuji tidak sekadar percobaan kasar. Google tampaknya sudah menyiapkan alur yang tetap selaras dengan cara pengguna Chrome biasa berinteraksi dengan pencarian.
Spekulasi soal uji coba ini cepat membesar karena Google memang terus memperluas penggunaan AI di produk pencariannya. AI Mode menjadi salah satu fokus penting, dan perusahaan juga disebut sedang bereksperimen dengan bilah pencarian AI mengambang di Windows.
Konteks itu membuat banyak pengamat menilai integrasi lebih dalam ke Chrome terasa masuk akal. Chrome sendiri menjadi gerbang utama ke layanan pencarian Google di banyak perangkat.
Ada alasan lain yang membuat isu ini terus mendapat perhatian. Sebelumnya, Google juga disebut pernah memakai pendekatan serupa saat menguji AI Overviews dan AI Mode sebelum fitur itu hadir ke pengguna.
Karena itu, kemunculan flag baru di Chrome Canary tetap dipandang sebagai sinyal yang layak dicermati. Walau belum ada rencana peluncuran resmi, opsi tersebut menunjukkan bahwa skenario integrasi AI ke pencarian Chrome setidaknya sudah diuji di level teknis.
Untuk saat ini, pengguna Chrome versi stabil belum merasakan perubahan itu sebagai perilaku standar browser. Pencarian dari bilah alamat masih mengarah ke Google Search biasa, kecuali Google mengumumkan arah baru di kemudian hari.
Temuan ini menegaskan bahwa area paling strategis di Chrome terus menjadi ruang uji coba bagi Google. Bukan hanya hasil pencarian yang berubah, tetapi juga pintu masuk menuju pencarian itu sendiri.
Source: www.androidauthority.com






