Google Ubah Aturan Privasi, Data Foto dan Suara Pengguna Kini Bisa Dipakai Latih AI

Author: Redaksi Android62

Google memperluas jenis data yang bisa disimpan dari aktivitas pengguna di layanan pencariannya, dan perubahan ini langsung berkaitan dengan pengembangan AI. Kini, gambar, file, rekaman audio, dan video yang dipakai saat mengakses Google Search dapat ikut tersimpan untuk membantu pelatihan model dan peningkatan layanan.

Perubahan tersebut membuat pengaturan privasi pencarian Google menjadi lebih rinci, tetapi juga lebih luas dari sebelumnya. Pengguna yang tidak teliti bisa saja melewatkan pembaruan ini karena pemberitahuan dikirim melalui email pelanggan pada Juni.

Dua pengaturan baru untuk riwayat layanan penelusuran

Melansir TechCrunch, Google memperkenalkan dua pengaturan baru, yaitu Riwayat Layanan Penelusuran dan Rekomendasi yang Dipersonalisasi. Keduanya memberi pengguna kendali atas pemanfaatan aktivitas pencarian untuk personalisasi layanan dan lama penyimpanan data.

Namun, pembaruan itu juga mengubah cakupan data yang bisa masuk ke sistem penyimpanan Google. Tidak hanya riwayat pencarian, berbagai media yang dipakai saat menggunakan layanan Google kini dapat disimpan untuk mendukung pengembangan teknologi AI.

Layanan Jenis data yang bisa tersimpan Fungsi
Google Search Riwayat pencarian, gambar, file, audio, video Pengembangan AI dan personalisasi
Google Maps, Shopping, Flights, Hotels, Translate, News Aktivitas dan media yang dipakai saat pencarian Pengembangan AI dan layanan terkait

Dalam praktiknya, foto yang diunggah lewat Google Lens bisa disimpan sebagai bagian dari data pelatihan AI. Hal yang sama juga berlaku ketika pengguna memakai fitur search live di aplikasi Google, karena rekaman suara untuk pencarian dapat ikut tersimpan.

Google juga menyebut audio dari fitur latihan berbicara pada Google Translate dapat diperlakukan dengan pola yang sama. Dalam email kepada pelanggan, perusahaan menegaskan bahwa media yang disimpan dipakai untuk mengembangkan dan meningkatkan layanan serta teknologi Google, termasuk model AI dan langkah-langkah keamanan.

Cara membatasi penyimpanan data

Pengguna masih bisa menolak penyimpanan sebagian data melalui pengaturan privasi terbaru. Langkahnya dimulai dari halaman riwayat layanan penelusuran dan personalisasi layanan penelusuran, lalu menyesuaikan opsi yang tersedia.

Pada halaman itu, pengguna dapat menghapus centang opsi simpan media agar gambar, audio, video, dan file tidak disimpan. Pengguna juga bisa menonaktifkan riwayat layanan penelusuran jika tidak ingin aktivitas pencarian tercatat.

Google menyediakan penghapusan otomatis untuk data yang sudah tersimpan, dengan pilihan 3 bulan, 18 bulan, atau 36 bulan. Selain itu, tersedia pula pengaturan privasi lain seperti aktivitas web dan aplikasi, garis waktu, riwayat YouTube, serta kontrol privasi lainnya.

Sebelum perubahan ini, pengelolaan riwayat pencarian dilakukan lewat pengaturan aktivitas web dan aplikasi. Kini Google memisahkan pengaturan tersebut menjadi dua kategori, dan pengaturan data pencarian yang baru aktif secara default.

Artinya, mematikan aktivitas web dan aplikasi tidak lagi otomatis menghentikan penyimpanan aktivitas pada layanan Google Search. Pengguna perlu memeriksa dan mengubah pengaturan data pencarian secara terpisah jika ingin membatasi penggunaan datanya.

Google juga menjelaskan bahwa sebagian data hanya disimpan sementara agar produk tetap berfungsi dengan baik. Meski demikian, perusahaan menyatakan media yang tersimpan juga dapat dipertahankan secara khusus untuk mendukung pelatihan model AI.

Langkah Google ini sejalan dengan tren yang makin umum di industri teknologi, ketika perusahaan tidak hanya mengandalkan data dari internet, tetapi juga memanfaatkan data yang diunggah atau dibuat pengguna saat memakai layanan mereka. Meta menjadi contoh lain dengan pendekatan serupa melalui pemanfaatan gambar, berbagai media pengguna, dan konten dari perangkat kacamata AI untuk membantu pengembangan model kecerdasan buatannya.

Perubahan ini membuat pengguna Google perlu lebih aktif memeriksa pengaturan privasi yang mereka pakai. Pasalnya, opsi untuk menghentikan aktivitas web dan aplikasi tidak lagi cukup jika tujuan utamanya adalah membatasi penyimpanan data pada layanan pencarian.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru