Gosari Tunjukkan Desa Wisata Bisa Menggerakkan Ekonomi Warga, Jatim Jadi Contoh Pengembangan Inklusif

Author: Redaksi Android62

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai desa wisata di Jawa Timur telah menunjukkan peran yang lebih besar dari sekadar tujuan kunjungan. Menurutnya, desa wisata yang kuat adalah desa yang mampu menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi warga, mulai dari peluang usaha, pergerakan produk lokal, hingga manfaat yang terasa di tingkat komunitas.

Pandangan itu mengarah pada satu hal penting, yaitu keberhasilan desa wisata tidak cukup diukur dari ramainya wisatawan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana aktivitas wisata mampu membuat ekonomi masyarakat bergerak dan memberi ruang bagi warga untuk ikut terlibat dalam rantai usaha di desanya sendiri.

Desa wisata sebagai penggerak ekonomi warga

Ni Luh melihat bahwa desa wisata di Jawa Timur sudah memperlihatkan karakter pengembangan yang mendukung ekonomi berbasis masyarakat. Model seperti ini dinilai tidak hanya menguntungkan pelaku wisata, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi warga di sekitar destinasi.

Dalam praktiknya, desa wisata memberi kesempatan bagi masyarakat untuk masuk ke berbagai aktivitas ekonomi. Pengelolaan destinasi, penyediaan layanan, dan penguatan produk lokal menjadi bagian dari ekosistem yang bisa membuat perputaran ekonomi lebih merata.

Pendekatan tersebut membuat desa wisata dipandang sebagai bagian dari pembangunan yang lebih inklusif. Dengan basis komunitas yang kuat, manfaat pariwisata tidak berhenti pada angka kunjungan, melainkan menjangkau lapisan warga yang lebih luas.

Gosari menjadi contoh nyata

Salah satu contoh yang mendapat perhatian adalah Wisata Alam Gosari. Kawasan ini menerima penghargaan dalam ajang CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026, yang diserahkan kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Jakarta, Selasa (21/4).

Penghargaan itu menjadi pengakuan atas arah pengembangan Wisata Alam Gosari yang dinilai mewakili praktik pembangunan desa berbasis pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Tema “Wujudkan Desa Berdaya, Dukung Geliat Pertumbuhan Ekonomi” juga mempertegas bahwa fokus pengembangannya tidak hanya pada kunjungan wisata.

Arah tersebut menunjukkan bahwa desa wisata dapat menjadi alat pembangunan yang mengangkat potensi lokal sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi warga. Dalam konteks itu, Gosari dipandang sebagai contoh yang relevan ketika desa mampu memadukan pariwisata dengan penguatan kemandirian ekonomi.

Dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor

Untuk memperkuat desa wisata, Kementerian Pariwisata terus mendorong sejumlah langkah strategis. Upaya yang disebut mencakup peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas, pendampingan, sertifikasi desa wisata berkelanjutan, serta pemberian apresiasi kepada daerah yang menunjukkan kinerja baik.

Ni Luh menegaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak bisa berjalan sendirian. Karena itu, sinergi lintas sektor dibutuhkan agar ekosistem yang terbentuk lebih kuat dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Ia juga mengajak Kementerian Desa dan sektor swasta untuk ikut terlibat aktif dalam meningkatkan kualitas dan daya saing desa wisata. “Kami terus mengharapkan dukungan dari Kementerian Desa dan sektor swasta untuk bersama-sama membangun desa wisata yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Ni Luh.

CSR disebut memberi manfaat nyata bagi desa

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto turut menyoroti pentingnya kerja sama pemerintah dan swasta. Ia menilai berbagai program CSR telah memberikan manfaat langsung bagi desa dan masyarakat, sehingga kontribusi dunia usaha menjadi bagian penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan.

Manfaat CSR terlihat dalam sejumlah bentuk, mulai dari pengembangan desa tematik, peningkatan kapasitas UMKM, hingga pembangunan sarana dasar seperti jalan dan air bersih. Dukungan itu juga dinilai membantu penguatan sumber daya manusia di tingkat desa.

Yandri mendorong BUMN dan sektor swasta agar terus meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan desa. Dorongan tersebut sejalan dengan arah kebijakan yang menempatkan desa sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Jawa Timur dan arah penguatan dari bawah

Pernyataan dari dua kementerian tersebut memperlihatkan bahwa desa wisata kini dipahami sebagai instrumen pembangunan, bukan hanya tempat berwisata. Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang menonjol karena mampu memperlihatkan bagaimana potensi lokal berkembang melalui kolaborasi, dukungan kebijakan, dan pengelolaan berkelanjutan.

Di tengah upaya memperluas pemerataan ekonomi, desa wisata seperti Gosari memberi gambaran bahwa pertumbuhan bisa dimulai dari wilayah yang paling dekat dengan masyarakat. Ketika infrastruktur, pendampingan, CSR, dan kerja sama lintas sektor bergerak searah, desa wisata memiliki peluang lebih besar untuk benar-benar menjadi motor ekonomi warga.

Source: jatim.antaranews.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru