Gran Max Jadi Penopang Utama, Daihatsu Tetap Tembus 12.531 Unit Bulan Lalu

Author: Redaksi Android62

Gran Max menjadi tumpuan terbesar penjualan Daihatsu di Indonesia saat pasar belum sepenuhnya stabil. Model niaga ini menyumbang porsi paling besar dari total retail Daihatsu yang mencapai 12.531 unit pada bulan lalu.

Dari jumlah itu, Gran Max sudah terjual 30.454 unit dan berkontribusi 51 persen terhadap total penjualan merek tersebut. Kontribusi besar itu datang dari dua varian utama, yaitu Gran Max pikap yang mencatat 20.294 unit dan Gran Max Minibus atau Blind Van sebanyak 10.160 unit.

Peran Gran Max terasa menonjol karena kebutuhan pasar terhadap kendaraan angkut masih kuat. Mobil niaga seperti ini tetap dibutuhkan untuk membawa barang dan melintas di berbagai medan, sehingga posisinya belum tergeser oleh model lain di lini Daihatsu.

Di sisi lain, Sigra dan Ayla masih memegang peran penting di segmen LCGC. Namun, gabungan kontribusi keduanya baru mencapai 17.893 unit atau sekitar 30 persen dari total penjualan, sehingga masih berada di bawah sumbangan Gran Max series.

Sigra memang tetap menjadi penyumbang terbesar di antara keduanya. Ayla berada di belakangnya, sementara mobil LCGC tujuh penumpang itu masih diminati karena harganya lebih terjangkau di kelasnya.

Kondisi tersebut membuat Sigra tetap relevan di segmennya, meski belum bisa menyalip Gran Max dalam kontribusi keseluruhan. Daihatsu pun tidak terlalu terbebani oleh perlambatan di segmen itu karena penopang utamanya masih datang dari model niaga.

Secara total, hasil retail 12.531 unit itu menempatkan Daihatsu di posisi kedua pasar nasional, tepat di bawah Toyota. Capaian tersebut juga mencatat kenaikan 25 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu.

Selain Gran Max dan Sigra, beberapa model lain ikut menjaga ritme penjualan Daihatsu. Terios mencatat 6.063 unit secara retail dan menyumbang sekitar 10 persen dari total penjualan merek tersebut.

Xenia, Rocky, Sirion, dan Luxio juga memberi tambahan penting. Keempat model itu bersama-sama terjual sekitar 5 ribu unit, atau setara 9 persen dari total penjualan Daihatsu.

Di jajaran model impor, Daihatsu hanya menjual dua CBU di Indonesia. Sirion didatangkan dari Malaysia, sedangkan Rocky Hybrid berasal dari Jepang dan disebut sebagai model hybrid paling laris di kelompoknya.

Hampir seluruh mobil Daihatsu yang dijual di Indonesia diproduksi secara lokal. Porsinya mencapai 99 persen, sehingga hanya sebagian kecil unit yang berasal dari luar negeri.

Basis produksi lokal yang kuat itu ikut menopang bisnis Daihatsu di Tanah Air. Hingga kini, perusahaan juga belum menambah model baru lagi setelah meluncurkan Rocky Hybrid tahun lalu.

Meski belum ada model anyar, lini yang sudah ada masih mampu menjaga hasil penjualan tetap solid. Daihatsu pun masih bertumpu pada model-model mapan sambil menghadapi pasar yang makin kompetitif.

Saat Rocky Hybrid pertama kali diperkenalkan, Daihatsu juga sempat menampilkan Ayla EV sebagai model konsep. Mobil listrik kompak itu dinilai cocok untuk pasar mobil listrik berukuran kecil, termasuk sebagai calon lawan BYD Atto 1, tetapi model tersebut belum dipasarkan di Indonesia.

Source: ridertua.com
Berita Terbaru