Greg Abel Pasang Batas Untuk AI, Berkshire Tetap Untung Tanpa Ikut Euforia

Author: Redaksi Android62

Berkshire Hathaway mulai menempatkan kecerdasan buatan sebagai alat yang harus menghasilkan manfaat nyata, bukan sekadar simbol modernisasi. Greg Abel menegaskan perusahaan tidak akan memakai AI hanya demi ikut tren, sehingga arah awal setelah Warren Buffett mundur langsung terlihat lebih disiplin.

Sikap itu memberi sinyal bahwa Berkshire tidak sedang mengejar euforia teknologi yang tengah ramai di pasar. Di hadapan para pemegang saham di Omaha, Abel memilih bahasa yang hati-hati dan menempatkan efisiensi, keselamatan, serta kualitas pengambilan keputusan sebagai syarat utama sebelum AI masuk ke bisnis konglomerat itu.

Pendekatan tersebut berlaku untuk seluruh unit Berkshire, mulai dari asuransi, kereta api, energi, hingga manufaktur. Abel menilai AI harus benar-benar menambah nilai bagi bisnis, bukan menjadi hiasan strategi atau alat untuk menaikkan citra perusahaan.

Ia juga menolak gagasan menggunakan teknologi hanya agar Berkshire terlihat sejalan dengan gelombang besar di sektor lain. Dalam pandangannya, penerapan AI harus memberi dampak langsung pada operasi, dan bukan sekadar “AI demi AI”.

Nada itu sejalan dengan sikap skeptis Warren Buffett terhadap cerita teknologi yang belum teruji. Dalam pertemuan itu, penyelenggara bahkan membuka acara dengan video Buffett yang dibuat memakai AI, dan Abel menyebut hal semacam itu sebagai risiko serius yang perlu dikelola Berkshire setiap hari.

AI dipakai secukupnya, bukan di seluruh lini

Cara Berkshire memakai AI tampak paling jelas di BNSF, anak usaha kereta api milik perusahaan itu. Di sana, alat AI diarahkan untuk memperbaiki operasi, bukan untuk mengubah inti bisnis perusahaan.

Pola serupa juga terlihat di bisnis asuransi. Berkshire memakai teknologi tersebut untuk mendeteksi penipuan dan menghadapi ancaman deepfake, sehingga penggunaannya tetap spesifik dan langsung terkait kebutuhan operasional.

Dengan pendekatan seperti itu, Berkshire menjaga jarak dari perlombaan valuasi software dan narasi AI yang agresif. Teknologi tetap diperlakukan sebagai alat pendukung, bukan pusat strategi konglomerat.

Justru energi menjadi peluang paling besar

Meski berhati-hati terhadap hype AI, Berkshire tetap melihat peluang pertumbuhan yang besar dari Berkshire Hathaway Energy. Abel mengatakan pusat data saat ini sudah menyumbang sekitar 8% dari beban puncak di wilayah layanan penting seperti Iowa.

Angka itu berada di kisaran atas tolok ukur industri, yang biasanya berada di rentang 5% sampai 10%. Abel juga memperkirakan porsi tersebut bisa naik 50% dalam lima tahun ke depan seiring meningkatnya kebutuhan para hyperscaler yang membangun infrastruktur AI.

Namun, Berkshire menegaskan bahwa operator pusat data harus menanggung seluruh biayanya sendiri. Dengan cara itu, pelanggan rumah tangga dan komersial tidak ikut terbebani oleh lonjakan kebutuhan listrik dari ekspansi tersebut.

Posisi ini membuat Berkshire bisa ikut menikmati pertumbuhan dari boom infrastruktur AI tanpa harus ikut dalam spekulasi perangkat lunak. Bagi Abel, disiplin tetap menjadi pegangan utama di tengah pengeluaran infrastruktur AI yang terus membesar di sektor utilitas.

Berita Terbaru