Pola Makan Tinggi Gula dan Kurang Bergerak, Risiko Kanker Payudara Mengintai

Author: Redaksi Android62

Kanker payudara diperkirakan menyumbang sekitar 2,4 juta kasus baru secara global pada 2024. Angka ini menjadikannya diagnosis kanker yang dominan di 164 dari 186 negara, menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Beban tersebut menjadi peringatan bahwa pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan kemajuan pengobatan. Aktivitas fisik yang menurun, berat badan berlebih, serta konsumsi makanan tinggi gula perlu mendapat perhatian perempuan sejak dini.

Pola Hidup Berperan pada Risiko

Senior Consultant Medical Oncologist Parkway Cancer Centre Singapura, Dr. See Hui Ti, menilai perubahan gaya hidup ikut meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker rahim. Ia menyoroti berkurangnya aktivitas fisik, meningkatnya obesitas, dan pola makan tinggi gula sebagai faktor yang tidak boleh diabaikan.

“Berkurangnya aktivitas fisik, meningkatnya obesitas, serta pola makan tinggi gula menjadi faktor yang ikut meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker rahim,” ujar Dr. See di Jakarta Selatan. Kondisi tersebut memperkuat pentingnya Gaya Hidup Sehat sebagai bagian dari perlindungan awal.

Menjaga berat badan ideal, berolahraga secara rutin, serta menghindari rokok dan alkohol termasuk langkah pencegahan yang disebut penting. Upaya ini tidak menghapus seluruh risiko, tetapi dapat menjadi bagian dari tindakan untuk menekan faktor yang dapat diubah.

Jenis Kanker Perkiraan Kasus Baru Global 2024 Keterangan
Kanker payudara 2,4 juta Dominan di 164 dari 186 negara
Kanker serviks 604 ribu Menjadi bagian dari beban kanker perempuan global

Pasien Masih Banyak Datang Terlambat

Di Indonesia, Global Cancer Observatory atau GLOBOCAN memperkirakan terdapat sekitar 408.661 kasus baru kanker. Besarnya angka itu menunjukkan persoalan kanker berkaitan erat dengan pengobatan sekaligus kesadaran mengenali risiko.

Kanker Payudara masih menjadi tantangan karena banyak pasien baru memeriksakan diri ketika penyakit telah mencapai stadium lanjut. Rendahnya kesadaran terhadap Deteksi Dini Kanker disebut menjadi salah satu penyebab kondisi tersebut terus terjadi.

Dr. See menegaskan peningkatan kasus tidak semata-mata disebabkan oleh peralatan pemeriksaan yang makin canggih. Mammografi memang membantu menemukan penyakit dengan lebih baik, tetapi kejadian kanker di masyarakat juga dinilai benar-benar meningkat.

WHO telah memperingatkan perlunya pengendalian kanker yang lebih cepat dan merata. Tanpa langkah tersebut, jumlah kasus baru kanker diproyeksikan meningkat hingga hampir dua kali lipat pada 2050.

Terapi Disesuaikan dengan Karakter Kanker

Kemajuan pemeriksaan histopatologi dan analisis molekuler kini membantu dokter mengenali karakter kanker secara lebih terperinci. Pada kanker payudara, pemeriksaan dapat membedakan subtipe hormone receptor-positive, HER2-positive, dan triple-negative breast cancer.

Setiap subtipe dapat memerlukan pertimbangan penanganan yang berbeda. Dokter dapat memilih terapi hormonal, terapi target, terapi anti-HER2, imunoterapi, atau gabungan beberapa pendekatan sesuai kondisi klinis pasien.

Pendekatan terapi presisi membuka peluang agar pengobatan lebih tepat sasaran. Namun, keputusan terapi tetap ditentukan oleh tim medis setelah menilai karakter penyakit dan kondisi pasien secara menyeluruh.

AI Hanya Membantu Pembacaan

Kecerdasan buatan atau AI mulai digunakan untuk membantu meningkatkan ketepatan pembacaan mammografi dan hasil radiologi lainnya. Teknologi ini dirancang untuk mengurangi kemungkinan kesalahan manusia saat menilai hasil pemeriksaan.

Meski demikian, AI tidak menggantikan dokter dalam membuat keputusan medis yang penting. Dokter tetap memegang peran utama karena memahami kondisi klinis pasien secara utuh.

Selain perubahan kebiasaan dan pemeriksaan dini, perluasan cakupan vaksinasi HPV juga disebut penting dalam menghadapi kanker pada perempuan. Pencegahan, kesadaran sejak awal, dan terapi yang sesuai dapat memberi peluang kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru