Gurun Najaf-Karbala Menelan Nyawa Petani Irak, Dugaan Pangkalan Rahasia Israel Terkuak

Author: Redaksi Android62

Kematian seorang petani Irak di gurun Najaf-Karbala membuka sorotan baru atas dugaan keberadaan pangkalan rahasia Israel di wilayah Irak. Peristiwa itu tidak berhenti sebagai insiden lapangan biasa, karena kendaraan yang ditumpangi petani bernama Awad al-Shammari justru dihantam serangan udara dan membuat dua tentara Irak terluka.

Laporan investigasi yang dikutip The New York Times menyebut lokasi tersebut telah dipakai untuk mendukung serangan udara dan operasi pasukan khusus Israel. Temuan itu memicu pertanyaan lebih besar tentang sejauh mana aktivitas militer rahasia berlangsung di gurun Irak tanpa diketahui publik.

Perburuan yang berakhir maut

Awad al-Shammari disebut sedang dalam perjalanan membeli kebutuhan bahan makanan ketika melihat aktivitas yang dianggap mencurigakan di gurun. Ia kemudian melaporkannya kepada aparat keamanan setempat, tetapi situasi keburu berubah sebelum lokasi itu sempat diamankan.

Menurut informasi yang dikutip The New York Times, pasukan Israel diduga memantau komunikasi al-Shammari melalui sistem pengawasan mereka. Dari sana, ponselnya diduga terlacak dan dijadikan penanda target serangan.

Kendaraan yang ditumpangi al-Shammari bersama dua tentara Irak lalu diserang helikopter. Serangan itu menewaskan al-Shammari dan melukai dua personel militer Irak yang ikut berada di dalam kendaraan.

Jejak keluarga yang menemukan mobil hangus

Keluarga al-Shammari sempat mencari keberadaannya selama dua hari sebelum mengetahui nasibnya. Sepupunya, Amir, mengatakan keluarga lebih dulu mendapat kabar tentang sebuah mobil pikap terbakar yang mirip kendaraan milik al-Shammari.

“Tidak ada yang berani mendekat. Saat kami tiba di sana, kami menemukan mobil dan jasadnya sudah hangus terbakar,” kata Amir, dikutip dari presstv.ir. Gambaran itu memperkuat kesan bahwa insiden tersebut terjadi cepat dan meninggalkan jejak kerusakan yang parah di tengah gurun.

Dugaan pangkalan rahasia di gurun Irak

Investigasi yang sama menyebut Israel diduga membangun pos rahasia di gurun barat Irak selama perang Iran melawan AS-Israel. Fasilitas itu disebut didirikan sesaat sebelum perang pecah pada akhir Februari.

Basis tersebut kemudian dikabarkan dipakai dalam serangan terhadap pasukan Irak pada Maret, saat tentara Irak hampir membongkar lokasi itu. Media Israel juga dilaporkan menyebut pasukan mereka menempatkan tim penyelamat dan unit komando di pos terdepan itu untuk mengevakuasi awak pesawat Israel jika jatuh di wilayah Iran.

Sumber lain yang diwawancarai The New York Times juga menyebut ada pangkalan Israel kedua di gurun yang sama. Basis kedua itu dikabarkan sudah ada sebelum perang terbaru melawan Iran dan pernah dipakai saat konflik Iran pada Juni 2025.

Kemarahan di Irak dan tekanan ke Washington

Kasus ini memicu kemarahan publik di Irak karena menyangkut kematian warga sipil dan dugaan operasi militer ilegal di wilayah negara itu. Desakan agar pemerintah memberi penjelasan dan meminta pertanggungjawaban pihak terkait pun menguat setelah laporan soal aktivitas tersebut mencuat.

Laporan yang sama juga menyebut pangkalan yang ditemukan al-Shammari sudah diketahui Washington setidaknya sejak Juni 2025. Fakta ini memunculkan dugaan bahwa Amerika Serikat menyembunyikan informasi itu dari pemerintah Irak, meski keduanya dikenal sebagai sekutu dekat.

Anggota parlemen Irak, Raed al-Maliki, ikut mengecam Washington dan menuding Amerika Serikat memberi akses wilayah udara Irak kepada pasukan Israel selama perang. Ia juga menuduh sistem radar dimatikan, lalu menyebut wilayah Irak dipakai untuk membangun pusat intelijen rahasia atau pangkalan milik entitas Zionis.

Di tengah seluruh tuduhan itu, kematian al-Shammari menjadi titik paling menyakitkan dari cerita gurun Najaf-Karbala. Kasus ini menambah sorotan atas dugaan operasi militer Israel di Irak dan memperdalam tekanan politik terhadap pemerintah setempat.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru