Hakim Danish Dibidik Tim Moto2, Pilihan Kecil yang Bisa Mengubah Langkah Besarnya

Ketertarikan dari lima hingga enam tim kini membuat masa depan Hakim Danish menjadi salah satu topik yang paling diperhatikan di paddock. Pembalap muda asal Malaysia itu sedang berada di posisi penting, karena keputusan yang diambil dalam waktu dekat bisa memengaruhi arah kariernya untuk jangka panjang.

Manajer SIC Racing, Zulfahmi Khairuddin, menyebut peluang yang terbuka datang dari tim Moto3 dan Moto2. Menurut dia, keputusan itu tidak bisa diambil hanya karena tawaran yang terlihat paling besar, melainkan harus mempertimbangkan lingkungan tim dan rencana perkembangan pembalap.

Performa Rookie yang Langsung Menarik Perhatian

Hakim Danish tampil menonjol pada Moto3 2026 meski baru menjalani musim debut. Hingga paruh pertama musim, pembalap berusia 18 tahun itu sudah mengumpulkan 86 poin dan menempati peringkat ketujuh klasemen sementara.

Catatan itu membuatnya berada di atas beberapa pembalap yang lebih dulu berpengalaman di kelas yang sama, seperti Valentin Perrone, Matteo Bertelle, dan David Munoz. Ia juga disebut mampu bersaing dengan nama lain yang sudah lebih dulu dikenal, termasuk David Almansa dan David Munoz.

Nama PembalapStatus di Moto3 2026Catatan Klasemen
Hakim DanishRookiePeringkat 7 dengan 86 poin
Valentin PerroneLebih dulu tampil di Moto3Berada di bawah Hakim Danish
Matteo BertelleLebih dulu tampil di Moto3Berada di bawah Hakim Danish
David MunozLebih dulu tampil di Moto3Berada di bawah Hakim Danish

Pertimbangan Karier yang Tidak Boleh Tergesa-gesa

Zulfahmi mengatakan pihaknya sedang menilai berbagai opsi yang tersedia untuk membantu perkembangan Danish di masa depan. Ia menegaskan bahwa keputusan harus dibahas secara detail agar tidak merugikan pembalap muda itu di kemudian hari.

“Saya perlu membahasnya secara detail karena keputusan ini tidak bisa dibuat berdasarkan emosi atau hanya melihat tawaran uang. Di dunia motorsport, kita membutuhkan perencanaan jangka panjang dan lingkungan tim yang baik,” ujar Zulfahmi kepada Berita Harian.

Dalam penjelasannya, Zulfahmi juga menyebut bahwa dirinya masih menunggu keputusan dari MSi. Susunan pembalap untuk musim depan disebut hampir lengkap, sehingga ruang untuk langkah akhir masih bergantung pada dinamika internal tim.

Peluang Naik Kelas Mulai Terbuka

Minat dari tim Moto2 menjadi sinyal bahwa performa Hakim tidak hanya dilihat sebagai capaian debut yang bagus, tetapi juga sebagai bahan pertimbangan untuk jenjang yang lebih tinggi. Situasi ini membuka kemungkinan bagi pembalap MSi asal Malaysia itu untuk melangkah ke kelas yang lebih kompetitif jika opsi yang dipilih sesuai kebutuhan perkembangannya.

Zulfahmi tetap menekankan bahwa Hakim perlu fokus pada tugas utamanya sebagai pembalap. Di sisi lain, ia akan terus mencari tim yang paling tepat agar langkah berikutnya benar-benar mendukung karier sang rider muda.

Dengan posisi klasemen yang kuat untuk seorang rookie dan perhatian dari sejumlah tim, Hakim Danish kini berada di persimpangan penting. Pilihan tim yang tepat bisa menjadi pijakan awal yang menentukan arah kariernya di level berikutnya.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terkait