Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang belum mengabulkan permohonan pengalihan penahanan Richard Lee. Hakim meminta dokumen medis terbaru dari dokter Lapas Pemuda Tangerang sebagai dasar pertimbangan sebelum keputusan diambil.
Permintaan itu muncul karena surat keterangan yang telah diajukan dinilai belum cukup kuat untuk mendukung pengalihan penahanan. Hakim ketua menegaskan bahwa yang dibutuhkan adalah rujukan resmi dari dokter lapas yang menyatakan Richard Lee memang perlu dirawat di rumah sakit.
Dokumen medis diminta diperbarui
Di ruang sidang, hakim menyampaikan bahwa prosedur yang berlaku mensyaratkan adanya rujukan dari dokter lapas. Rujukan itu harus menjelaskan bahwa terdakwa membutuhkan perawatan rumah sakit untuk jangka waktu tertentu, sehingga kondisi medisnya dapat dipertimbangkan secara lebih utuh.
“SOP dari kami harus ada rujukan dari dokter Lapas. Rujukan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan itu perlu membutuhkan perawatan di rumah sakit, entah berapa harilah gitu. Kan bisa dirawat di situ. Jadi kalau bisa di-update surat keterangan dokternya itu ya, yang terbaru,” ujar hakim ketua di ruang sidang.
Dengan demikian, tim kuasa hukum diminta memperbarui dokumen medis jika ingin permohonan pengalihan penahanan diproses lebih jauh. Hakim menilai alasan kesehatan harus ditopang surat rujukan resmi dari fasilitas kesehatan lapas, bukan hanya keterangan sementara.
Keluhan soal kondisi Richard Lee
Kuasa hukum Richard Lee, Faizal Hafied, menyebut kliennya berada dalam keadaan darurat medis. Ia mengatakan Richard Lee sempat pingsan di dalam sel tahanan Lapas Pemuda Tangerang pada 10 Juli setelah melakukan tapering-off obat sendiri tanpa pendampingan medis.
Richard Lee juga diberi kesempatan berbicara langsung di hadapan hakim. Ia mengakui telah mengonsumsi Amitriptyline selama empat bulan terakhir dan memahami risiko jika obat keras itu dihentikan mendadak.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Nama terdakwa | Richard Lee |
| Lokasi penahanan | Lapas Pemuda Tangerang |
| Obat yang disebut | Amitriptyline |
| Kronologi yang disebut kuasa hukum | Pingsan di sel setelah tapering-off obat sendiri |
Faizal meminta hakim mempertimbangkan pengalihan penahanan karena kondisi itu dinilai membutuhkan penanganan spesialis yang tidak tersedia di fasilitas kesehatan lapas. Permintaan tersebut disampaikan dalam persidangan yang beragenda pembacaan putusan sela pada Selasa (14/7/2026).
Perkara yang menjerat Richard Lee
Richard Lee berstatus terdakwa dalam perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan. Kasus ini berawal dari produk skincare White Tomato dan DNA Salmon miliknya yang dilaporkan oleh Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif).
Ia diduga mengedarkan produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan memberi label informasi yang tidak sesuai dengan isi kandungan produk. Di tengah proses persidangan, Richard Lee tetap menjalani penahanan di Lapas Pemuda Tangerang.
Richard Lee menegaskan tidak memiliki niat menghalangi jalannya persidangan dan siap hadir setiap hari jika perawatan medis yang layak bisa diperoleh di luar rutan. Permohonan pengalihan penahanan itu kini bergantung pada dokumen medis terbaru yang diminta hakim.
Source: hot.detik.com






