Hampir RM200 Juta Dana Pensiun Malaysia Masuk eFishery, Berujung Dugaan Penipuan

Investasi hampir RM200 juta dari dana pensiun Malaysia ke eFishery kini menjadi perhatian setelah muncul dugaan penipuan terencana di perusahaan agritech asal Indonesia itu. Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyatakan persoalan utamanya terletak pada manipulasi laporan keuangan oleh manajemen perusahaan.

Dana tersebut berasal dari Retirement Fund Inc atau KWAP, lembaga yang mengelola dana pensiun pegawai negeri sipil Malaysia. Dalam putaran Pendanaan Seri D eFishery pada 2023, KWAP menanamkan US$47,7 juta atau setara RM194,35 juta.

KomponenNilaiKeterangan
Pendanaan Seri D eFisheryUS$200 jutaDilaporkan diperoleh pada 2023
Investasi KWAPUS$47,7 jutaSetara RM194,35 juta

Besarnya nilai investasi membuat kasus ini sensitif karena berkaitan langsung dengan pengelolaan dana pensiun aparatur sipil Malaysia. Anwar menyesalkan investasi tersebut akhirnya terkait dengan apa yang ia sebut sebagai “penipuan terencana”.

Upaya Hukum dan Pemulihan Dana

Pemerintah Malaysia menyatakan konsorsium investor, termasuk KWAP, telah memulai langkah hukum dan upaya pengembalian dana. Tindakan itu ditempuh setelah dugaan penipuan serta manipulasi laporan keuangan eFishery mencuat.

Proses pemulihan dana menjadi tahap penting karena investasi itu tidak hanya melibatkan satu institusi. Selain KWAP, eFishery juga memperoleh pendanaan dari Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar.

Keterlibatan sejumlah investor besar menunjukkan eFishery sebelumnya mampu menarik perhatian lembaga investasi internasional. Namun, Anwar menilai manipulasi laporan keuangan telah memengaruhi dasar informasi yang dipakai untuk mempertimbangkan investasi.

Proses Evaluasi Dipertanyakan

Anwar menegaskan keputusan investasi KWAP tidak diambil tanpa mekanisme penilaian dan tata kelola. Menurutnya, informasi yang tersedia saat itu mencakup verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional.

“Keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia saat itu, termasuk verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional,” kata Anwar, dikutip The Edge Malaysia. Konsorsium investor juga disebut menjalankan uji tuntas independen sebelum mempertimbangkan investasi.

Penjelasan itu tidak serta-merta menghilangkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap investasi tersebut. Manipulasi laporan keuangan yang kemudian terungkap menempatkan proses pemeriksaan awal para investor dalam sorotan.

Akuntabilitas di Internal KWAP

Pernyataan Anwar disampaikan untuk menjawab pertanyaan anggota parlemen Subang, Wong Chen. Wong Chen meminta penjelasan mengenai langkah akuntabilitas bagi dewan, panel investasi, dan manajemen senior KWAP terkait persetujuan serta pengawasan investasi itu.

KWAP telah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pengawasan investasinya. Hasil peninjauan tersebut telah disampaikan kepada dewan KWAP untuk diperiksa dan dipertimbangkan.

Anwar mengatakan tindak lanjut kemudian dilakukan sesuai kerangka tata kelola kelembagaan serta prinsip akuntabilitas. Ia tidak merinci tindakan yang sudah atau akan diterapkan kepada pihak-pihak di dalam KWAP.

Pengamanan Investasi Akan Diperkuat

KWAP menyatakan tetap berkomitmen mengelola dana pensiun pegawai negeri sipil secara transparan, beretika, dan akuntabel. Lembaga tersebut juga telah menerapkan perbaikan untuk memperkuat pengamanan investasi pada masa mendatang.

Kasus eFishery memperlihatkan risiko besar ketika informasi keuangan yang menjadi landasan keputusan investasi diduga dimanipulasi. Sementara proses hukum berjalan, pengawasan atas pengelolaan dana pensiun Malaysia akan tetap menjadi perhatian utama.

Source: www.medcom.id
Berita Terkait