Evakuasi penumpang kapal pesiar MV Hondius di Tenerife berlangsung bertahap setelah wabah hantavirus di atas kapal itu menewaskan sedikitnya tiga orang. Kapal berbendera Belanda tersebut tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu pagi, lalu mulai menurunkan penumpang sedikit demi sedikit dari pelabuhan Granadilla.
Proses pemindahan dilakukan dengan sangat hati-hati karena setiap perahu peluncur kecil hanya mampu membawa lima hingga 10 orang. Oceanwide Expeditions, operator kapal, menyebut seluruh penumpang dan sebagian dari sekitar 60 awak ikut dipindahkan dari kapal, dengan penumpang Spanyol menjadi kelompok pertama yang turun.
Pemindahan lintas negara disiapkan berurutan
Hampir 150 orang dari lebih dari 15 negara ikut dalam evakuasi ini, termasuk 17 warga Amerika Serikat. Setelah turun dari kapal, para penumpang dijadwalkan diterbangkan ke sejumlah negara sesuai kesiapan pesawat dan tujuan masing-masing.
Penerbangan awal menuju Belanda akan membawa juga penumpang asal Jerman, Belgia, Yunani, serta sebagian awak. Setelah itu, giliran penerbangan ke Kanada, Turki, Prancis, Inggris Raya, Irlandia, dan Amerika Serikat, sebelum penerbangan terakhir ke Australia pada Senin.
Pejabat menyebut tidak akan ada pemeriksaan kesehatan di darat saat penumpang diturunkan. Mereka akan dipindahkan dari bus ke pesawat secepat mungkin agar segera meninggalkan Tenerife dan keluar dari Spanyol.
Fokus utama ada pada penumpang Amerika
CDC telah mengirim tim epidemiolog dan tenaga medis ke Kepulauan Canary untuk menilai risiko paparan tiap penumpang Amerika. Tim itu juga akan memberi rekomendasi mengenai tingkat pemantauan yang diperlukan setelah mereka dipulangkan.
Begitu dipindahkan dari kapal, warga Amerika Serikat akan diterbangkan pulang dengan pesawat yang dikirim CDC bersama Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS. Pesawat evakuasi medis itu akan mendarat di Offutt Air Force Base di Omaha, Nebraska.
Setelah tiba di darat, para penumpang Amerika akan dipindahkan ke unit biokontainmen khusus di University of Nebraska Medical Center. Michael Wadman, direktur medis National Quarantine Unit di pusat medis itu, mengatakan setiap warga Amerika akan mendapat kamar sendiri selama masa karantina yang durasinya belum ditentukan.
Pengawasan tetap ketat, tetapi risiko publik dinilai rendah
WHO ikut mengoordinasikan evakuasi bersama sejumlah organisasi kesehatan lain. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sudah berada di Tenerife sebelum kapal itu tiba, dan lembaganya menilai risiko bagi publik tetap rendah.
Tedros mengatakan kepada CBS News bahwa warga Amerika “seharusnya tidak khawatir” dan menyebut wabah ini bukan COVID lain. Pernyataan itu sejalan dengan penilaian pelaksana tugas direktur CDC, Dr. Jay Bhattacharya, yang menilai risiko bagi publik Amerika sangat rendah.
CDC menjelaskan hantavirus menyebar dari tikus ke manusia melalui urine, kotoran, atau air liur. Gejala dapat muncul hingga delapan minggu setelah kontak, sementara WHO menyebut satu-satunya strain yang diketahui dapat menular antarmanusia adalah strain Andes yang ditemukan di Amerika Latin.
Sumber penularan masih ditelusuri
Hingga kini, otoritas kesehatan menyebut tidak ada penumpang yang tersisa di atas kapal menunjukkan gejala hantavirus. Namun, jumlah kasus yang terkait dengan wabah itu telah mencapai sedikitnya sembilan, termasuk dua warga Belanda dan satu perempuan Jerman yang meninggal.
Sebelum naik kapal, pasangan asal Belanda yang meninggal diduga telah berwisata selama berminggu-minggu di Argentina, Chile, dan Uruguay dalam perjalanan mengamati burung di wilayah yang dihuni spesies rodensia pembawa virus Andes. Pria berusia 70 tahun itu mulai bergejala pada 6 April dan meninggal di kapal pada 11 April, sementara istrinya kemudian turun di St. Helena dan meninggal di Afrika Selatan setelah kondisinya memburuk dalam penerbangan ke Johannesburg pada 25 April.
Perempuan Jerman yang juga menjadi korban menunjukkan gejala pada 28 April dan meninggal di kapal pada 2 Mei. WHO juga melaporkan tiga pasien lain diterbangkan ke Belanda untuk perawatan darurat, seorang pria Swiss dirawat di Zurich setelah turun dari kapal, dan dua warga Inggris mendapat penanganan di Afrika Selatan serta Tristan da Cunha.
Kapal menuju Rotterdam setelah kosong
Setelah seluruh penumpang turun, kru inti akan memuat suplai ke kapal. MV Hondius kemudian akan berlayar ke Rotterdam, Belanda, dengan perjalanan yang diperkirakan memakan waktu sekitar lima hari.
Kapal itu memulai pelayaran pada 1 April dari Ushuaia, Argentina, lalu singgah di South Georgia and the South Sandwich Islands, Tristan da Cunha, Gough Island, dan St. Helena pada 21–24 April. Setelah berlabuh di lepas pantai Cabo Verde selama beberapa hari, kapal itu akhirnya bergerak menuju Kepulauan Canary untuk memulai evakuasi.







