Dinas Kesehatan Jawa Timur memastikan kasus positif hantavirus yang ditemukan sejak Januari sudah selesai ditangani. Pasien yang sempat menjalani perawatan itu kini dinyatakan sembuh dan kondisinya sudah baik.
Temuan ini sempat menarik perhatian karena awalnya pasien diduga mengalami leptospira. Namun, pemeriksaan lanjutan yang diminta Kementerian Kesehatan justru menunjukkan hasil berbeda dan mengarah pada hantavirus.
Kepala Dinkes Jatim, dokter Erwin Astha Triyono, menjelaskan bahwa kasus tersebut terungkap setelah analisis dari Kementerian Kesehatan. Pasien datang dengan keluhan demam tinggi hingga kekuningan, gejala yang pada awalnya membuat dokter mengarah pada dugaan zoonosis leptospira.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih dalam, hasil akhirnya menyatakan pasien positif hantavirus. Erwin menekankan bahwa penegakan diagnosis harus dilakukan secara cermat, terutama karena leptospira lebih sering mengarah pada orang dewasa, bukan anak-anak.
Kasus ini kemudian ditangani secara intensif oleh tim kesehatan. Setelah perawatan berjalan, kondisi pasien berangsur membaik dan tidak lagi menunjukkan masalah yang sama.
Dinkes Jatim menyebut hasil pemeriksaan terakhir juga menunjukkan perkembangan yang bagus. Erwin menegaskan bahwa pasien sudah pulih, sehingga kekhawatiran terhadap kondisi yang sempat menjadi perhatian itu kini mereda.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada tambahan kasus serupa di Jawa Timur. Artinya, temuan positif hantavirus tersebut masih tercatat sebagai kasus tunggal yang sudah tertangani.
Kondisi itu membuat pemantauan tetap menjadi hal penting, meski situasi saat ini dinilai terkendali. Pelacakan dan pemeriksaan lanjutan tetap dibutuhkan agar diagnosis penyakit zoonosis bisa dipastikan dengan tepat.
Dalam kasus ini, pemeriksaan yang lebih mendalam membantu membedakan hantavirus dari dugaan awal leptospira. Dengan begitu, pasien dapat memperoleh penanganan yang sesuai sampai akhirnya sembuh.
