Harga Awal iPhone 18 Pro Dipertahankan, Beban Komponen Mahal Dipindah ke Storage Lebih Besar

Author: Redaksi Android62

Apple tampaknya masih ingin menjaga harga masuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max tetap setara dengan pendahulunya. Di tengah tekanan biaya komponen yang terus naik, beban tambahan itu kabarnya tidak akan dibagi rata ke semua varian, melainkan lebih banyak dipusatkan pada opsi storage yang lebih besar.

Langkah seperti ini membuat harga dasar model Pro tetap terlihat aman di mata konsumen. Sementara itu, Apple masih punya ruang untuk menutup tekanan biaya lewat pengaturan margin pada varian penyimpanan internal yang lebih tinggi.

Menurut catatan penelitian yang dilihat 9to5Mac, strategi ini disebut sebagai pendekatan harga agresif. Analis Jeff Pu juga menggunakan istilah “aggressive pricing strategy” untuk menggambarkan niat Apple menahan harga awal model Pro di level yang sama dengan generasi sebelumnya.

Pilihan tersebut muncul saat biaya produksi perangkat pintar masih terdorong oleh lonjakan harga memori. Apple disebut memilih menyerap sebagian beban itu agar banderol awal tidak ikut terkerek terlalu cepat.

Dengan pola semacam ini, penyesuaian harga tidak langsung menyentuh semua varian. Apple justru bisa membuat perubahan terasa lebih selektif, sambil tetap menjaga harga utama tetap kompetitif.

Storage jadi ruang penyesuaian

Di sisi lain, opsi storage berkapasitas lebih besar memberi Apple tempat untuk menjaga pendapatan. Beban kenaikan biaya dapat dialihkan ke varian tertentu tanpa harus mengubah harga semua model secara serentak.

Skema ini juga memberi keluwesan bagi Apple jika tekanan komponen belum mereda. Konsumen mungkin masih melihat harga awal yang stabil, tetapi pilihan penyimpanan yang lebih tinggi bisa menjadi titik penyesuaian baru.

Pendekatan tersebut berbeda dari Samsung, yang sudah menaikkan harga pada sejumlah perangkat unggulannya. Saat pesaing memilih menaikkan banderol, Apple disebut masih memiliki ruang untuk menahan harga.

Bisnis layanan memperkuat posisi Apple

Kemampuan Apple menjaga harga dasar tidak lepas dari struktur bisnisnya yang kuat di layanan. Pendapatan layanan membuat perusahaan lebih fleksibel menyerap sebagian biaya perangkat keras dibanding produsen yang lebih bergantung pada penjualan unit.

Laporan pendapatan kuartal kedua tahun 2026 menunjukkan pendapatan layanan Apple naik 16 persen secara tahunan menjadi 30,98 miliar dolar AS. Porsi bisnis ini mencapai 27,9 persen dari total pendapatan kuartalan perusahaan.

Pada periode yang sama, iPhone tetap menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai 56,99 miliar dolar AS. Namun margin keuntungan layanan jauh lebih tinggi, sehingga Apple punya ruang lebih besar untuk menjadikan perangkat sebagai pintu masuk ke ekosistem layanannya.

Struktur itu membantu menjelaskan mengapa Apple bisa lebih berani menahan harga dasar iPhone 18 Pro. Perusahaan tidak hanya bertumpu pada penjualan hardware, tetapi juga pada pendapatan berulang dari layanan.

Tekanan biaya belum selesai

Meski harga iPhone 18 Pro disebut masih bisa dijaga, masalah biaya memori belum menunjukkan tanda mereda. IDC memperkirakan relaksasi harga komponen tidak akan terjadi setidaknya hingga akhir tahun 2027.

Gartner juga memberi peringatan soal potensi lonjakan biaya DRAM dan SSD hingga 130 persen pada akhir tahun 2026. Kondisi ini membuat strategi penahanan harga terlihat lebih sebagai upaya menunda dampak, bukan menghapus risikonya.

Bagi konsumen, artinya harga awal model Pro mungkin tetap aman untuk saat ini. Namun opsi storage yang lebih besar tampaknya akan menjadi area utama tempat Apple menyesuaikan beban biaya di tengah pasar komponen yang masih panas.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru