Jaksa Korea Selatan menggeledah kantor pusat Samsung di Suwon, Gyeonggi Province, dalam penyelidikan dugaan perdagangan ilegal yang terkait akuisisi Rainbow Robotics. Penyidik mendalami kemungkinan adanya penggunaan informasi yang belum dipublikasikan untuk meraih keuntungan di pasar.
Perkara ini menarik perhatian karena menyentuh integritas pasar modal ketika korporasi besar menjalankan akuisisi strategis. Otoritas menelusuri apakah ada pihak yang memanfaatkan informasi nonpublik selama proses pengambilalihan untuk memperoleh keuntungan yang tidak adil.
Fokus penyidikan pada aliran informasi
Menurut laporan media Korea, penggeledahan dilakukan oleh Unit Investigasi Gabungan Kejahatan Keuangan dan Sekuritas pada Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul. Penyelidikan berjalan atas dugaan pelanggaran Financial Investment Services and Capital Markets Act.
Penyidik memeriksa kantor Samsung untuk mengumpulkan bukti terkait aliran informasi selama proses akuisisi. Fokus utamanya adalah dugaan bahwa sejumlah pejabat atau pihak terkait mengakses informasi yang belum diungkap ke publik lalu menggunakannya dalam aktivitas perdagangan.
Nilai keuntungan yang diduga dihasilkan dari transaksi itu diperkirakan berada di kisaran 3 miliar won hingga 4 miliar won. Angka tersebut membuat perkara ini dipandang serius oleh otoritas pasar dan penegak hukum.
Sampai saat ini belum ada pihak yang dinyatakan bersalah. Namun, proses pengumpulan bukti masih berlangsung dan jaksa disebut dapat melanjutkan penyidikan untuk memperjelas peran masing-masing pihak.
Hubungannya dengan Rainbow Robotics
Samsung mengakuisisi Rainbow Robotics pada 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan robot di masa depan. Akuisisi itu dinilai strategis karena membuka akses Samsung ke berbagai teknologi robotik yang sudah dimiliki Rainbow Robotics.
Perusahaan robotik tersebut dikenal memiliki lini collaborative robots, dual-arm mobile manipulators, dan autonomous mobile robots. Teknologi itu sejalan dengan ambisi Samsung untuk memperluas pijakan di sektor otomasi dan robot generasi berikutnya.
Karena itu, proses akuisisi Rainbow Robotics mendapat perhatian luas. Saat muncul dugaan perdagangan berbasis informasi nonpublik, fokus publik bergeser dari nilai strategis akuisisi ke tata kelola dan kepatuhan selama transaksi berlangsung.
Peran otoritas pasar modal
Pada Februari 2026, Securities and Futures Commission meminta penyelidikan terhadap sejumlah pejabat, termasuk CEO Rainbow Robotics bermarga Lee. Komisi itu juga mengajukan pengaduan terhadap 2 dari total 16 individu terkait, sambil meminta jaksa menyelidiki 14 orang lainnya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa otoritas belum menutup perkara pada level administratif semata. Komisi juga menyatakan masih membutuhkan bukti tambahan untuk menilai kasus ini dengan lebih menyeluruh.
Permintaan penyelidikan itu menjadi landasan penting bagi langkah aparat penegak hukum berikutnya. Dengan masuknya jaksa, perkara ini bergerak ke tahap yang lebih serius karena menyangkut kemungkinan pelanggaran hukum pasar modal.
Bukan penggeledahan pertama
Pada Maret 2026, jaksa sudah lebih dulu melakukan operasi penggeledahan dan penyitaan di kantor pusat Samsung. Dalam operasi yang sama, penyidik juga menggeledah kantor Rainbow Robotics di Daejeon.
Fakta itu menunjukkan bahwa penyelidikan berjalan lintas lokasi dan mencakup kedua entitas yang terhubung langsung dalam transaksi akuisisi. Penggeledahan terbaru menandakan aparat masih menilai ada hal yang perlu didalami lebih jauh.
Samsung belum menyampaikan pernyataan publik mengenai penggeledahan terbaru tersebut. Di sisi lain, perkembangan kasus ini tetap dipantau pasar karena berlangsung saat Samsung membangun pijakan lebih kuat di bidang robotik.
Jika pelanggaran pada akhirnya terbukti, pihak yang terlibat dapat menghadapi sanksi berdasarkan hukum Korea Selatan. Perkara ini juga berpotensi memunculkan pertanyaan lebih luas tentang bagaimana kekuatan korporasi besar diawasi ketika menjalankan akuisisi bernilai strategis.
Kasus ini kini tidak hanya menjadi perhatian pelaku pasar modal, tetapi juga pengamat industri teknologi yang mengikuti arah ekspansi Samsung melalui Rainbow Robotics. Arah penyidikan berikutnya akan menentukan seberapa jauh dugaan pemanfaatan informasi rahasia itu bisa dibuktikan.
