Harga Baterai Anjlok 75 Persen, Penyimpanan Skala Jaringan Makin Menantang Batu Bara dan Gas

Instalasi baterai skala besar kini makin cepat masuk ke jaringan listrik di banyak negara. Pendorongnya bukan hanya penurunan biaya, tetapi juga kebutuhan sistem yang lebih fleksibel saat permintaan listrik terus naik dan pasokan energi makin mudah terganggu.

Perubahan ini membuat baterai tidak lagi sekadar pelengkap energi bersih. Di banyak tempat, teknologi penyimpanan energi mulai dipandang sebagai alat penting untuk menjaga pasokan tetap stabil ketika pembangkit berbahan bakar batu bara dan gas menghadapi tekanan biaya serta gangguan pasokan.

Lonjakan terjadi di banyak wilayah

BloombergNEF memperkirakan instalasi baterai skala besar akan naik sekitar sepertiga pada 2026. Pertumbuhan tersebut disebut banyak didorong oleh Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, seiring ketidakpastian pasokan energi global yang belum mereda.

Gelombang proyek juga terlihat tersebar di berbagai lokasi. Pusat tenaga surya di Texas, kawasan Mongolia Dalam, hingga area bekas pembangkit batu bara di Sydney menjadi contoh bahwa penyimpanan energi kini masuk dalam arus utama transisi listrik dunia.

Lebih cepat dibangun, lebih cepat dipakai

Salah satu alasan baterai makin diminati adalah kecepatan pemasangannya. Dibanding membangun pembangkit baru, sistem baterai bisa hadir lebih cepat untuk menutup kekurangan pasokan pada jam beban puncak.

Brent Wanner, kepala unit sektor tenaga listrik di Badan Energi Internasional, menilai baterai termasuk investasi yang paling menarik dalam sistem tenaga listrik. Ia juga menegaskan bahwa sistem penyimpanan baterai akan terus berkembang di masa mendatang.

Harga turun, daya saing naik

Biaya yang terus merosot menjadi faktor besar di balik ekspansi ini. Data yang tersedia menunjukkan biaya rata-rata baterai turun sekitar 75% dari 2018 hingga 2025, dan masih diperkirakan turun lagi 25% pada 2035.

Penurunan harga itu membuat BESS atau battery energy storage system semakin kompetitif untuk mendukung jaringan listrik. Saat porsi energi terbarukan meningkat, kebutuhan penyimpanan ikut membesar agar suplai tetap seimbang tanpa terlalu bergantung pada pembangkit fosil.

Rantai pasok China ikut menentukan arah pasar

China memegang posisi sangat besar dalam perkembangan baterai skala jaringan. Negara itu menyumbang sebagian besar kapasitas manufaktur global dan sekitar setengah dari instalasi baterai skala jaringan yang ada saat ini.

Dominasi tersebut berawal dari investasi besar pada rantai pasok kendaraan listrik. Kelebihan pasokan dari sektor itu ikut menekan harga pasar global dan mempercepat penggunaan teknologi penyimpanan energi di banyak negara.

Pola ini dinilai mirip dengan lonjakan industri surya setelah 2021. Saat harga panel surya turun tajam, penggunaannya meluas dengan cepat, dan hal serupa kini mulai terasa pada baterai skala besar.

Fungsi baterai makin luas di sistem listrik

Perubahan penting lainnya terlihat pada cara pasar memandang baterai. Jeff Monday, kepala bagian pertumbuhan di Fluence Energy, menilai baterai kini lebih sering dipahami sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas jaringan, bukan hanya sebagai teknologi pendamping energi bersih.

Australia menjadi salah satu contoh yang menonjol lewat proyek Waratah Super Battery di New South Wales. Proyek ini menunjukkan baterai mampu melepaskan daya lebih besar ke jaringan utama pada malam hari dibandingkan pembangkit listrik berbahan bakar gas.

Di Amerika Serikat, pusat data juga mulai memakai kombinasi tenaga surya dan baterai. Pembangunan pembangkit tradisional disebut menghadapi keterbatasan, sehingga baterai diperkirakan menyumbang lebih dari seperempat kapasitas pembangkit listrik baru di AS pada 2026.

Teknologi baru ikut memperluas pasar

Selain baterai ion litium, industri juga mengembangkan penyimpanan jangka panjang yang bisa bertahan hingga hitungan hari. Salah satu contohnya adalah baterai berbahan dasar besi dari Form Energy yang diklaim mampu melepaskan energi hingga 100 jam.

Kehadiran teknologi semacam ini memperluas fungsi penyimpanan energi untuk kebutuhan cadangan yang lebih lama daripada baterai konvensional. Di tengah pertumbuhan permintaan dan tantangan rantai pasok tertentu, baterai skala besar tetap menunjukkan posisi yang makin kuat dalam jaringan listrik dunia.

Berita Terkait