Baterai VinFast VF MPV 7 Bisa Tembus Rp 180 Juta, Harga Mobilnya Ikut Berubah

Author: Redaksi Android62

Harga VinFast VF MPV 7 tidak bisa dibaca hanya dari banderol dasarnya. Komponen baterai membuat total biaya kepemilikan mobil ini bisa naik tajam, karena nilainya disebut berada di kisaran Rp 150 juta sampai Rp 180 juta.

Situasi itu langsung memengaruhi posisi VF MPV 7 di pasar MPV listrik 7-seater entry level. Model ini tetap dipasang untuk menantang BYD M6 EV dan Aletra L8 EV, tetapi skema pembelian baterai menjadi penentu utama bagi calon konsumen.

Harga dasar belum mencakup baterai

VinFast VF MPV 7 disebut dibanderol mulai Rp 330 jutaan untuk 2 ribu konsumen pertama. Namun angka tersebut belum termasuk baterai, sehingga totalnya bisa meningkat menjadi sekitar Rp 420 jutaan jika baterai ikut dibeli.

Selisih harga itu menunjukkan betapa besar pengaruh baterai dalam kendaraan listrik. Karena itu, harga awal yang terlihat lebih rendah belum tentu mencerminkan biaya akhir yang harus disiapkan pembeli.

Skema Perkiraan Harga Keterangan
Beli mobil tanpa baterai Rp 330 jutaan Untuk 2 ribu konsumen pertama
Beli mobil dengan baterai Rp 420 jutaan Harga naik karena baterai ikut dibeli
Harga baterai Rp 150 juta-Rp 180 juta Komponen paling mahal pada mobil listrik ini

Skema sewa baterai jadi penekan biaya awal

Untuk konsumen yang ingin menekan biaya pembelian di depan, VinFast menawarkan skema sewa baterai. Opsi ini membuat pembeli tidak perlu mengeluarkan dana besar pada awal transaksi, tetapi harus membayar biaya sewa bulanan.

Skema tersebut juga mengurangi kerepotan saat baterai bermasalah. Jika baterai rusak, VinFast menyiapkan penggantian sehingga pengguna tidak perlu menanggung urusan perawatan sendiri.

Bagi pemilik yang membeli mobil dengan baterai, pemasangan baterai disebut gratis selama masa garansi masih berlaku. Setelah garansi habis, pemasangan baterai dikenakan biaya Rp 1 juta.

Aturan battery health ikut menentukan penggantian

VinFast menetapkan baterai harus diganti ketika battery health mencapai 70 persen. Aturan ini penting karena kondisi baterai sangat berpengaruh terhadap jarak tempuh mobil listrik.

Dalam skema sewa, beban itu tidak terlalu terasa karena seluruh urusan baterai ditanggung VinFast. Pemilik cukup membayar ratusan ribu rupiah per bulan untuk bisa memakai baterai pada mobilnya.

Posisi VF MPV 7 di tengah persaingan

Keunggulan utama VF MPV 7 ada pada format MPV listrik 7-seater yang cocok untuk kebutuhan keluarga. Segmen ini menarik perhatian karena menawarkan kepraktisan sekaligus citra kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Meski begitu, persaingannya tidak ringan. BYD M6 EV masih menjadi lawan terberat karena pernah menjadi model BEV terlaris di Indonesia pada 2024 dan performa penjualannya tetap kuat.

Aletra L8 EV juga berada dalam daftar pesaing yang perlu diperhitungkan. Dengan jarak harga yang tidak terlalu jauh dari rivalnya, VF MPV 7 tetap harus membuktikan daya tariknya di pasar yang makin padat.

Langkah VinFast di pasar Indonesia

Kehadiran VF MPV 7 bukan hanya soal mengejar angka penjualan. VinFast ingin memberi lebih banyak pilihan kendaraan kepada konsumen Indonesia, terutama di segmen MPV yang kini makin diminati.

Selama ini, VinFast dikenal lewat model lain seperti SUV dan city car, termasuk VF3. Karena itu, VF MPV 7 atau Limo Green menjadi langkah baru mereka untuk masuk ke pasar MPV listrik entry level.

Bagi konsumen yang mencari MPV listrik dengan harga awal lebih rendah, skema baterai VinFast jelas layak dipertimbangkan. Namun harga baterai yang tinggi juga menunjukkan bahwa biaya kepemilikan mobil listrik masih sangat ditentukan oleh komponen paling mahal tersebut.

Source: ridertua.com
Berita Terbaru